Membuat Urban Farming dengan Gaya Vertical Garden 1.jpg

Properti dan Solusi

Membuat Urban Farming dengan Gaya Vertical Garden

Fenomena urban farming di Indonesia semakin menjamur. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk sehingga semakin tinggi pula jumlah penduduk di suatu kota.

Kekhawatiran akan pemenuhan kebutuhan pangan berkualitas, membuat banyak masyarakat berbondong-bondong untuk kembali menggalakkan pertanian kota dan melakukan gerakan urban farming.

[Baca Juga: Poktan Kebayoran Lama Selatan Panen Sayur Sebanyak 149 kg]

Urban farming merupakan kegiatan bertani atau berkebun bagi penghuni kota, seperti bertani atau berkebun konvensional. Kegiatan bercocok tanam ini meliputi praktek budidaya pemrosesan dan mengelola distribusi bahan pangan.

Berbagai gaya guna penerapan urban farming bisa digarap dengan menyesuaikan lokasi ruang terbuka Anda. salah satu cara yang sedang digandrungi pecinta urban farming ialah gaya vertical garden.

[Baca Juga: Kebun Bibit Agro Wisata Cilangkap Penen 450 Kilogram Melon]

Taman yang dibangun pada bidang berdiri tegak lurus dengan tanah inilah yang membuat vertical garden disebut juga model taman dinding. Vertical garden juga sering disebut green wall. Living wall, atau vertical landscape.

Hal itulah yang membedakan vertical garden dengan model taman horizontal. Kini, vertical garden mudah ditemui disekitaran Anda, terutama di area umum.

Urban Farming Bergaya Vertical Garden

Bagaimana cara membuat urban farming bergaya vertical garden sendiri di rumah? Berikut tips dan langkah-langkahnya menurut Arsitag.com (13/3/2019).

  • Buatlah frame dari bahan baja ringan berukuran sekitar 0,5x1 m dan dipasangkan pada tembok. Gunakanlah baut dan beri celah sekitar 7 cm agar media tanam tidak terkena lembab yang bisa membuat tembok berlumut.
  • Taruhlah dua lapis media tanam seperti sabut kelapa atau geotextile.
  • Sobek area depan agar membentuk lubang tempat menanam dan beri jarak 12 cm ke samping dan ke bawah agar bisa membentuk lubang tanam.
  • Terakhir, Anda harus bisa memilih tanaman yang berimbang antara akar dan tajuk. Karena akar sanggup menopang daun jika tajuknya lebih kecil sehingga mencegah daun layu.

[Baca Juga: Bintaro Persiapkan Lahan untuk Urban Farming]

Jika sudah memilili vertical garden, sebaiknya Anda intens merawat tumbuhan Anda, karena tanaman vertical garden lebih cepat kering ketimbang jenis tanaman horizontal. Anda juga perlu memerhatikan keuangan Anda karena biaya yang digunakan untuk membuat taman vertical ini memang lebih mahal ketimbang cara konvensional. Namun, vertical garden merupakan solusi bagi keterbatasan lahan, terutama di perkotaan. Karena itu, meskipun lebih rumt dan mahal, cara ini populer diterapkan warga urban seperti Jakarta.


Read More

Artikel Lainnya

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

Bisnis

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

05 December 2022, 16:14

Inisiatif East Ventures melalui IDPB MTPM saat ini telah mencapai tahap coaching serta hackaton dengan total ada 120 tim yang mengikutinya.

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar.jpg

Berita Kawasan

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar

05 December 2022, 14:15

Festival Dayung Ciliwung 2022 berhasil digelar pada akhir pekan kemarin yang disebut digelar untuk meningkatkan kepedulian publik Ibu Kota untuk menjaga lingkungan sungai.

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakart a Barista League 2022 Sukses Digelar.jpg

Berita Kawasan

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakarta Barista League 2022 Sukses Digelar

05 December 2022, 10:14

Pada akhir pekan kemarin, Pemprov DKI Jakarta sukses menggelar event Jakarta Barista League 2022 yang menjadi wadah kompetisi bagi para barista dari berbagai wilayah Tanah Air.

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.