Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme

Pendidikan

Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme

Kepedulian masyarakat terhadap anak dengan autisme masih minim di Indonesia. Hal ini dirasakan betul oleh Suyeni Song - orangtua anak dengan autisme.

Masih melekat di ingatannya, manakala dirinya mendapat cibiran di lingkungan lantaran masyarakat melihat putranya sebagai anak yang berbeda. Kala itu, Melvan Safero, putranya berusia dua tahun. Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD) yang dialami putranya membuat sang buah hati hiperaktif.

Alih-alih mendapat dukungan, dirinya justru dicibir oleh tantenya karena putranya hiperaktif. Tak jarang ia kerap disalahkan karena keistimewaan yang dimiliki anaknya. Menurutnya, masyarakat kerap menyalahkan orangtuanya. Padahal perilaku hiperaktif ini termasuk dalam ciri anak dengan autisme.

Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme

“Aku ngalamin soalnya jadi waktu anakku 2 tahun, namanya anak autis kan dia tidak bisa diam ya. Ini bahkan di keluarga ku sendiri ya, tante aku bilang ‘kamu jadi ibu bukannya ngurusin anak. Anaknya sampai kayak gitu’,” tuturnya kepada jurnalis PingPoint.co.id (6/4/2020).

Oleh karenanya, Suyeni berharap agar masyarakat peduli atau respect terhadap anak dengan autisme. Tak seharusnya masyarakat menyalahkan orangtua dan mendiskriminasi anak dengan autisme.

“Jadi intinya berhenti menyalahkan. Ketika kita punya anak [dengan] autis[me], orang seharusnya respect. Bukan berarti menyalahkan, ada apa dengan anak itu, terus bilang makanya orang tuanya begini seperti itu. Itu tidak bagus banget karena makin kebelakang kita tahu anak dengan autisme semakin banyak,” jelasnya.

Minim Edukasi Masyarakat

Selain minimnya kepedulian masyarakat terhadap anak autisme dan orang tua dengan anak autisme, Suyeni melihat edukasi tentang autisme di Indonesia masih minim. Minimnya pengetahuan masyarakat membuat mereka kerap memberi anggapan atau judgement yang membuat anak dengan autisme menjadi dikucilkan di lingkungannya. Padahal, anak dengan autisme ini juga mampu berpikir layaknya masyarakat lainnya.

“Jadi kadang-kadang masyarakat umum ini suka mendeskriditkan anak [dengan] autis[me] jadi dianggap kayak tidak mampu. Jadi suka tidak dikasih kepercayaan untuk handle ini atau handle itu kayak mereka tuh suka ‘jangan mereka kan begini’,” tuturnya.

Suyeni pun berharap agar masyarakat kelak dapat lebih menghormati dan peduli terhadap anak dengan autisme. Apalagi, menurutnya jumlahnya akan terus bertambah banyak.

[Baca Juga: Hari Kesadaran Autisme: Momen Berbagi Kisah Bangun Kepedulian]

Untuk diketahui, sejumlah data dari lembaga kesehatan di dunia memang menyebutkan bila dari tahun ke tahun jumlah orang dengan autisme di dunia mengalami peningkatan. Menurut World Health Organization (WHO), 1 dari 160 anak mengalami Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD).

Laporan dari The 2020 Community Report on Autism highlights the ADDM Network’s yang dirilis CDC USA menunjukkan bahwa 1 dari 54 anak atau sekitar 1,85 persen anak berusia 8 tahun mengalami ASD tahun 2016. Sementara di Indonesia, dalam laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) disebutkan belum ada data yang pasti terkait jumlah penyandang autisme (2/4/2020).

[Baca Juga: Menelisik Perkembangan Anak dengan Autisme]

Meski demikian, diperkirakan penyandang ASD di Indonesia mencapai 2,4 juta orang dengan pertambahan baru 500 orang per tahun. Angka itu berdasarkan perhitungan dari Dokter Rudy yang mengacu pada Incidence dan Prevalence ASD (Autism Spectrum Disorder) dan data laju pertumbuhan penduduk di Indonesia menurut Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2010 .

WHO juga menyebutkan kalau orang dengan autisme kerap mendapat stigma, diskriminasi dan pelanggaran haknya sebagai manusia. Mereka pun juga sulit mendapat akses pelayanan dan minim mendapatkan dukungan dari lingkungannya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.