Menakar Urgensi Omnibus Law Bagi Sektor Bisnis dan Investasi

Bisnis

Menakar Urgensi Omnibus Law Bagi Sektor Bisnis dan Investasi

Pemerintah berargumen bahwa Omnibus Law Cipta Kerja adalah kebutuhan mendesak untuk bisa mendongkrak nilai investasi di tanah air. Pemerintah menganggap peraturan yang ada sebelumnya terlalu kaku dan menghambat kedatangan investor yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Benarkah demikian?

Penurunan investasi adalah salah satu argumentasi yang disampaikan pemerintah sebagai landasan atau alasan diramunya Omnibu Law. Pandangan ini dimentahkan oleh Ekonom Senior Faisal Basri. Menurutnya, pernyataan tersebut berlebihan dan terkesan mengada-ada. Mengapa?

Menakar Urgensi Omnibus Law Bagi Sektor Bisnis dan Investasi

Dia menegaskan nilai investasi Indonesia baik-baik saja meski pertumbuhannya melambat, sekitar 4.45 persen dari target tujuh persen di tahun 2019. Selain itu, di tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat 18 dunia sebagai Negara penerima investasi asing terbesar, kemudian naik ke peringkat 16 di tahun berikutnya.

“2019 adalah tahun pemilu, memang tren penurunan selalu terjadi di tahun pemilu. Di tahun itu juga pertumbuhan kita tidak buruk-buruk amat, mengungguli Tiongkok, Brazil, Malaysia dan Afrika Selatan. Walaupun kalah dari India dan Vietnam tapi selisihnya kecil. Hal seperti ini jangan dinafikan,” sanggahnya dalam diskusi publik di Gedung Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok (20/2/2020).

[Baca Juga: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Turut Menyasar Pers, Apa Saja Dampaknya?]

Dirinya juga merasa miris dengan keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo. Karena menurutnya, keputusan tersebut telah mencoreng banyak sekali torehan prestasi yang pernah dicetak Jokowi pada periode pertama masa pemerintahannya, seperti angka inflasi yang rendah, kenaikan harga tidak pernah menembus tiga persen, capaian ini merupakan yang pertama sejak Indonesia berdiri.

“Ketimpangan ekonomi juga turun, begitu juga angka kemiskinan yang konsisten mengalami penurunan. Pertama kali juga dalam sejarah angka kemiskinan menghasilkan single digit sekitar sembilan persen atau 24,79 juta jiwa. Tapi trennya turun dan terendah sepanjang sejarah. Angka pengangguran juga turun dan angka tindak korupsi juga turun di masa pemerintahan periode pertama Jokowi,” pujinya.

[Baca Juga: Ini Alasan Aliansi Masyarakat Sipil Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja]

Di sisi lain jika diperhatikan seksama terlihat sekali bahwa Omnibus Law akan sangat menguntungkan kalangan pengusaha. Mengurangi kadar keberpihakan Negara pada kaum pekerja. Pasalnya banyak hak buruh yang tercabut dari RUU yang sedang digodok parlemen.

“Misalnya dimudahkannya PHK, dihapuskannya cuti-cuti penting seperti cuti haid dan melahirkan, jumlah pesangon turun, sistem kontrak makin diperluas namun rentan putus kontrak. Yang terparah adalah ketidakleluasaan untuk berserikat karena tuntutan target pekerjaan,” tutur Direktur LBH Jakarta Arif Maulana.

Read More

Artikel Lainnya

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

Berita Kawasan

Sensus Penduduk Tetap Berjalan Secara Daring Selama Pandemi COVID-19

07 April 2020, 11:00

Menurut data Disdukcapil Kota Tangerang, per 2 April, sejumlah 103.667 keluarga Kota Tangerang telah berpartisipasi sensus penduduk online 2020.

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

Pendidikan

Kemendikbud Akan Beri Sertifikat Penghargaan 15.000 Relawan Mahasiswa

07 April 2020, 10:00

Relawan mahasiswa kesehatan yang membantu menangani COVID-19 ini akan diberikan sertifikat yang dapat dikonversikan menajdi SKS.

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

Berita Kawasan

4 Rekomendasi Film Romantis Selama Isolasi Diri

07 April 2020, 09:00

Film-film romantis berikut bisa temani Anda isolasi diri di rumah. Ada empat film pilihan kami yang bisa ditonton dari beberapa aplikasi streaming film.

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi Covid-19

Berita Kawasan

Terminal Giwangan Rajin Disinfeksi untuk Antisipasi COVID-19

07 April 2020, 08:00

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah menyebarnya Virus Corona, Terminal Giwangan rajin didisinfeksi per tiga hari.


Comments


Please Login to leave a comment.