Garda Depan Lawan COVID-19, Tim Medis Masih Butuh Banyak Bantuan

Kesehatan

Menanti Kebijakan Jakarta Jelang Puncak COVID-19

Berdasarkan data terkini dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada 1 April 2020, terdapat 51 pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta yang dinyatakan telah sembuh, dari total kasus positif sebanyak 794 orang. Kemudian, sebanyak 490 orang pasien masih dalam perawatan di rumah sakit, yang menjalani self isolation atau isolasi mandiri di rumah sebanyak 166 orang, dan 87 orang meninggal dunia.

"Sedangkan yang masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 705 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (total) berjumlah 2.359 orang, 498 masih dipantau, dan 1.861 sudah selesai dipantau. Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 1.165 orang, (yakni) 798 masih dirawat dan 367 sudah pulang perawatan," ujar Dwi Oktavia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, dalam kegiatan Daily Brief COVID-19, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat (1/4/2020), dikutip PingPoint dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Di sisi lain, Ilmuwan matematika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, memprediksi puncak infeksi virus COVID-19 terjadi pada pertengahan Mei 2020. Namun akhir dari pandemi ini tergantung dari kebijakan yang diambil pemerintah. Dia memaparkan secara matematis dinamika populasi COVID-19 dengan model SIQR.

[Baca Juga: Tangkal Simpang Siur Informasi COVID-19, Jakarta Luncurkan Jala Hoaks]

"Saya ambil data sampai 22 Maret. Dari data itu saya temukan parameter. Parameter ini kemudian saya masukkan dalam rumus matematika, sehingga bisa menghitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi, dan yang masuk karantina," ujarnya diberitakan detik.com, Sabtu (28/3/2020).

Menurut perhitungan Sutanto, terdapat 2,5 persen dari populasi yang berisiko dari Indonesia akan terinfeksi virus Corona. Setelah itu mulai akan ada penurunan. Doktor ilmu matematika terapan dari Universite de Bordeaux, Prancis, itu dalam analisisnya mengambil prediksi masa 100 hari penyebaran atau sampai tanggal 10 Juni 2020.

"Kita harus kerja berbasis target. Dan saya lihat negara yang terjangkit COVID-19, pertahanan ekonominya sudah mulai ambruk kalau lewat 100 hari, sehingga saya membuat hitungan 100 hari penyebarannya harus berhenti," jelas Sutanto.

Dihimpun dari berbagai sumber, PingPoint merangkum langkah-langkah apa saja yang telah diambil sekaligus menggambarkan kondisi Jakarta saat ini. Berikut penjabarannya.

Pemkab Bekasi Gelar Rapid Test COVID-19 Hari Ini

1) Tes Massal Dilakukan

Dwi Oktavia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta menyampaikan , sampai saat ini, Rapid test juga terus dilakukan di lima wilayah kota dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

"Sampai dengan Selasa, 31 Maret 2020, persentase positif COVID-19 sebesar 1,7 persen, dengan total sebanyak 18.077 orang telah menjalani rapid test. Dari total tersebut, rinciannya 299 orang dinyatakan positif COVID-19 dan 17.778 orang dinyatakan negatif," terangnya.

Lebih lanjut, terdapat dua prosedur pelaksanaan rapid test, yaitu aktif oleh Puskesmas kepada orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi COVID-19 dan pasif oleh Puskesmas yang mana pasien datang berobat ke Puskesmas namun kriteria pasien untuk dapat rapid test ditentukan petugas. Sehingga, perlu digarisbawahi bahwa tidak semua orang dapat melakukan rapid test.

Apabila hasil tes tersebut positif, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR. Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke RS.

Pertamina Lubricants Sumbang APD untuk Tenaga Medis Covid-19

2) Tenaga Medis Terjangkit

Dwi menambahkan, tenaga medis yang terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 berjumlah 84 orang; satu orang di antaranya meninggal, dua orang di antaranya sedang hamil. Keseluruhan tenaga medis yang positif terinfeksi COVID-19 ini tersebar di 30 Rumah Sakit dan satu klinik di Jakarta. “Selain itu, ada dua orang dokter spesialis meninggal dunia; mereka berdomisili di Jakarta, namun dari dua Rumah Sakit di luar Jakarta,” tuturnya.

Kondisi ini telah diprediksi. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka pendaftaran bagi relawan tenaga kesehatan untuk ikut membantu penanganan COVID-19. Pengumuman pendaftaran relawan tenaga kesehatan tersebut diunggah Anies dalam akun Instagram resminya @aniesbaswedan, Jumat (27/3/2020). "Jakarta memanggil. Saat ini Pemprov DKI Jakarta membutuhkan relawan tenaga kesehatan untuk ikut ambil bagian dalam menanggulangi Covid-19," tulis Anies dalam akun Instagram-nya.

Tenaga kesehatan yang diperlukan di antaranya dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, pranata laboratorium genetika dan molekuler (menguasai metode PCR), dan perawat. Terkait dengan ketentuan untuk relawan tenaga kesehatan di Jakarta adalah relawan yang akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, atau Labkesda; relawan juga akan mendapat fasilitas berupa akomodasi dan transportasi dari penginapan ke rumah sakit; serta memiliki surat tanda registrasi (STR). "Daftarkan dirimu di bit.ly/relawannakesjakarta," tambah Anies.

Pemerintah Bogor Desak Pemprov DKI Jakarta Segera Terapkan Lockdown

3) Permintaan Lockdown Ditolak

Senin (30/3/2020) lalu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengabarkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah bersurat ke Pemerintah pusat mengenai perminitaan persetujuan untuk mengkarantina (lockdown) seluruh wilayah Jakarta.

Surat yang diterima pemerintah pusat itu bernomor 143 dan diteken pada Sabtu, 28 Maret 2020. "Diterima tanggal 29 Maret 2020 sore. Isinya minta pertimbangan pemberlakuan karantina wilayah," kata Mahfud seperti diberitakan kompas.com.

Surat tersebut langsung direspons pemerintah pusat. Istana Kepresidenan menolak mentah-mentah permintaan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memberlakukan karantina wilayah di Jakarta. Penyebabnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar. "Tidak diterima, itu otomatis ditolak," tegas juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman.

Sementara itu, diberitakan Tirto.id, Selasa (24/3/2020), Tim yang dimotori dosen Program Studi Matematika ITB Dr Nuning Nuraini, S.Si, M.Si dan Kamal Khairudin S dan Dr Mochamad Apri S.Si, M.Si mengatakan puncak kasus harian akan terjadi pada akhir Maret 2020 dan berakhir April 2020. Mereka memprediksi 600 kasus per hari.

Nuning dengan tim membangun model representasi jumlah kasus COVID-19 dengan menggunakan model Richard’s Curve karena sesuai dengan kajian Kelompok Pemodelan Tahun 2009 yang dibimbing oleh Prof Dr Kuntjoro A Sidarto. Model Richard’s Curve terpilih ini lalu mereka uji pada berbagai data kasus COVID-19 terlapor dari berbagai macam negara, seperti China, Iran, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, termasuk data akumulatif seluruh dunia.

[Baca Juga: Dewan Guru Besar FKUI Surati Pemerintah, Sarankan Local Lockdown]

Berdasarkan sumber-sumber lainnya, PingPoint merangkum ada dua hal yang bisa dijadikan opsi pemerintah DKI Jakarta, jelang puncak pandem COVID-19. Dua hal tersebut adalah sebagai berikut.

Karantina RT/RW

Melihat situasi terkini tren kasus di Jakarta maka opsi strategi karantina wilayah saat ini sudah dapat dilakukan kota DKI Jakarta. Startegi ini dapat dilakukan pada wilayah kota atau kecamatan atau kelurahan hingga RW yang memiliki kluster terbanyak atau dengan jumlah kasus lebih dari atau sama dengan 50, disertai tes skala luas di masyarakat, pelacakan kasus dan isolasi. Pelaksanaanya tentu harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat.

Hal ini senada dengan anjuran pemerintah pusat. Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, pemerintah daerah masih bisa menerapkan isolasi terbatas di wilayahnya. Isolasi itu diberlakukan di tingkat RT/RW atau desa.

Antisipasi Covid-19, Pemkot Jakarta Barat Tutup Akses 2 Kelurahan Ini

"Walaupun ada kebijakan, sebenarnya bisa dikerjakan nanti oleh pemda dengan istilah isolasi terbatas. Ada tingkat RT, RW, desa atau kelurahan dengan kebijakan gubernur, misalnya. Tapi, kalau tingkatan nasional atau provinsi itu harus di tangan Presiden. Tapi Presiden tidak mengambil karantina wilayah," ujarnya.

Strategi lainnya yang dapat dilakukan DKI adalah pembatasan sosial yang ditujukan untuk mengurangi penularan dan dampak COVID-19 sedini mungkin. Penutupan sementara sekolah, kampus, perkantoran dan meniadakan izin keramaian ditujukan untuk mencegah terjadinya transmisi lokal. Pemda DKI dapat mengambil kebijakan serupa kota di Spanyol yang hanya mengizinkan toko makanan dan kebutuhan mendasar masyarakat lainnya untuk tetap buka sembari pengetatan aturan jarak fisik.

Menambah Rumah Sakit Darurat

Kota DKI Jakarta dapat juga merujuk strategi Wuhan dan Seoul yang menyediakan lokasi khusus untuk karantina rumah sakit yang ditujukan untuk memusatkan seluruh kasus positif COVID-19 ringan-sedang sehingga akan membantu mengendalikan kecepatan penularan, lokasi yang dipilih dapat berupa wisma (serupa wisma atlet) atau hotel atau Gedung Pendidikan dan pelatihan yang dilengkapi dengan fasilitas layanan kesehatan dasar.

Opsi strategi ini akan membantu mengurangi beban rumah sakit, selain juga relatif mudah mengingat sebagian besar kasus ringan-sedang ini tidak memiliki gejala serius dan merupakan pasien mandiri. Satu hal yang sangat penting dalam rangkaian strategi pengendalian epidemi adalah ketersediaan tenaga epidemiologi yang akan menentukan kualitas pelacakan kasus. Tanpa adanya tim dan startegi epidemiologi yang kuat, niscaya banyak kasus yang lolos alias tidak terlacak yang pada gilirannya berakibat makin meluasnya penyebaran penyakit.

Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Lokasi Penanganan Pasien COVID-19

Upaya melibatkan para mahasiswa epidemiologi dan dosen epidemiologi di berbagai kampus dapat menjadi solusi awal. Sebagai gambaran saja, kota Wuhan mengerahkan 8.000 ahli epidemiologinya untuk melacak sekitar 10.000 kasus setiap harinya.

Nah, Pointers yang perlu digarisbawahi adalah konsistensi mengedepankan prinsip efektif dan efisien sangat disarankan dalam kondisi pandemi. Ekstensifikasi dan intesifikasi tes dilakukan dengan melibatkan lebih banyak tenaga laboran, laboratorium swasta dan pihak lain.


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.