Mendeteksi Epilepsi dengan Pemeriksaan Electroencephalography

Kesehatan

Mendeteksi Epilepsi dengan Pemeriksaan Electroencephalography

Epilepsi adalah penyakit yang disebabkan gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Untuk mendeteksinya, dapat melakukan pemeriksaan medis. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda melakukan prosedur Electroencephalography (EEG).

Pemeriksaan EEG adalah salah satu tes diagnostik utama untuk epilepsi. Pemeriksaan ini juga dapat berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lain. Melansir dari halodoc.com, Electroencephalography (EEG) adalah suatu alat yang mempelajari gambar dari rekaman aktivitas listrik di otak, termasuk teknik perekaman EEG dan interpretasinya.

[Baca Juga: Epilepsi Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya]

Pemeriksaan EEG dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang dilekatkan pada kulit kepala. Perlu diketahui bahwa sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Aktivitas ini kemudian ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG.

Mendeteksi Epilepsi dengan Pemeriksaan Electroencephalography

Adapun tahap untuk melakukan pemeriksaan EEG, terbagi tiga yaitu:

  • Sebelum Tes

Sebelum melakukan pemeriksaan EEG, hal yang perlu dilakukan adalah memberitahu dokter tentang obat apa saja, baik resep maupun yang dijual bebas, serta suplemen yang mungkin selama ini dikonsumsi. Sehari sebelum pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan untuk mencuci rambut. Namun, jangan gunakan produk kondisioner atau produk penataan rambut lainnya sesudahnya.

  • Selama Tes

Selama pemeriksaan berlangsung, Anda diminta untuk berbaring di tempat tidur yang telah disediakan, kemudian seorang teknisi akan menempatkan sekitar 20 sensor kecil di kulit kepala. Sensor-sensor ini, yang disebut elektroda, akan mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron dan mengirimkannya ke mesin, dan akan muncul sebagai serangkaian garis yang direkam pada kertas bergerak atau ditampilkan di layar komputer.

  • Setelah Tes

Teknisi akan melepas elektroda dan membasuh lem yang menahannya. Jika tidak mengalami kejang atau dokter tidak menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan, Anda biasanya sudah dibolehkan pulang.

[Baca Juga: Mactivation Mendobrak Sensori dan Rangsang Fungsi Otak]

Pemeriksaan EEG biasanya dilakukan di rumah sakit atau laboratorium, yang menyediakan peralatan yang memadai untuk melakukan rangkaian pemeriksaan.

Read More

Artikel Lainnya

Wow Event Nonton Konser Musik dari Mobil Siap Hadir di Indonesia

Hobi dan Hiburan

Wow! Event Nonton Konser Musik dari Mobil Siap Hadir di Indonesia

26 May 2020, 12:00

Sebentar lagi konsep nonton konser musik unik yang diadaptasi dari kondisi new normal akan segera hadir di Indonesia.

Bridgestone Indonesia Bagikan Bantuan Sembako Selama Pandemi

Bisnis

Bridgestone Indonesia Bagikan Bantuan Sembako Selama Pandemi

26 May 2020, 11:00

Mendukung gerakan Lawan Covid, Brigedstone membantu warga sekitaran fasilitas mereka dengan memberikan bahan kebutuhan pokok.

Tiga Lokasi di Jakarta Utara Ini Jadi Tempat Jaring Pelanggar PSBB

Berita Kawasan

Permprov Wajibkan Surat Izin Keluar-Masuk Khusus Wilayah DKI

26 May 2020, 10:00

Demi meminimalisir Kembali mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19, Pemprov DKI berikan surat izi khusus Keluar-Masuk Wilayah DKI

Tim Indonesia Akan Berlaga di AOV Premier League 2020

Hobi dan Hiburan

Tim Indonesia Akan Berlaga di AOV Premier League 2020

26 May 2020, 09:00

Rencananya akan ada dua tim yang mewakilkan Indonesia dalam kompetisi eSports internasional AOV Premier League 2020.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Kelly 4 months, 1 week lalu
    kelly

    Jangan sia-sia kan masa muda mu untuk hal yang tidak perlu, kunjungi qqharian,info Dan kamu hanya perlu bermain game untuk menangkan hadiah puluhan juta rupiah, tertarik untuk bergabung? Kunjungi situs nya sekarang juga.