Deteksi Gangguan Pendengaran dini dengan OAE.jpg

Kesehatan

Mendeteksi Gangguan Pendengaran dengan OAE

Kesehatan buah hati tentu saja segalanya bagi orangtua. Namun kadang gangguan seperti permasalahan pendengaran, baru disadari ketika anak mulai belajar berkomunikasi dan terhambat proses tumbuh kembangnya. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini dimiliki Rumah Sakit Evasari di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pusat kesehatan yang memiliki nama lengkap Rumah Sakit Awal Bros Evasari itu memiliki layanan yang dinamakan tes Oto Acoustic Emission atau yang disingkat OAE. Apa dan bagaimana metode ini dapat membantu mendeteksi adanya gangguan pendengaran buah hati Anda?

Tes Oto Accoustic Emmision

Secara umum, organ telinga terbagi dari tiga bagian yaitu bagian luar, tengah dan bagian dalam. Tes Oto Accoustic Emmision digunakan untuk mengetahui seberapa baik bagian telinga dalam atau koklea Anda berfungsi. Langkah ini dilakukan untuk mengukur Oto Accoustic Emmision atau suara yang dilepaskan dari telinga bagian dalam saat merespon suara.

Pada bagian telinga dalam Anda terdapat sel-sel yang yang bergetar ketika mendapat respon suara. Getaran tersebut menghasilkan suara lembut yang menggema kembali ke telinga bagian tengah dan bunyi inilah yang diukur oleh tes Oto Accoustic Emmision.

Jika pendengaran normal, maka tes tersebut akan memperlihatkan adanya proses Oto Accoustic Emmision terjadi di telinga. Namun jika ada gangguan pendengaran lebih dari 25-30 desibel maka telinga tidak akan menghasilkan suara lembut.

Selain untuk melihat proses Oto Accoustic Emmision, tes ini juga dapat menunjukkan ada tidaknya penyumbatan yang terjadi di area telinga luar dan tengah. Penyumbatan ini akan terlihat dengan indikasi bahwa suara tidak masuk ke telinga bagian dalam dan tidak ada getaran serta suara yang dipantulkan kembali.

Metode Tes Oto Accoustic Emmision

Umumnya perangkat Oto Accoustic Emmission yang digunakan di rumah sakit dan berbagai klinik dunia, termasuk di Rumah Sakit Evasari adalah alat untuk skrining. Alat ini akan memeriksa frekuensi di angka 5-10 dan memunculkan laporan rasio sinyal/suara apakah berada di ambang batas atau tidak.

Bila telinga Anda atau buah hati normal maka alat itu akan memunculkan tulisan “PASS” sedangkan bila sebaliknya akan muncul kata “REFER”. Output dari tes Oto Accoustic Emmission akan membantu dokter mengetahui apakah ada masalah pendengaran pada telinga Anda atau buah hati. Metode ini terbilang cepat dan tidak menyakitkan untuk pasien dalam menjalani tesnya.

Para proses tes, sebuah earphone kecil atau probe akan diletakkan di telinga Anda atau buah hati. Kemudian probe tersebut akan memberikan rangsangan dengan menempatkan suara ke telinga dan mengukur suara yang kembali. Ketika tes itu dilakukan, buah hati atau Anda tidak perlu bergerak atau cukup berbaring saja. Dokter atau staf medis akan berada di dekat monitor untuk melihat hasil tes Oto Accoustic Emmission.

Pihak Rumah Sakit Evasari tes ini bisa dilakukan pada bayi baru lahir dan diagnostik lanjutan pun dapat diadakan ketika ia sudah berumur 1-3 tahun. Dengan ini maka sesegera mungkin bisa diketahui tingkat kesehatan pendengaranya dan bila memang ada gangguan maka proses rehabilitasi pun harus dilakukan sesegera mungkin.

Rehabilitasi ini menurut Rumah Sakit Evasari dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu dengar yang paling lambat dipasang pada buah hati Anda saat usia enam bulan. Selain itu metode implan koklea juga bisa menjadi rekomendasi untuk memperbaiki gangguan pendengaran tersebut.

Read More

Artikel Lainnya

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

Berita Kawasan

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

18 November 2019, 19:00

Euis Kurniawati adalah salah satu nominasi Ibu Ibukota Awards Bidang Pelestarian Lingkungan. Simak #AksiHidupBaik yang dilakukannya di sini.

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

Berita Kawasan

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

18 November 2019, 18:00

Kapal pembersih sungai yang diberikan oleh Waste4Change ini mampu menjaring sampah setidaknya 200-300 kilogram.

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari Untuk Pemula

Kesehatan

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari untuk Pemula

18 November 2019, 17:00

Pemilihan sepatu lari yang pas berpengaruh terhadap performa loh. Salah-salah malah bikin kaki kamu terkilir. Berikut tips bagi kalian yang ingin membeli sepatu lari.

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

Berita Kawasan

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

18 November 2019, 16:00

Gedung sekolah yang kini menjadi SMPN 1 Jakarta ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Inilah sejarah sekolah pribumi pertama di Batavia.


Comments


Please Login to leave a comment.