MATRAMAN_BISNIS_MENDULANG RUPIAH DARI BISNIS FOTOGRAFI COSPLAY_EMIL_1100 px X 600 px-01.jpg

Bisnis

Mendulang Rupiah di Dunia Fotografi Cosplay

Rata-rata generasi muda saat ini memilih bekerja di perusahaan sebagai solusi utama untuk main income mereka. Namun acap kali hal ini memicu mereka meninggalkan passion­-nya. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Johanes Baptista Permadi yang akhirnya berhasil mengubah salah satu hobinya di dunia fotografi menjadi penghasilan utamanya. Pria ini menjadikan rumahnya di dekat Stasiun Jatinegara sebagai studio yang menghasilkan beragam foto indah dengan para cosplayer sebagai modelnya.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan “Jo” ini telah mendalami bisnis di dunia fotografi selama beberapa tahun terakhir. Namun berbeda dengan fotografer pada umumnya, Johanes memilih para cosplayer sebagai klien serta modelnya.

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah ini, cosplayer merupakan sebutan dari orang-orang yang berkecimpung di dunia cosplay atau costum play. Cosplay sendiri biasanya merujuk kepada hobi dalam mengenakan pakaian hingga aksesoris dari karakter yang ada di video games, film animasi hingga komik dan Indonesia memiliki cukup banyak cosplayer yang biasanya muncul di berbagai event. Dari sinilah Johanes melihat terdapat potensi untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiahnya.

Namun dalam perjalanan karirnya, pria berusia 34 tahun itu tidak langsung berkecimpung di dunia fotografi cosplay. “Saya dulunya adalah seorang 3D animator jadi saya bergelut di bagian visual effect CGI (computer-generated imagery atau pencitraan yang dihasilkan komputer) dan dulu saya pernah terlibat untuk pembuatan film animasi. Kemudian saya juga mengajar dari tahun 2008 sampai 2017 di Binus,” jelas Johanes terkait karir awalnya kepada PingPoint.co.id, Sabtu (8/9/2018).

Johanes melanjutkan dengan mengatakan bahwa bekerja di dunia animasi tidaklah mudah dan rintangan utamanya adalah masalah biaya. “Kita bikin film animasi itu mahal dan (red) lama tapi apresiasinya kurang jadi kita rugi,” ungkapnya. Tapi dengan bekal skill CGI tersebut, “pintu” fotografi cosplay pun terbuka dan membuat Johannes mencoba berkecimpung yang akhirnya dijadikan bisnisnya.

Selain bekal skill tersebut, dasar ilmu fotografi pun sudah dimiliki oleh Johanes tepatnya semasa dia kuliah dulu. Dari mata kuliah tersebut, ia mendapatkan teknik dalam pengoperasian kamera, mengenai layout, pencahayaan dan lain-lain. Dari sinilah ia mengombinasikan antara teknik fotografi dan teknik CGI demi mendapatkan hasil foto dari para cosplayer yang indah secara estetika serta terlihat nyata sesuai dengan sumber referensinya (komik, video games atau film animasinya).

Dalam bisnisnya, Jo tidak mematok harga yang tinggi karena ia mengerti budget yang dimiliki oleh para cosplayer bersifat terbatas. “Selama tiga tahun saya amati mereka (cosplayer), saya mengambil kesimpulan kalau mereka range mengeluarkan dana untuk fotografer sekitar Rp200.000 sampai Rp600.000 paling banyak (per-sesi foto),” jelasnya. Selain itu, Jo juga memberikan kemudahan untuk para kliennya yaitu dengan mematok harga per-foto yang notabene lebih murah jika dibandingkan dengan harga per-sesi.

Johanes menjelaskan bahwa “pasar” di bisnis fotografi cosplay sebenarnya terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki passion di dunia fotografi. Pasalnya, ia mengaku kerap mengalami kewalahan dengan banyaknya cosplayer yang mengajukan diri agar menjadi kliennya karena itulah “pintu” di bisnis ini terbuka lebar untuk Anda.

Namun utamanya jika Anda tertarik untuk terjun ke bisnis fotografi cosplay terdapat beberapa modal utama yang Anda harus miliki, berikut ini beberapa modalnya berdasarkan penjelasan Jo:

  • Memiliki kamera yang bagus dan cocok untuk fotografi. Untuk level pemula yang ingin terjun ke dunia fotografi, Johanes menyarankan kamera seperti Canon 750D atau 800D dengan lensa yang mumpuni diperkirakan membutuhkan budget sekira Rp10.000.000 untuk modalnya.
  • Komputer yang bagus untuk editing foto juga dibutuhkan, khususnya yang memiliki spesifikasi mumpuni untuk menciptakan visual effect CGI dan budget yang dibutuhkan sekira Rp12.000.000. Johanes juga menuturkan bahwa bagi yang budget terbatas dapat memilih laptop jenis mid-end yang memiliki harga sekira Rp8.000.000-an sebagai modal untuk editing.
  • Bersabar untuk membangun karir karena Anda harus memulai bangun jaringan terlebih dahulu di dunia cosplay agar para cosplayer mengetahui dan mengakui hasil karya Anda.

Itulah Johanes Baptista Permadi yang berhasil membuat passion-nya menjadi main income-nya. Tanpa menyewa bangunan atau ruko, ia mampu menyulap rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Jatinegara sebagai studio pribadinya dan menjadikan fotografer cosplay sebagai identitas sekaligus bisnisnya.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.