Menelisik Perkembangan Anak Penyandang Autisme

Pendidikan

Menelisik Perkembangan Anak dengan Autisme

Seperti layaknya anak-anak pada umumnya, anak dengan autisme atau Spektrum Autisme (SA) juga mengalami perubahan dari usia ke usia. Namun pada momen pertumbuhan ini kerap kali ada berbagai hal yang menjadi tantangan tersendiri dengan para orangtua yang sudah harus siap merangkul mereka dengan kesabaran. Seperti kisah Erita Sitorus dengan putranya bernama Cohen yang saat ini sudah menginjak usia 25 tahun.

Berdasarkan pengalaman tenaga pendidik di salah satu universitas swasta di Jakarta ini, perkembangan anak yang menyandang autisme biasanya bisa terlihat di usia-usia tertentu. Di mana Erita membaginya menjadi tiga fase usia yang terdiri dari rentang usia 1-5 tahun, 6-12 tahun, masa puber.

[Baca Juga: Keluarga Jadi Elemen Penting untuk Pendidikan Anak dengan Autisme]

Fase Usia 1-5 Tahun

Berbeda dengan anak-anak pada umumnya, penyandang autisme menurut Erita tidak memperlihatkan perkembangan yang signifikan dalam usia ini. Dengan yang paling menonjol adalah terkait perkembangan motorik si anak. Namun dalam usia ini, mereka masih dapat dikendalikan walaupun kerap memperlihatkan sifat yang agresif terhadap orang lain.

“Pada usia ini, anak SA tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Kemudian ia lambat perkembangan motorik halusnya (saat makan atau minum berantakan) lambat berbicara, tidak mampu menyampaikan keinginannya, tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya, tidak dapat mengerti apa yang dikatakan orang lain, senang dengan dunianya sendiri, mengamuk, memukul, menggigit orang lain, menyakiti diri sendiri,” jelas Erita kepada PingPoint.co.id melalui aplikasi chat (1/4/2020).

Menelisik Perkembangan Anak Penyandang Autisme

Fase Usia 6-12 Tahun

Menurut Erita ini merupakan salah satu fase yang sangat benar-benar dibutuhkan kesabaran serta informasi yang disampaikan secara tepat kepada orang lain. Mengingat pada fase ini, anak SA cenderung lebih sulit dikontrol sehingga bila tidak dirangkul secara sabar, pada rentan usia ini, perilaku mereka dapat memicu tekanan terhadap psikologi keluarga.

“Pada saat usia ini perlu ekstra sabar, karena sulit dikendalikan, khususnya untuk orangtua atau keluarga inti yang tidak paham dengan kondisi anak SA atau belum bisa menerima apa adanya. Kondisi ini juga tergantung dengan apakah anak hanya mengalami SA atau disertai juga dengan IQ di bawah rata-rata, atau sangat hiperaktif,. Di sini anak SA tidak memiki keteraturan dengan perilakunya kacau. Misalnya ada tamu, anak SA tiba-tiba memukulnya atau minuman tamu diminumnya,” tutur Erita.

[Baca Juga: Kesadaran Autisme Penting untuk Orangtua atau Anak?]

Fase Puber

Layaknya anak-anak yang beranjak remaja dan memasuki masa pubertas, anak penyandang autisme juga turut mengalaminya dan hasrat untuk menyukai lawan jenis juga sudah muncul. Di mana, penyandang SA cenderung tidak bisa menahan perasaannya. Bahkan berdasarkan pengalaman Erita, putranya tak segan untuk menghampiri perempuan yang menurutnya cantik sembari menggoda atau bahkan menyentuh bagian tubuh tertentu mereka.

Selain itu, putranya juga kerap menyentuh alat vitalnya di kala pagi hari dan dari sinilah menurut Erita sudah harus ada pendekatan edukasi seksual yang sederhana. Dengan Erita yang menjelaskan setiap saat bahwa apa yang dilakuka Cohen tersebut tidak sopan dan dapat memicu kemarahan orang lain. “Intinya, saya harus sabar menyampaikannya dan berulang-ulang, every time –every day dengan kasih sayang dan doa,” sambungnya.

Ketika putranya beranjak dewasa, menurut Erita, apa yang ia bekali setiap hari di dalam hidupnya Cohen mulai berbuah manis. Dengan putranya yang sudah dapat memahami apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Bahkan setiap kegiatan Erita seperti ke gereja atau acara natal di tempat kerjanya, ia akan membawa Cohen untuk berinteraksi dengan orang lain. “Orangtua harus penuh kesabaran , kasih sayang dan doa,” pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.