SERPONG_KAWASAN_MENELUSURI-SAKSI-BISU-PENINGGALAN-SEJARAH-DI-SERPONG_GALIH_1100-px-X-600-px.jpg

Berita Kawasan

Menelusuri Saksi Bisu Peninggalan Sejarah di Serpong

Dulu hamparan perkebunan karet, kini berubah menjadi kawasan elite. Itulah yang menggambarkan kawasan Serpong saat ini. Serpong merupakan sebuah kecamatan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Namanya memang kental sekali dengan perumahan elite BSD City. Pertumbuhan pembangunan properti di sana seakan tak terbendung. Berbagai fasilitas dibangun, layaknya kota mandiri.

Terlepas dari perubahan drastis tersebut, sejenak kita menengok ke belakang tentang sejarah Serpong. Serpong ternyata memiliki rekam jejak sejarah perjuangan yang punya nilai histori tinggi. Berbagai peristiwa dan perang di zaman penjajahan Belanda kala itu terjadi di kawasan Serpong. Kali ini, PingPoint ingin mengulas napak tilas perjuangan dan beberapa bangunan bersejarah di Serpong.

Monumen Lengkong

Salah satu peristiwa yang dikenang sampai saat ini adalah Peristiwa Lengkong. Peristiwa ini terjadi pada 25 Januari 1946 silam. Kala itu, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong. Pada pertempuran tersebut, Mayor Daan Mogot dan 2 Perwira Tentara Rakyat Indonesia (TRI) serta 33 orang Taruna dari Akademi Militer Tangerang gugur di Desa Lengkong. Untuk mengenang peristiwa itu, pemerintah membangun monumen bernama Monumen Lengkong dan Taman Daan Mogot yang berada di dalam kawasan perumahan BSD City.

Mengutip dari laman wikipedia.org pada Rabu (10/10/2018), monumen ini berdiri pada 1993 di atas lahan seluas 500 persegi meter. Pada dinding prasasti tertulis nama-nama taruna dan perwira yang gugur dalam Peristiwa Lengkong. Meski berada di tengah perumahan elite, keberadaan taman dan monumen masih tetap dilestarikan sebagai bagian cagar budaya bangsa.

SERPONG_KAWASAN_MENELUSURI SAKSI BISU PENINGGALAN SEJARAH DI SERPONG_GALIH_1100 px X 600 px_REVISI 01-02.jpg

Taman Makam Pahlawan Seribu

Tak hanya Monumen Lengkong, di Serpong juga terdapat peninggalan sejarah bernama Taman Makam Pahlawan Seribu. Asal-usul penamaan tersebut lantaran ketika pertempuran laskar Banten terhadap tentara Belanda pada Mei 1946 melibatkan ribuan orang. Serangan itu terjadi karena Banten merasa tercancam dengan didudukinya Serpong oleh Belanda. Pasukan laskar dari Desa Sampeureun, Kecamatan Maja pun berjalan menuju Serpong untuk merebut kembali wilayah Serpong dari ‘tangan’ Belanda.

Mereka yang gugur di medan perang, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Seribu yang letaknya berada di Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan. Di monumen daftar nama-nama para pahlawan di taman makam ini, terdapat 151 nama pahlawan, dan sisanya, sebanyak 87 makam tertulis sebagai Pahlawan Tak Dikenal. Taman Makam Pahlawan Seribu kini ditetapkan sebagai situs bersejarah dan selalu dikenang tiap tahunnya.

SERPONG_KAWASAN_MENELUSURI SAKSI BISU PENINGGALAN SEJARAH DI SERPONG_GALIH_1100 px X 600 px_REVISI 01-03.jpg

Tugu Perjuangan Rakjat Serpong

Situs bangunan sejarah lainnya di Serpong adalah Tugu Perjuangan Rakjat Serpong yang berlokasi di pertigaan Cisauk – Serpong. Di tugu tersebut tertulis “Tugu Peringatan Proklamasi 17 Agustuts 1945 Didirikan Pada Hari Selasa Djam 6 Petang Tgl 27 Desember 1949 (5 Maulud 1936) Rakjat Serpong”.

Tugu ini merupakan simbol perlawanan rakyat Serpong terhadap agresi militer Belanda kedua pada tahun 1948 silam. Dulu kondisinya sangat memprihatinkan, karena diapit oleh warung makan dan warung rokok yang membuka lapak tanpa izin. Kini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menata kembali bangunan liar tersebut. Sehingga tugu sejarah ini terlihat telah tertata dengan baik.

Keberadaan bangunan sejarah di Serpong tersebut, sejatinya harus kita jaga dan lestarikan bersama. Jangan sampai keberadaannya dijadikan sebagai bangunan kuno yang tergerus oleh zaman. Mari kita lestarikan dan jaga monumen sejarah di Serpong.

Read More

Artikel Lainnya

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari

Kesehatan

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari!

10 December 2019, 18:00

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori saat malam hari akan membuat berat badan naik. Ingin kurus? hindari jenis makanan ini jelang tidur!

Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senen Direlokasi

Berita Kawasan

Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senen Direlokasi

10 December 2019, 16:00

Dalam rangka menata trotoar di Jalan Raya Senen, Pemkot Jakarta Pusat relokasi para pedagang pakaian bekas.

Ular Sanca Besar Ditangkap Petugas Kelurahan Kebagusan

Berita Kawasan

Ular Sanca Besar Ditangkap Petugas Kelurahan Kebagusan

10 December 2019, 15:00

Warga Kelurahan Kebagusan baru-baru ini dikejutkan dengan kemunculan ular yang panjangnya lebih dari satu meter. Petugas pun sigap menangkapnya.

Perpusnas Terbitkan 150 Buku Berbasis Naskah Kuno

Pendidikan

Perpusnas Terbitkan 150 Buku Berbasis Naskah Kuno

10 December 2019, 14:00

Peluncuran 150 buku ini menjadi salah satu langkah Perpusnas dalam menjaga kekayaan naskah kuno nusantara agar informasi di dalamnya lebih mudah diakses umum.


Comments


Please Login to leave a comment.