Maestro Tari Didik Nini Thowok Ramaikan Lathi Challenge

Hobi dan Hiburan

Mengapa Didik Nini Thowok Ikut Ramaikan Lathi Challenge?

TikTok sebagai platform video yang digemari generasi mudah sejak awal Juni ini diramaikan #LathiChallenge. Challenge makeup itu menggunakan lagu berjudul Lathi. Lagu itu merupakan single terbaru dari Weird Genius hasil kolaborasi bersama Sara Fajira. Lalu, mengapa maestro tari Didik Nini Thowok merasa perlu meramaikan tren ini dengan mengunggah video #LathiChallenge versi sendiri di akun pribadi YouTube-nya?

Video Didik berdurasi 1 menit 21 detik. Penari bernama lengkap Didik Hadiprayitno atau Kwee Tjoen Lian itu awalnya menampilkan riasan sederhana. Wajahnya berubah menjadi lebih sangar dengan makeup spesial effect. Ada belasan versi makeup yang menampilkan berbagai macam gaya penari dalam seni pertunjukan Indonesia. Didik menghadirkan berbagai wajah seperti yang biasa dilakoni di panggung seni pertunjukan. Tentunya tidak ketinggalan Didik juga menari dengan dengan tingkat keterampilan dan keluwesan yang tidak perlu lagi dipertanyakan.

Maestro Tari Didik Nini Thowok Ramaikan Lathi Challenge

Tak lupa Didik Nini Thowok memberikan apresiasi kepada Weird Genius atas karya lagu Lathi yang mengagumkan dalam unggahan tersebut. "Selamat buat Weird Genius atas karyanya yang menginspirasi banyak orang, termasuk eyang hehehe. Pesan moral : hati-hati dengan "wanita yang sedang marah" hihihi," tullis Didik. Lagu Lathi merupakan hasil kolaborasi antara Weird Genius dan Sara Fajira yang mendapat perhatian luas dari publik belakangan ini. Kepopuleran lagu ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga mancanegara.

Sementara itu, #LathiChallenge awalnya dipopulerkan seorang beauty vlogger Jharna Bhagwani. Awalnya, remaja 17 tahun itu membuat konten makeup dengan iringan lagu Lathi dan menambahkan tagar #LathiChallenge. Setelah itu orang-orang di Indonesia mengikuti jejaknya dengan membuat kreasi makeup dengan pakaian tradisional. Ada juga yang hanya menggunakan aplikasi ponsel.

[Baca Juga: Melestarikan Tarian Betawi di Setu Babakan]

Sayangnya, kepopuleran lagu yang digunakan dalam #LathiChallenge itu diiringi dengan rumor tidak sedap yang menyebutkan bahwa lagu itu merupakan lagu pemanggil arwah. Meski Weird Genius maupun Sara Fajira membantah kabar itu, tapi kabar itu masih saja tetap bergulir. Salah satu yang menyoroti keberadaan lagu Lathi sebagai lagu pemanggil setan adalah Wan Dazrin, seorang agamawan dari Malaysia.

Kemarahan Perempuan

Psikolog Klinis Adityana Kasandra Putranto mengatakan, menurutnya ada beberapa alasan mengapa #LathiChallenge populer. "Banyak perempuan merasa memiliki koneksi dengan lagu ini, lalu ditambah kreativitas para MUA yang menyajikan unsur keindahan tambahan sehingga lengkap menjadi sebuah Music Beauty Fashion yang artistik," ujar Kasandra seperti dilansir dari Kompas.com (9/6/2020).

Maestro Tari Didik Nini Thowok Ramaikan Lathi Challenge

Kasandra juga menyinggung tentang makna lagu tersebut yang memiliki kedekatan dengan orang-orang Indonesia. Menurutnya, lagu itu mengandung makna yang dalam tentang dampak kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan itu dapat berupa penderitaan, sakit fisik, sakit hati, ketidakberdayaan, dan amarah maupun dendam. "Saya sangat mengapresiasi tim kreatif mereka yang berani mengungkap fakta bahwa kekerasan dan kekerasan seksual masih terjadi di Indonesia dan sampai sekarang rantai kekerasan masih sulit diputuskan," Kasandra menjelaskan.

Kekerasan terhadap perempuan sulit dihentikan menurutnya karena berbagai faktor, mulai dari pernikahan dini, toxic relationship, kekerasan seksual, perdagangan manusia, dan lain-lain. Lathi Challenge telah membuat banyak orang mau menunjukkan kreativitasnya lewat kreasi makeup. Bahkan dirinya sendiri ikut serta challenge itu.

Maestro Tari Didik Nini Thowok Ramaikan Lathi Challenge

Didik dan Topeng Perempuan

Tidak berbeda dengan yang dijelaskan Kasandra, Didik Nini Thowok juga bukan sekadar ingin turut meramaikan apa yang tengah viral di kalangan anak muda.Menurut Didik Nini Thowok, ia mengetahui tentang lagu Lathi, termasuk Lathi Challenge, dari putranya, Bonaventura Aditya WH. Anak yang baru lulus SMP tersebut kala itu memuji sekaligus mengkritik video klip Lathi.

Ayah dan anak itu kemudian juga menyaksikan perbincangan Weird Genius bersama Deddy Corbuzier mengenai Lathi yang dikecam Wan Dazrin. Ada kegelisahan yang muncul dalam diri Didik Nini Thowok ketika mengetahui perihal itu. Sebab, sebagai seniman yang telah puluhan tahun mendalami berbagai budaya, ia paham bahwa Lathi tak ada kaitannya dengan pemanggilan maupun pemujaan setan.

Maestro Tari Didik Nini Thowok Ramaikan Lathi Challenge

"Saya baru ngobrol gitu sama anak saya, lha, tiba-tiba paginya manajemen saya dari yayasan itu WhatsApp, 'Mas, ini Lathi, kok, menarik? Garap, yuk.' Begitu," ujar Didik Nini Thowok yang dikutip dari Kumparan (24/6/2020). Demi mengedukasi masyarakat, terlebih generasi muda, agar tak keliru dalam memahami seni, Didik Nini Thowok pun menyambut baik ajakan manajemen untuk membuat video Lathi Challenge.

Menurut Didik, apa yang diekspresikan Weird Genius dan Sara Fajira melalui video klip lagu Lathi sudah tepat. Sebab, berdasarkan budaya Jepang—lebih spesifiknya terkait Tsunokakushi, penutup kepala tradisional yang dikenakan mempelai wanita—perempuan disebut punya sisi menyeramkan, demon, dalam diri.

[Baca Juga: Film KKN Desa Penari Akankah Seseram Kisahnya yang Viral di Twitter?]

"Yang diekspresikan Weird Genius itu sebenarnya sudah benar. Tapi, saya enggak tahu, dia memang mengerti atau secara kebetulan saja. Makanya, ini kesempatan juga bagi saya untuk menjelaskan bahwa sebenarnya kita harus belajar filosofi. Saya sebenarnya, kalau ada kesempatan ngobrol, pengin tahu apakah dia sudah pernah juga mengerti tentang filosofi drama Noh dengan topeng Hannya," tuturnya.

Kini, video Lathi Challenge yang dibuat Didik Nini Thowok telah menyita perhatian para pengguna media sosial. Salah seorang pengguna Twitter mengunggah video tersebut dan twit-nya telah di-retweet hampir 10.000 kali dan disukai oleh lebih dari 17.000 akun. Sementara di aku YouTube didikninithowok yang memiliki 26.400 subscribers, video yang diunggah pada 23 Juni 2020 ini telah ditonton lebih dari 20.000 kali hanya dalam sehari.

Read More

Artikel Lainnya

Toko Roti Masion Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

Kuliner

Toko Roti Masion Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

03 July 2020, 18:00

Pertama didirikan tahun 1936, toko kue dan roti Maison Weiner masih terus menjual roti dan kue hingga sekarang. Produksinya ditangani oleh generasi ke-3, Heru Laksana.

Pemprov Jabar Sudah Ambil Puluhan Ribu Sampel Swab Test COVID-19.jpg

Kesehatan

Pemprov Jabar Sudah Ambil Puluhan Ribu Sampel Swab Test COVID-19

03 July 2020, 17:00

Pemprov Jabar mengumumkan sudah mengambil lebih dari 70.000 sampel swab test COVID-19 dalam usaha mengejar standar minimal WHO.

Indonesia-dan-WHO-Kerja-Sama-Studi-COVID-19.jpg

Kesehatan

Sinergi Indonesia dan WHO Untuk Lakukan Studi COVID-19

03 July 2020, 15:00

Berpartisipasi dalam studi internasional ini adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai COVID-19.

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia.jpg

Pendidikan

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia

03 July 2020, 14:00

Ternyata aspek modernisasi di media pada era Orde Baru didorong Dahlan Iskan usai ia mengikuti program ILVI ke Amerika Serikat.


Comments


Please Login to leave a comment.