Mengapa Orang dengan Gangguan Makan Kesulitan Menatap Cermin

Kesehatan

Mengapa Orang dengan Gangguan Makan Kesulitan Menatap Cermin?

Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia, diperkirakan menyerang lebih dari 16 juta orang di seluruh dunia. Dianggap sebagai kondisi kesehatan mental yang serius, dalam banyak kasus, asupan makanan tidak terkendali, berlebihan, sampai makan sebanyak-banyaknya, atau secara bertahap dikurangi menjadi jumlah yang lebih kecil dan lebih kecil untuk memungkinkan seseorang menurunkan berat badan.

Banyak orang dengan kelainan pola makan mengalami apa yang disebut sebagai distorsi tubuh. Ini berarti bahwa apa yang mereka lihat di cermin berbeda dengan apa yang dilihat orang lain ketika mereka melihatnya. Sangat sering, seseorang dengan gangguan makan akan menganggap tubuhnya terlalu gemuk atau terlalu tidak sempurna, meskipun mereka tampak kurus bagi orang lain. Demikian dikatakan Valentina Cazzato, dosen psikologi dari Liverpool John Moores University, Inggris dalam tulisannya yang dimuat theconversation.com (11/10/2020).

Mengapa Orang dengan Gangguan Makan Kesulitan Menatap Cermin

Penelitian juga menemukan, orang yang terkena gangguan makan berjuang untuk secara akurat memahami sinyal internal tubuh mereka. Ini berarti bahwa informasi tubuh seperti merasa lapar atau kenyang, atau apakah jantung Anda berdetak dengan cepat, yang biasanya dirasakan dan dilibatkan oleh orang secara tidak sadar, menjadi tumpul dan diabaikan.

"Sebaliknya, ada kecenderungan untuk lebih fokus pada penampilan tubuhnya. Orang dengan gangguan makan akan sering melihat tubuh mereka untuk memeriksa tanda-tanda kenaikan berat badan," tulis Valentina.

Salah satu pendekatan pengobatan yang populer untuk orang dengan gangguan makan mencoba untuk secara langsung mengatasi gangguan citra tubuh. Terapi eksposur cermin melibatkan pasien yang mengenakan pakaian terbuka di depan cermin. Mereka kemudian diminta untuk mendeskripsikan tubuh mereka dengan cara yang netral dan tidak menghakimi, tujuannya adalah agar seiring waktu reaksi ini akan berkurang.

[Baca Juga: Merasa Bersalah Makan Banyak? Kenali Gejala Binge Eating Disorder]

Penelitian telah menunjukkan bahwa perawatan ini dapat mengurangi tekanan, pikiran negatif, dan ketidakpuasan tubuh. "Tetapi penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa bagaimana terapi dilakukan sangat penting. Dan, dalam beberapa kasus, terapi paparan cermin pada wanita dengan gangguan makan sebenarnya dapat memperburuk beberapa gejala," Valentina menambahkan.

Persepsi Tubuh dalam Cermin

Untuk penelitian kami, kami ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana persepsi tubuh dipengaruhi ketika orang dengan gejala gangguan makan melihat bayangan cermin mereka.

"Kami merekrut perempuan sehat yang menilai diri mereka memiliki kekhawatiran besar atau rendah tentang penampilan atau berat badan mereka," Valentina menjelaskan. Mereka diminta untuk melaporkan apakah mereka bisa merasakan sentuhan yang sangat lemah yang terjadi saat perangkat kecil yang menempel di pipi mereka bergetar. Mereka melakukan tugas ini sambil melihat foto asli atau acak dari wajah mereka sendiri, atau foto wajah wanita lain di layar komputer.

"Pada saat yang sama, kami memantau gairah fisiologis dengan mencatat perubahan aktivitas listrik di permukaan kulit. Ini memungkinkan kami untuk memeriksa tingkat stres dan respons emosional saat melihat foto-foto tersebut," Valentina melanjutkan.

[Baca Juga: Cara Diet Warga Jakarta Menurut Pakar]

Hasilnya, mereka menemukan menemukan bahwa wanita dengan perhatian utama tentang penampilan atau berat badan mereka lebih baik dalam mendeteksi sentuhan saat mereka diperlihatkan wajah mereka sendiri. "Tapi kami juga menemukan tingkat kesusahan mereka juga lebih besar. Di sisi lain, perempuan dengan kekhawatiran rendah tentang berat badan atau penampilan mereka lebih mampu mendeteksi sentuhan saat melihat perempuan lain atau gambar yang diacak," dia menerangkan.

Tampaknya, bercermin dapat membuat orang dengan gejala gangguan makan menjadi lebih tertekan dan lebih memperhatikan ciri-ciri luar tubuh dan penampilan tubuh. Ini tidak mengherankan karena kita tahu bahwa orang yang terkena gangguan makan cenderung lebih fokus pada penampilan tubuh mereka, seringkali mengabaikan sensasi tubuh internal mereka.

Read More

Artikel Lainnya

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

Hobi dan Hiburan

3 Film Indonesia Meraih Penghargaan Asian Academy Creative Awards 2020

29 October 2020, 15:05

Dari ketiga film tersebut, Viu mendapatkan 14 gelar Juara Nasional dari 40 kategori, sehingga berhak mengikuti babak internasional pada bulan Desember .

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.