ads
KEBON-JERUK_KESEHATAN_MENGAPA-BAYI-TABUNG-MAHAL_ICHWAN_1000-X-600-px.jpg

Kesehatan

Mengapa Program Bayi Tabung Mahal?

Program bayi tabung menjadi solusi bagi pasangan yang sulit memiliki anak. Namun masalahnya, untuk menjalani program bayi tabung ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Puluhan hingga ratusan juta rupiah. Alasan mahalnya program ini dipaparkan secara gambling oleh Morula IVF Indonesia dalam sebuah acara bertajuk “Morula : Fertility Science Week 2018” yang akan digelar di Central Park Mall Jakarta, tanggal 6-9 September 2018.

Medical Director of Morula IVF Indonesia Dr. Ivan Sini, SpOG menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa program bayi tabung menjadi cukup mahal. Pertama adalah obat-obatan yang digunakan dalam program ini. Obat-obatan yang digunakan atau dikonsumsi masih harus diimpor dari luar negeri. “Mahal sekali karena tidak bisa diproduksi di dalam negeri,” katanya dalam press conference pada Jumat (24/8/2018).

Kedua terkait dengan teknologi dan sumber daya manusia. Menurutnya, kedua faktor ini menjadi penentu utama keberhasilan program bayi tabung. “Berbicara tentang teknologi, tim yang membantu dalam program bayi tabung ini melakukan pengecekan ukuran mikron, 100 - 5 mikron. Itu enggak gampang mengerjakannya. Lalu, ada quality control. Itu semua butuh usaha,” terangnya.

[Baca Juga : 5 Trik Jitu Membeli Kebutuhan Bayi Di Garage Sale]

Salah satu artis yang menjalani program bayi tabung adalah Tya Aristya. Diakuinya, dirinya terpaksa menjalani program bayi tabung karena jumlah sel telur miliknya terlalu banyak, namun ukurannya terlalu kecil sehingga sulit mengalami ovulasi atau pembuahan.

Bersama sang suami, Tya menyiapkan dana hingga puluhan juta rupiah dan menjalani program bayi tabung di Klinik Morula IVF. “Untuk program bayi tabung Kanaka sekitar Rp60 juta. Lalu, untuk program bayi tabung ini sepertinya lebih dari itu karena aku perlu stimulan lebih. Jadi, amannya siapkan Rp 60-Rp100 juta,” cerita Tya.

Dokter Ivan menuturkan kegiatan Morula : Fertility Science Week 2018 ini digelar bertujuan untuk mensosialisaikan tentang kesuburan kepada masyarakat dan mengedukasi masyarakat tentang prosedur dan proses menjalani bayi tabung. Di acara ini pula, masyarakat juga bisa bertanya dan mendapatkan pengetahuan mengenai program bayi tabung dari berbagai sudut pandang.

Para orangtua juga bisa mengetahui lebih banyak mengenai bayi tabung dengan virtual reality experience di mana orang tua bisa melihat bagaimana proses bayi tabung dari sebuat mikroskop. Bukan hanya kalangan orang tua, anak-anak juga diajak untuk belajar ilmu dan sains di balik program bayi tabung. Akan disediakan pula mikroskop dan jas lab untuk belajar dan berfoto sebagai ilmuwan bayi tabung.

Morula IVF Indonesia adalah bagian grup kesehatan Bundamedik Healthcare System (BMHS) yang fokus dalam pengembangan klinik bayi tabung “Morula IVF" di lndonesia. Morula merupakan salah satu stadium embrio (cikal bakal janin) yang merupakan stadium yang matang dengan ciri terus berkembang dan IVF (In Vitro Fertilization) merupakan bahasa medis dari bayi tabung.

Tahun 1997, Grup BMHS membuka layanan Klinik Fertilitas Morula di RSIA Bunda Jakarta yang saat ini bernama Morula IVF Jakarta. Juni 1998, Morula IVF Jakarta melahirkan bayi tabung pertamanya yang kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun Klinik Morula IVF Jakarta.

[Baca Juga : Inisiasi Menyusui Dini Penting Untuk Ibu dan Bayi]

Kini, sebanyak lebih dari 3.000 bayi telah lahir melalui proses inseminasi dan bayi tabung di Morula. Sejak tahun 2012, didirikanlah Morula IVF Indonesia sebagai langkah BMHS dalam mengembangkan layanan bayi tabung lebih cepat lagi di seluruh Indonesia.

Saat ini Morula IVF Indonesia memiliki delapan Klinik Bayi Tabung di Indonesia, yakni Morula IVF Jakarta, Morula IVF Padang, Klinik Morula IVF Margonda, Morula IVF Surabaya, Klinik Morula IVF Melinda Bandung, Klinik Morula IVF Pontianak, Morula IVF Makassar, dan Morula IVF Tangerang. Morula IVF Indonesia sendiri adalah jejaring layanan bayi tabung pertama dan terbesar di Indonesia.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  7 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  5 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads