PURI-KAWASAN-MENGENAL ASAL USUL NAMA KEMBANGAN JAKARTA BARAT-GALIH-1100 px X 600 px-02.jpg

Berita Kawasan

Mengenal Asal-usul Nama Kembangan Jakarta Barat

Kembangan, salah satu kecamatan yang berada dilingkup Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Barat. Wilayah ini memiliki luas wilayah sekira 2.419 hektare yang terdiri dari enam kelurahan. Di antaranya Kelurahan Joglo, Srengseng, Meruya Selatan, Meruya Utara, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.

Kini kawasan Kembangan terus bersolek. Ini terlihat dari geliat pembangunan di sana yang seolah tak pernah mati. Komplek perumahan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, dan lainnya, terus dibangun untuk memanjakan masyarakat di sana. Bahkan letak Kantor Wali Kota Jakarta Barat pun berada di Jalan Raya Kembangan No.2, Kembangan Selatan. Di balik geliat pembangunan tersebut, tahukah Anda sejarah nama atau penamaan Kembangan?

Nah, kali ini PingPoint ingin mengulas sejarah asal-usul tentang penamaan Kembangan. Seperti dilansir dari Jakarta.Bisnis.com, pada Kamis (18/10/2018), dulunya Kembangan adalah kawasan perkampungan yang mempunyai sejarah yang tak terpisahkan dari kota Jakarta tempo dulu. Merujuk dari buku 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenudin HM, ternyata dalam tulisannya terdapat dua versi atau pandangan mengenai asal-usul penamaan daerah Kembangan.

Pertama, dalam buku setebal 377 halaman ini, menyebutkan bahwa Kembangan berasal dari jenis atau gaya seni pencak silat Betawi yang menjadi tradisi di kawasan tersebut. Kembangan pencak namanya, yang merupakan latihan tata gerak sebelum melakukan gerak-gerak silat terhadap lawan. Gaya pencak silat ini, memiliki nilai budaya dan estetika gerak, sikap etika, dan estetika.

Selain itu, dalam kembangan pencak juga terdapat beberapa tari-tarian sebagai seni gerak yang biasanya diiringi permainan rebana, seperti rebana biang dan blenggo. Dari situ, seni pencak silat di Kembangan berkembang dengan pesat. Hingga akhirnya, masyarakat di sana memberikan nama daerah di Jakarta Barat ini, dengan nama Kembangan.

Sementara dilihat dari sisi versi keduanya, dalam buku 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe yang diterbitkan oleh Ufuk Press pada Oktober 2012 ini, mengatakan bahwa kata Kembangan berasal dari keadaan alam pada masa lalu yang merupakan perkebunan bunga atau kembang. Tanaman kembang tersebut sangat beragam, mulai dari kembang mawar, kembang pihong, kembang melati, hingga kembang anggrek.

Tanaman kembang tersebut ditanam oleh penduduk asli Kembangan, yang kala itu mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani. Banyaknya lahan kembang di sana, jadi latarbelakang tersendiri mengapa masyarakat menyebutkan wilayah tersebut dengan kata Kembangan yang terinspirasi dari kata Kembang-an.

Demikian asal-usul penamaan Kembangan yang berasal dari buku berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenudin HM. Diharapkan perkembangan wilayah ini, tak membuat masyarakatnya melupakan sejarah dan selalu melestarikan serta menjaga nama baik wilayah Kembangan.

Read More


Artikel Lainnya

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

Bisnis

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

20 June 2019, 10:00  |  11 Views

MMA sebentar lagi menggelar penghargaan Smarties, asosiasi ini mengajak pengusaha lokal di Indonesia untuk ikut dalam perhelatan tersebut.

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

Kesehatan

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

20 June 2019, 11:00  |  13 Views

Kanker masih jadi penyakit yang menyeramkan di Indonesia. Kenali kanke rotak lebih dalam agar bisa ditangani dengan tepat.

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

Berita Kawasan

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

20 June 2019, 09:00  |  10 Views

Kelas Berlari MILO merupakan wadah bagi para peserta khususnya pelari pemula untuk mempersiapkan diri mengikuti MILO Jakarta International 10K.

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Bekerjasama Memajukan Wilayah Jakarta Timur

Berita Kawasan

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Kerjasama Majukan Wilayah Jakarta Timur

20 June 2019, 12:00  |  4 Views

Pemkot Jaktim menerima audiensi PT. JIEP pada 17 Juni 2019. Kedua pihak membahas penataan kota demi bersama memajukan wilayah kota Jakarta Timur.


Comments


Please Login to leave a comment.