KEMANG_KESEHATAN_MENGENAL BERBAGAI PERMASALAHAN KULIT KEPALA_ICHWAN_REVISI 01-01.jpg

Kesehatan

Mengenal Berbagai Permasalahan pada Kulit Kepala

Iklim Indonesia yang tropis membuat sebagian orang membutuhkan perawatan ekstra terhadap kulit kepala. Namun bukan hanya faktor iklim, berbagai permasalahan kulit kepala bisa muncul dengan berbagai sebab. Dokter klinik kulit dan kelamin dari Kemang Medical Care, Dr. Bimo Aryo Tejo, SpKK mengatakan ada lima masalah kulit kepala lima yang paling sering terjadi dan dirasakan masyarakat.

Kelima masalah kulit kepala itu antara lain ketombe, infeksi bakteri atau jamur dan infestasi kutu, permasalahan rambut, dan alergi pada kulit kepala. Dalam laman resmi Kemang Medical Care, Dr. Bimo menjelaskan permasalahan ketombe tidak sesederhana yang dipahami oleh masyarakat.

Ketombe sebenarnya adalah bentuk ringan dari dermatitis seboroik, yaitu eksim yang terjadi pada bagian tubuh yang banyak sebum-nya atau kelenjar minyaknya. Biasanya pada bagian kulit kepala, tepi hidung, alis, belakang telinga, leher, dada atas dan punggung atas.

Kemudian ada infeksi bakteri atau jamur dan infestasi kutu. Infeksi bakteri di kulit kepala bisa dalam berbagai bentuk, dari yang hanya luka lecet karena garukan dan tidak sembuh, benjolan kecil pada sekitar folikel rambut yang disebut dengan folikulitis hingga terbentuknya abses yang memerlukan obat dan penanganan yang lebih serius.

Begitu juga dengan kutu pada rambut, yang dulu sudah dikira tidak ada lagi, namun sekarang mulai lagi ditemukan kasus kutu pada rambut terutama pada anak-anak. Kasus kutu rambut ini juga tidak terbatas pada orang dengan higiene yang buruk, namun juga bisa ditemukan pada kalangan menengah keatas.

Masalah kulit kepala juga memberi dampak pada permasalahan rambut seperti adanya kerontokan rambut dan rambut sudah mulai berubah warna menjadi putih. Selanjutnya bisa muncul pula alergi pada kulit kepala yang reaksi alergi yang terjadi akibat produk perawatan rambut bisa menimbulkan keluhan pada kulit kepala. Terakhir adalah dapat mengakibatkan permasalahan kulit kepala yang lain bisa berupa adanya tumor bawaan. “Contohnya nevus atau tahi lalat jenis tertentu yang sudah ada sejak lahir dan biasanya tidak tumbuh rambut,” terang Dr. Bimo dalam website kemangmedicalcare.com.

Lalu, bagaimana mengobati permasalahan kulit kepala tersebut? Dokter Bimo menerangkan ketombe memiliki tingkatan mulai dari ringan berupa serpihan kulit kepala yang terlihat saat menggunakan pakaian baju berwarna gelap hingga dermatitis seboroik yang tertutup sisik tebal berwarna kuning.

Untuk kasus ketombe ringan bisa diatasi dengan menggunakan sampo anti ketombe dengan berbagai zat aktif seperti zinc, dan selenium sulfide. “Namun untuk ketombe yang berat atau bahkan sudah menjadi dermatitis seboroik diperlukan obat anti radang, anti jamur yang sesuai,” ucap Dokter Klinik Medical Care ini.

Untuk permasalahan infeksi di rambut yang paling sering terjadi adalah infeksi bakteri dan jamur yang berakhir pada kerontokan rambut. Untuk infeksi bakteri yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kulit kepala. Penggunaan produk rambut dan kulit kepala seperti penggunaan hair gel atau pomade yang terlalu berat akan menyebabkan timbulnya infeksi pada kulit kepala.

Begitu pula dengan infeksi jamur yang bisa terjadi apabila tidak menjaga kebersihan kuli kepala. Kulit kepala yang lepek karena minyak akan menyebabkan jamur tertentu tumbuh subur dan memicu tumbuhnya dermatitis seboroik. Perhatikan pula kemungkinan tertularnya jamur dari binatang peliharaan khususnya kucing. “Kulit kepala yang lembab akan memudahkan jamur dari hewan untuk dapat menempel dan tumbuh pada kulit kepala yang akan mengakibatkan kebotakan, ucap Dr. Bimo.

Berbicara mengenai alergi pada kulit, sebenarnya banyak produk yang bisa memicu terjadinya alergi pada kulit kepala. Paling sering adalah produk cat rambut yang mengandung alergen dari pewarna hitam yang terkandung pada cat rambut warna gelap. Seseorang yang mengalami alergi terhadap cat rambut akan juga mengalami reaksi silang terhadap cat warna jenis yang lain, baik herbal ataupun non herbal.

Selain alergi karena pigmen warna cat rambut, alergi juga bisa dipicu oleh parfum yang dikandung dalam satu produk yang digunakan untuk rambut atau kulit kepala, jadi perlu diperhatikan pemilihan produk produk yang akan dipakai.

Permasalahan yang terakhir adalah adanya tumor baik jinak atau ganas yang bisa timbul pada kulit kepala karena lebih dari 50 persen tumor kulit ditemukan pada bagian kepala dan leher yang disebabkan karena paparan sinar matahari. “Pada bayi yang baru lahir bisa ditemukan tahi lalat yang sering timbul pada kulit kepala dan tidak ditemukan rambut yang tumbuh di atasnya,” tutur Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Kemang Medical Care ini.

Read More

Artikel Lainnya

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia .jpg

Kuliner

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia

05 August 2020, 20:00

Fit Gourmet menghadirkan menu khusus di momen perayaan 17 Agustus ini dengan jajanan khas Indonesia yang sehat.

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan.jpg

Kesehatan

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan

05 August 2020, 19:00

Kang Emil mengumumkan siap membantu usaha uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan Unpad.

Sisca Soewitomo Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

Kuliner

Sisca Soewitomo: Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

05 August 2020, 15:00

Perempuan kelahiran Surabaya, 8 April 1949 ini legendaris kerap disebut sebagai Ratu Boga Indonesia akibat penampilannya yang lincah kala memasak di program televisi Aroma.

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

Kesehatan

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

05 August 2020, 14:00

Apabila terhirup, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek.


Comments


Please Login to leave a comment.