Tips Mengatasi Homesick untuk Mahasiswa Perantau

Kesehatan

Mengenal Emotional Blackmail dan Cara Mengatasinya

Tanpa disadari, setiap orang mungkin saja pernah menjadi pelaku maupun korban emotional blackmail atau pemerasan emosional.

Contohnya, Anda pernah berutang kepada orang lain, dan beberapa waktu kemudian, keadaan berbalik, orang itu yang berutang pada Anda. Masalahnya, saat itu juga Anda tidak bisa meminjamkan uang karena perlu membayar kebutuhan dalam jumlah besar. Ia pun mengingatkan Anda akan kejadian ketika Anda berutang padanya. Alhasil, Anda merasa tidak enak.

Melansir Huffington Post (17/6/2020), Karla Ivankovich, seorang konselor di Chicago, Amerika Serikat mengatakan, “[emotional blackmail] adalah kondisi ketika seseorang yang dekat dengan kita menggunakan sesuatu yang dia tahu tentang kita untuk melawan, atau sebagai alat untuk melukai atau memanipulasi,” Tujuannya, kata Ivankovich adalah menimbulkan rasa takut atau rasa bersalah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Cegah Kekerasan Seksual yang Sering Terjadi Pada Remaja

Istilah emotional blackmail menjadi populer di akhir tahun 1990-an, dikenalkan oleh seorang psikoterapis bernama Susan Forward. Istilah ini biasanya dipakai dalam konteks hubungan sepasang kekasih atau hubungan apa pun yang ikatannya erat, dan menjadi pertanda hubungan yang tak sehat.

[Baca Juga: Apakah Penderita Gangguan Cemas Sebaiknya Tak Nonton Joker?]

Sebenarnya, emotional blackmail bisa berbentuk lebih sederhana. Darlende Lancer, seorang ahli terapi keluarga sekaligus penulis buku “Conquering Shame and Codependency” memberi contoh, emotional blackmail bisa berupa mengancam membeberkan rahasia seseorang kepada orang yang ia kenal. “

“Contoh mudahnya adalah mengancam secara terang-terangan atau tersirat seperti saya bilang ke anak-anakmu kalau kamu….. atau kamu mau kalau orangtua, teman-teman, dan bos kamu tau kalau kamu begini?” papar Lancer.

Tidak Selalu Negatif

Kendati demikian, emotional blackmail tidak selalu merujuk pada hal yang negatif. Mungkin saja, kata Lancer, pelaku emotional blackmail tidak bermaksud mengancam untuk mendapatkan apa yang ia inginkan tapi justru sebagai tanda menyerah.

“Mungkin teman Anda tipikal orang yang cenderung menyenangkan orang lain, jadi ia cemberut ketika Anda mengatakan tidak dapat melakukan sesuatu [yang ia inginkan],” jelas Lancer.

[Baca Juga: Mengurangi Kecemasan dengan Kegiatan Mencuci Piring]

Ivankovich menambahkan, emotional blackmail juga bisa terjadi karena seseorang kurang paham mengenai bagaimana cara menyampaikan perasaan kepada orang lain. “Mungkin pasangan Anda tidak menyadari bagaimana cara mengatakannya, sehingga mereka membuat ancaman,” kata Ivankovich mencontohkan.

Cara Mengatasi

Sejatinya, Anda tidak bisa mengatur bagaimana perlakuan orang lain terhadap Anda, itu di luar kuasa Anda.

Akan tetapi, bila Anda mengalami emotional blackmail, kata Lancer, Anda harus dengan tegas mengatakan kepada pelaku untuk tidak berbuat demikian. Mungkin Anda segan, tetapi cara itu patut dicoba. “Anda juga bisa meyakinkan si pelaku bahwa Anda menyayanginya dan tidak ingin hubungan menjadi hancur, tetapi tetaplah tegas bahwa Anda tidak ingin melakukan apa yang mereka inginkan,” jelas Lancer.

“Kalau mereka dengan jelas melakukan hal tersebut [emotional blackmail] untuk memengaruhi perasaan Anda, cobalah dengan tegas mengatakan Anda tidak bisa diancam,” pungkas Ivankovich.


Read More

Artikel Lainnya

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

Kecantikan dan Fashion

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

25 June 2022, 13:03

SymWhite 377, Vitamin C, dan Ekstrak Licorice membantu menghambat produksi melanin, sedangkan Niacinamide (B3) membantu menghambat transfer melanin di kulit.

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YP K.jpg

Pendidikan

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YPK

24 June 2022, 16:06

Bertajuk Archipelago, puluhan karya seni dari mahasiswa ISBI dipamerkan di Galeri YPK Kota Bandung hingga 30 Juni 2022.

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif.jpg

Bisnis

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif

24 June 2022, 14:04

Dengan brand Newhun, warga di Kota Bandung berhasil mengolah limbah sampah plastik bisa menjadi produk jam tangan.

Terintegrasi dari MRT Hingga Ojol di Ibu Kota, Masyarakah Diajak Unduh Apps JakLingk o.jpg

Berita Kawasan

MRT Hingga Ojol Ibu Kota Terintegrasi, Warga Diajak Unduh Apps JakLingko

24 June 2022, 11:02

Pemprov DKI mengajak masyarakat Ibu Kota mengunduh apps JakLinko guna mempermudah serta menghemat waktu untuk memanfaatkan berbagai transportasi di Jakarta bahkan termasuk mendapatkan tiket malam puncak HUT Jakarta ke-495.


Comments


Please Login to leave a comment.