ads
Gabus Pucung Khas Betawi 2.jpg

Kuliner

Mengenal Gabus Pucung, Warisan Budaya Khas Betawi

Setiap daerah pasti memiliki budaya khas tersendiri, mulai dari seni dan budaya, benda, dan makanan. Salah satu warisan budaya yang paling dikenal adalah rendang dari Sumatera Barat, Seni Pertujukan Tektekan dari Bali, Tapi Topeng miliki Cirebon, dan masih banyak yang lainnya.

Bekasi pun memiliki budaya khas yang terdaftar dalam warisan budaya tak benda yang disudah ditetapkan sejak 2014 lalu, melansir dari situs kemdiknas.go.id, gabus pucung masuk dalam salah satu warisan budaya dari Betawi khususnya Bekasi dan Jakarta.

[Baca Juga: Nikmatnya Tempat Makan Khas Betawi dekat Rawamangun Jakarta]

Menu wisata kuliner nikmat ini merupakan makanan berkuah mirip rawon yang terbuat dari ikan gabus. Kuah hitam gabus pucung yang mirip rawon ini didapatkan dari buah kluwek. Dalam bahasa Betawi Sunda, kluwek disebut pucung. Maka dari itu, nama gabus pucung diambil dari dua bahan utama kuliner khas Bekasi tersebut.

Bumbu kuah gabus pucung merupakan campuran kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit dan daun salam. Semua bumbu diulek lalu ditumis kemudian tambahkan air. Sehingga menciptakan cita rasa asin, gurih, dan pedas di waktu yang bersamaan.

Gabus Pucung Kuliner Khas Betawi

Melansir dari indonesiana.tempo.co (1/2/2019), yang menampilkan wawancara dengan pengusaha rumah makan khas Betawi Suharno mengatakan gabus pucung merupakan makanan khas Betawi sejak dulu. Melansir dari saliha.id, hal tersebut juga dibenarkan. Menurut sejarahnya, gabus pucung tercipta berkat ketidakmampuan pribumi di Betawi untuk mengonsumsi ikan mas, mujai, atau bandeng saat zaman kolonial Belanda.

Pada saat itu, ikan mas, mujair, dan bandeng merupakan ikan yang mahal dan tidak bisa dinikmati oleh masyarakat Betawi. Maka dari itu, masyarakat mencari ikan yang lebih mudah ditemukan dan harganya lebih murah. Saat itu ikan gabus, berkembang biak dengan liar dan populasinya sangat banyak, sehingga mudah ditemukan di sungai atau rawa-rawa.

[Baca Juga: Aktivis Budaya Menelisik Sastra Khas Bekasi]

Kemudian, dari hasil tangkapan di sungai atau rawa-rawa ada yang mengolah ikan tangkapannya dengan bumbu kuning maupun bumbu hitam atau yang sekarang ini disebut gabus pucung. Walaupun ikan gabus mudah ditemukan, gabus pucung merupakan salah satu makanan yang istimewa untuk masyarakat Betawi.

Selain untuk lauk yang nikmat untuk segala kalangan masyarakat di Betawi, konon gabus pucung juga dikonsumsi karena khasiatnya. Saat itu, Suharno pernah menemukan pelanggan yang mengonsumsi gabus pucung rutin guna pengobatan, pelanggannya mengaku ikan gabus dapat mempercepat pengeringan luka sehabis operasi. Selain itu bagi orang yang mengalami kekurangan protein, khususnya albumin, mengonsumsi gabus pucung juga sangat baik untuk menambah jumlah albumin.

Albumin merupakan proten dalam darah yang diperlukan oleh tubuh untuk memelihara dan memperbaiki jaringan. Menurut pelanggannya, dia sering mengalami nyeri sendi dan dokternya menyarankan mengkonsumsi ikan gabus.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  3 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  3 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads