MENGENAL GEDUNG JUANG 45 PENINGGALAN SEJARAH YANG KINI JADI CAGAR BUDAYA

Berita Kawasan

Mengenal Gedung Juang 45 yang Kini Jadi Cagar Budaya

Anda tentu pernah mendengar puisi kenamaan dari Chairil Anwar yang berjudul Karawang – Bekasi. Dalam puisi tersebut digambarkan keadaan masa perjuangan merebut kemerdekaan yang dilakukan masyarakat di Karawang hingga Bekasi. Dari hal tersebut Anda bisa mengetahui, jika masyarakat Bekasi juga turut dalam proses merebut kemerdekaan.

Jika puisi Chairil tak cukup jadi bukti, Gedung Juang 45 yang terletak di Kabupaten Bekasi menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat sekitar. Berikut sejarah Gedung Juang 45 yang dirangkum dari berbagai sumber.

Tahap Pembangunan (1906 – 1925)

Gedung Juang 45 terletak di Jalam Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung megah yang sangat identik dengan bangunan Belanda ini awalnya dibangun oleh seorang Luitenant der Chinezen dan tuan tanah asal China yang bernama Khouw Tjeng Kie. Pembangunan Gedung Juang dibangun dengan dua tahap, yang pertama dilakukan pada 1906 dan selesai empat tahun kemudian tahun 1910.

Namun ketika, Luitenant der Chinezen meninggal dunia, kepemilikan hartanya jatuh ke tangan anaknya yaitu Khouw Oen Hoei. Pada tahun 1925, dimulai pembangunan tahap kedua. Di masa penjajahan Belanda, Gedung yang dulunya lebih dikenal sebagai Gedung Tinggi ini dijadikan tempat pertahanan bagi para pejuang kemerdekaan yang saat itu berpusat pada kawasan Tambun dan Cibarusah.

Fungsi Awal (1925 – 1942)

Gedung Juang 45 lokasinya sangat dekat dengan perbatasan terluar Batavia, yang saat itu berada di Sasak Jarang yang kini menjadi wilayah pembatas antara Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi dan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat itu pertahanan Belanda di Bekasi semakin melemah karena terus-terusan diserang hingga akhirnya Belanda meninggalkan Bekasi untuk memperkuat pertahanannya di Klender.

Selain jadi tempat pertahanan pejuang, Gedung ini juga dijadikan tempat untuk negosiasi pertukaran dan pembebasan tawanan Belanda dengan pejuang Indonesia. Belanda memulangkan pejuang kemerdekaan ke Bekasi dan tentara Belanda yang ditahan dikembalikan dengan kereta melewati Stasiun Tambun yang berada di belakang gedung ini.

Namun pada 1942, gedung ini disita oleh Jepang dan dijadikan tempat pertahanan untuk menjajah kembali Indonesia setelah berhasil mengusir Belanda. Saat akhir masa jajahan Jepang di Indonesia, terjadi pembantaian tentara Jepang oleh pejuang kemerdekaan Indonesia yang saat itu akan meninggalkan Indonesia.

Rencananya, mereka akan meninggalkan Indonesia, berangkat dari Stasiun Tambun ke Bandar Udara Kalijati, Subang menggunakan kereta. Namun para pejuang membelokkan rel ke rel buntu sehingga kereta ambruk. Saat itu senjata diletakkan di gerbong barang, para tentara melawan pejuang dengan tangan kosong sehingga mereka mudah ditaklukan. Mayat tentara Jepang yang jumlahnya ratusan dibuang ke Kali Bekasi.

Alih Fungsi Gedung (1947 – 1983)

Saat masa mempertahankan kemerdekaan, Gedung Juang juga sempat beralih tangan kembali ke Belanda pada tahun 1947 hingga 1950 pejuang Indonesia berhasil merebut kembali Gedung Juang dan dijadikan kantor untuk Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi. Gedung ini juga sempat menjadi kantor TNI Angkatan Darat, DPRD Sementara, DPRD Tk. II Bekasi, kantor sekretariat Pemilu dan Dinas Kebersihan serta Pertamanan dan DPRD-GR.

Selain itu, gedung ini juga sempat menjadi rumah tahanan Partai Komunis Indonesia pada 1962. Dua puluh tahun kemudian, Bupati Bekasi, Abdul Fatah yang menjabat pada 1973-1983 membentuk Akademi Pembangunan Desa (APD), dimana Gedung Juang menjadi kampusnya. Kini APD telah menjadi Universitas Islam 45 Bekasi.

Masa Kini (2000-an)

Terakhir, Gedung Juang menjadi kantor pemadam kebarakan, namun akhir Desember lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi baru saja melakukan pemugaran Gedung Juang untuk dijadikan cagar budaya. Dana yang dihabiskan untuk pemugaran kabarnya menghabiskan dana APBD hingga Rp 750.000.000.

Pemugaran ini tentunya dilakukan agar Gedung Juang 45 terjaga keasliannya. Serta diharapkan gedung yang kaya akan nilai sejarah ini menjadi kebanggan warga sekitar serta bisa menjadi destinasi wisata. Kini Gedung Juang digunakan masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas olahraga dan kesenian. Walaupun begitu, yang menjadikan kekhawatiran masyarakat adalah keadaan burung kelelawar yang merusak bagian atas gedung kebanggaan Kabupaten Bekasi ini.

Burung kelelawar yang bebas keluar masuk dari atas gedung ini dengan bebasnya membuang air seni dan kotoran mereka di dalam gedung. Tentunya aroma yang tidak sedap akan sangat menganggu pengunjung yang datang ke gedung.

Tentunya akan sangat diharapkan, Gedung Juang 45 yang ini telah menjadi cagar budaya, lebih mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Kabupaten Bekasi. Agar lebih terawat dan tidak terbengkalai. Anda yang tinggal di Tambun dan sekitarnya, sudah pernah mengunjungi Gedung Juang 45?


Read More

Artikel Lainnya

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasiona l.jpg

Kecantikan dan Fashion

Jelang JFW 2023, Ini 8 Desainer yang Karyanya Tembus Panggung Internasional

07 October 2022, 14:07

Setidaknya ada delapan desainer yang rencananya hadir di JFW 2023 dengan karya yang sudah digunakan para selebriti internasional.

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 2 0.jpg

Bisnis

Resmi Dijual 7 Oktober 2022, Ini Harga Infinix Zero Ultra dan Zero 20

07 October 2022, 10:03

Pekan ini secara resmi Infinix Indonesia memboyong produk flagship-nya ke Indonesia dengan harga mulai dari Rp3 jutaan.

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Justin Bieber Diundur Hingga Tahun 2023, Ini Cara Refund-nya

07 October 2022, 07:35

Pihak promotor akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi bahwa konser Justin Bieber pada tahun ini akan diundur sampai tahun 2023 dengan penonton diperbolehkan untuk mengajukan refund.

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta.jpg

Pendidikan

Pelajar Ikut Beraksi di Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta

06 October 2022, 18:54

Dari mulai pelajar SMP hingga dalang cilik, generasi muda Jogja terlihat turun ke jalan untuk merayakan HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.