Mengenal Grafologi Ilmu Analisa Tulisan Tangan 1.jpg

Pendidikan

Mengenal Grafologi, Ilmu Analisis Tulisan Tangan

Ilmu Grafologi atau Handwriting Analysis adalah sebuah studi yang mempelajari karakter manusia melalui medium tulisan tangan. Ilmu Grafologi telah ada sejak zaman Aristoteles sebagaimana ditulis artikel terjemahan businessinsider.com (12/3/2019).

Grafologi telah diaplikasikan secara meluas di ranah Internasional seperti Amerika, Eropa dan beberapa negara lain yang difungsikan mulai dari penyelidikan kriminal, penyaringan calon karyawan hingga dunia kesehatan.

Tulisan tangan adalah alat ukur yang digunakan pada ilmu grafologi untuk mengetahui apa yang terjadi antara otak dan pikiran manusia yang mampu mendeskripsikan kepribadian setiap individu. Mengutip dari laman deborahdewi.com (12/3/2019), pikiran manusia secara sadar menentukan apa yang Anda tulis dan alam bawah sadar mengontrol bagaimana cara Anda menulis.

[Baca Juga: Rayakan Hasil Penemuan para Ilmuan Muda Nusantara]

Tulisan tangan ditemukan dari bedah prosedur neuropsychological sebagai jendela yang terukur untuk melihat kaitan kompleks antara otak dengan pikiran manusia dan memberikan hasil yang berbeda-beda pada setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang tidak bisa menirukan tulisan tangan orang lain.

Kutipan deborahdewi.com (12/3/2019) menuliskan terdapat lima tingkatan otak manusia yang terlibat dalam pembuatan sebuah tulisan tangan yaitu otak bagian cerebral cortex pada tingkatan satu, thalamus, hypothalamus dan limbic system pada tingkatan dua, basal ganglia dan brainstem di tingkatan tiga, cerebellum di tingkatan empat dan syaraf tulang belakang pada tingkatan lima.

[Baca Juga: Bangun Karakter Anak Sejak Dini Melalui Reward dan Diskusi]

Tulisan tangan seseorang akan terlihat berubah jika salah satu bagian dari lima tingkatan otak tersebut terluka misalnya terkena stroke atau penyakit lainnya, karena sudah pasti memengaruhi kendali saraf motorik.

Ilmu Grafologi telah membuktikan bentuk tulisan tangan dihasilkan oleh otak bawah sadar sehingga bagaimana gaya dan bentuk sebuah tulisan tangan bisa menjadi media komunikasi yang menyampaikan pesan tersirat dari otak bawah sadar penulisnya.

Indonesia juga memiliki ahli Grafologi atau yang disebut Grafolog yang mendalami ilmu grafologi dan telah banyak berperan membaca tulisan tangan berbagai kasus hukum hingga kasus selebriti. Salah satu Grafolog Indonesia yang terkenal dan berhasil menempuh Standar Kompetensi Tenaga Kerja yang sudah di validasi di 83 negara adalah Deborah Dewi.

Grafolog Indonesia Deborah Dewi

Dalam laman profil deborahdewi.com (12/3/2019), Deborah Dewi mempunyai passion untuk memperluas penggunaan Ilmu Grafologi di Indonesia karena dia mengamati Ilmu Grafologi bisa menjadi solusi dalam kehidupan seseorang baik di kehidupan domestik maupun profesional. Dari passion yang dimilikinya mendorong Deborah mendirikan Indonesian School of Graphology (ISOG) agar semakin banyak orang yang mau menjalani profesi sebagai Grafolog dan melipatgandakan manfaat aplikasi Ilmu Grafologi ke berbagai bidang.

Analisis tulisan tangan dari Deborah Dewi di media massa telah memicu antusias publik akan Grafologi. Hasil analisa Deborah dinilai cukup akurat sehingga dia seringkali dipercaya untuk menganalisa berbagai kasus hukum di Indonesia seperti kasus tragedi maut Afriyani, pembunuhan berantai Mujianto dan teroris Solo.

[Baca Juga: Mactivation Mendobrak Sensori dan Rangsang Fungsi Otak]

Selain kasus hukum, Deborah juga dipercaya untuk menganalisa karakter Susno Duadji, 6 Calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Gubernur & Wakil Gubernur terpilih untuk DKI Jakarta Jokowi & Ahok hingga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Ilmu Grafologi memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan dibuktikan dengan Deborah sebagai seorang Grafolog pada tahun 2015 kembali dipercaya Kepolisian Republik Indonesia untuk membantu proses investigasi kasus pembunuhan almarhum Akseyna Ahad Dori. Hasil analisa Deborah membantuk pihak kepolisan menemukan berbagai temuan lanjutan sehingga merubah status kasus tersebut dari kasus bunuh diri menjadi kasus pembunuhan.

Grafolog Indonesia lainnya seperti Kusuma Prabandari juga telah menunjukkan diri dengan salah satunya menganalisis tulisan tangan pada surat Setya Novanto dan Yosandy Lip San yang belakangan ini memberikan analisis kepribadian Reino Barack dari tulisan tangannya.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.