Mengenal Jejak Freemanson di Museum Taman Prasasti

Berita Kawasan

Mengenal Jejak Freemason di Museum Taman Prasasti

Ibu Kota Jakarta dipenuhi dengan banyak museum, bukan tanpa alasan. DKI Jakarta merupakan kota yang jadi saksi banyak sejarah di Indonesia, bahkan proses pembacaan proklamasi saja dan segala kegiatan pemerintahan saat zaman itu dilakukan di Jakarta. Ibu kota yang umurnya hampir 500 tahun ini menyimpan berbagai macam cerita dan kisah, mulai dari yang hidup sampai gambaran orang yang telah tiada lewat pemakaman. Jakarta merekam semuanya, pemakaman tua peninggalan Belanda yang kini jadi salah satu objek wisata unik di Jakarta, yaitu Museum Taman Prasasti.

Jika dilihat dari namanya saja, mungkin Anda yang belum pernah berkunjung tak akan mengira museum yang satu ini hanya berisi kuburan atau pemakaman. Berbeda dengan museum lainnya memang. Museum ini merupakan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang terletak di Jalan Tanah Aban No.1, Jakarta Pusat. Museum ini memamerkan koleksi nisan kuno, makan khas daerah-daerah di Indonesia, dan kereta jenazah antik.

Mengenal Jejak Freemanson di Museum Taman Prasasti

Museum yang berdiri di tanah seluas 1,2 hektare ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni para pematung, pemahat, kaligrafer, dan sastrawan dalam media nisan. Awalnya, Museum Taman Prasasti memang merupakan pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober seluas 5,5 hektare dan dibangun sejak tahun 1795 untuk menggantikan kuburan yang di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk (kini Museum Wayang).

Melansir dari Wikipedia (8/10/2019) Museum Taman Prasasti baru resmi menjadi sebuah museum yang memamerkan cagar budaya pada 9 Juli 1977 di dalamnya terdapat 1.372 nisan yang dibuat dengan batu alam, marmer, dan perunggu. Di museum ini sebelumnya menjadi makam beberapa tokoh penting misalnya, Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa tahun 1960-an, A.V. Michels yang merupakan tokoh militer Belanda pada perang Buleleng, Olivia Marianne Raffles yang merupakan istri Thomas Stamford Raffles mantan Gubernur Hidia Belanda dan Singapura, dan masih banyak lainnya.

Museum ini juga memamerkan peti yang digunakan Soekarno dan Mohammad Hatta untuk disemayamkan. Begitu pula lonceng besar pada pintu masuk yang dulunya dibunyikan saat ada jenazah baru di pemakaman tersebut.

Bukti Keberadaan Freemason di Indonesia

Freemason merupakan organisasi persaudaraan yang penuh misteri dan kerahasiaan. Organisasi rahasia ini juga memiliki misi yang kini telah jadi rahasia umum, yaitu Tatanan Dunia Baru. Freemason masuk Indonesia usai Grand Master pertama dari Belanda J.C.M Radermarcher masuk ke Indonesia dan membangun pondok masonik di Batavia. Di Indonesia, organisasi ini dihubung-hubungkan dengan pemujaan setan sehingga sempat muncul Keputusan Presiden nomor 264 tahun 1962 yang dikeluarkan Presiden Soekarno yang menyatakan beberapa perkumpulan, termasuk Freemason sebagai organisasi terlarang.

Di Museum Taman Prasasti Anda bisa melihat dengan jelas lambang jangkar dan penggaris siku dengan gambar mata legendaris yang berarti kemampuan Tuhan mengawasi semua makhluknya setiap saat, simbol ini yang jadi emblem organisasi paling rahasia di dunia.

[Baca Juga: Cerita Horor Bayangi Museum Wayang di Kota Tua Jakarta]

Kemudian pada gerbang masuk museum, Anda bisa menemukan simbol tangan menggenggam palu yang menggambarkan wewenang seorang Grand Master Masonik atas sebuah pondok beserta murid-muridnya.

Penelusuran Vice Indonesia pun membuahkan hasil lain, dari hasil penelusuran ini ditemukan pula simbol hexagram di beberapa nisan, serta simbol Ouroboros atau ular atau naga yang memakan ekornya sendiri. Simbol lingkaran abadi, kehidupan yang menyingsing dari kematian.

Mengenal Jejak Freemanson di Museum Taman Prasasti

Cerita Mistis Nisan Tengkorak Menangis

Selain penuh misteri, Museum Taman Prasasti juga dipenuhi kisah mistis, yang paling terkenal adalah adanya tengkorak manusia yang mengeluarkan air mata secara misterius. Dilansir dari lifestyle.okezone.com, pada suatu malam seorang penjaga museum sempat mendengar suara tangisan dari prasasti Pieter Erbeveld yang merupakan pria berdarah campuran Jerman dan Thailand.

Penasaran dengan simbol Freemason dan cerita tengkorak menangis di Museum Taman Prasasti? Ada baiknya Anda mencoba berkunjung ke sana. Dan, bagi Pointers yang sudah pernah berkunjung ke Museum Taman Prasasti, bagaimana pengalaman Anda di sana?

[Baca Juga: Menara Air UI, Lokasi Menyeramkan di Kota Depok]


Read More

Artikel Lainnya

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

Kecantikan dan Fashion

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

02 July 2022, 12:51

Maybelline Sky High Waterproof Mascara ini mengandung ekstrak bambu dan fiber yang dapat membantu memanjangkan dan menebalkan bulu mata.

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!.jpg

Hobi dan Hiburan

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!

01 July 2022, 15:58

Dengan kehadiran formasi lengkap, empat vokalis dan dua drummer di satu panggung, pemesanan tiket konser 30 Tahun Dewa 19 di Candi Pramabanan jenis pre-sale satu serta dua telah habis dengan tiket harga normal yang saat ini tersedia.

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashles s.jpg

Bisnis

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashless

01 July 2022, 14:44

Demi mengikuti tren digitalisasi serta iklim cashless yang bersifat kekinian, Astra Life juga memiliki produk asuransi kesehatan yang bersifat non-tunai.

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri.jpg

Berita Kawasan

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri

01 July 2022, 10:42

Baru-baru ini gapura Chinatown di kawasan Glodok Jakarta kembali diresmikan usai proyek restorasinya pasca-puluhan tahun yang lalu dihancurkan tentara Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.