MENTENG-KESEHATAN-MENGENAL PELAYANAN CAPD DI RS PGI CIKINI-EMIL-1100 X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Mengenal Layanan CAPD di RS PGI Cikini

Penyakit gagal ginjal mayoritas mengharuskan pasiennya untuk menjalani prosedur cuci darah atau hemodialisis demi mengurangi sakit yang dirasakan. Tapi tahukah Anda terdapat metode medis lain dalam menangani gagal ginjal yang dinamakan Continouse Ambulatory Peritoneal Dialysis atau yang dikenal dengan singkatan CAPD. Salah satu layanan di RS PGI Cikini ini disinyalir dapat membantu memelihara fungsi ginjal.

Bagi Anda yang masih asing dengan metode medis ini, jangan khawatir karena artikel ini akan mengulas mengenai CAPD. Jadi pada dasarnya ginjal memiliki peran utama di tubuh Anda untuk penyaringan serta pembuangan “limbah” serta cairan yang berlebihan dari darah.

Continouse Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)

Namun pada orang yang mengalami gagal ginjal maka ia harus menjalani dialisis di mana prosedur ini berguna untuk mengganti fungsi alami dari ginjal. Sebagaimana dilansir dari kidneyresearchuk.org, terdapat dua metode dalam dialisis. Pertama adalah hemodialisis yang di mana darah diambil dari sirkulasi tubuh Anda melalui mesin yang menjadi ginjal buatan dan dibersihkan kemudian dikembalikan ke tubuh. Karena itu metode ini dikenal dengan istilah cuci darah.

[Baca Juga: Mengenal Apa itu Hemodialisa di RS Anna Pekayon]

Sedangkan metode kedua adalah dialisis peritoneal yang memanfaatkan bagian lapisan internal perut sebagai ginjal buatan. Jadi di dalam perut manusia terdapat selaput tipis yang memiliki nama peritoneum. Selaput ini dilengkapi dengan banyak pembuluh darah kecil atau kapiler. Jika selaput ini digenangi cairan maka limbah yang ada akan tersaring melalui kapiler dan membuangnya dari darah.

Continouse Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)

Saat prosedur medis yang tersedia di RS PGI Cikini ini dilakukan, cairan dialirkan ke rongga peritoneum. Kemudian dibiarkan di sana selama beberapa jam agar limbah yang ada di darah terserap ke cairan tersebut. Setelah itu, cairan tersebut dikeringkan dan prosedur ini diulang selama beberapa kali dalam sehari dan menggantikan fungsi ginjal. Karena proses yang berulang kali inilah nama Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau Dialisis Peritoneal Berkelanjutan muncul.

[Baca Juga: Sehat Melalui Yoga di Taman Suropati Menteng Jakarta]

Agar Anda dapat menjalani prosedur medis ini, biasanya Anda harus menjalani bedah kecil yang di mana kateter akan dimasukkan ke perut Anda. Baru setelah beberapa pekan usai bedah tersebut, Anda bisa mulai menjalani CAPD. Bila membutuhkan informasi yang lebih lanjut, Anda bisa langsung datang ke RS PGI Cikini di Jalan Raden Saleh Raya No.40, Menteng Jakarta Pusat atau menghubungi nomor: (021) 3899-7777.

Read More

Artikel Lainnya

3 Masterpiece Sutradara Mouly Surya Bisa Ditonton di Netflix

Hobi dan Hiburan

3 Masterpiece Sutradara Mouly Surya Bisa Ditonton di Netflix

01 December 2020, 18:49

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, fiksi., Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta, ketiganya bisa Anda tonton mulai Desember 2020 ini di Netflix.

Aplikasi Si Poltak Permudah Warga Medan yang Alami Kecelakaan

Berita Kawasan

Aplikasi Si Poltak Permudah Warga Medan yang Alami Kecelakaan

01 December 2020, 17:28

Angka kecelakaan di Kota Medan cukup tinggi sehingga perlunya penanganan yang cepat bagi korban kecelakaan agar korban dapat segera ditangani dan diselamatkan.

Warganya Mulai “Kendor” Protokol Kesehatan, Risma Peringatkan Gelombang Kedua COVID-19.jpg

Kesehatan

Warganya Mulai “Kendor” Protokol Kesehatan, Risma Peringatkan Gelombang Kedua COVID-19

01 December 2020, 16:42

Wali Kota Risma khawatir dengan masyarakat Kota Surabaya yang semakin menurun tingkat kesadaran protokol kesehatannya padahal terdapat potensi gelombang kedua COVID-19.

Bandara Abdulrachman Saleh Tidak Terpengaruh Aktivitas Gunung Semeru

Berita Kawasan

Bandara Abdulrachman Saleh Tidak Terpengaruh Aktivitas Gunung Semeru

01 December 2020, 15:57

Aktivitas di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, masih berlangsung normal dan belum terpengaruh oleh aktivitas vulkanik Semeru.


Comments


Please Login to leave a comment.