Mengenal Leuit, Warisan Budaya dari Tanah Sunda

Pendidikan

Mengenal Leuit, Warisan Budaya dari Tanah Sunda

Setiap daerah memiliki warisan budaya dengan bentuk yang bermacam-macam. Ada tarian, benda, upacara, lagu, dan lain-lain. Salah satu warisan budaya yang dimiliki Jawa Barat adalah leuit, tempat menyimpan padi dari hasil panen warga.

Dikutip dari buku Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2017 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, leuit bila dipandang sekilas memiliki rupa seperti rumah. Dikatakan mirip rumah karena lumbung padi itu beratap dan memiliki pintu. Namun, pintu pada leuit tak cukup menjadi akses masuk bagi manusia, letaknya pun di atas, dekat dengan atap. Pintu itu digunakan masyarakat untuk memasukkan dan mengambil padi.

Mengenal Leuit, Warisan Budaya dari Tanah Sunda

Bangunan yang terdiri dari kayu, bambu, ijuk, dan daun kiray yang berasal dari pohon sagu ini pada dasarnya digunakan untuk membantu warga menyimpan cadangan makanan hingga masa panen padi berikutnya. Bahkan leuit diketahui mampu menyimpan padi dalam jangka waktu yang lebih lama, yaitu sampai 20 tahun.

Tidak diketahui daerah pertama di Jawa Barat yang menciptakan lumbung padi ini. Namun, daerah penyebarannya antara lain Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Bogor, Sukabumi, dan wilayah lainnya.

[Baca Juga: Topeng Blantek, Warisan Budaya Betawi Sejak Abad 19]

Di Kabupaten Sukabumi sendiri, leuit terbagi menjadi tiga yaitu leuit olot, leuit si jimat, dan leuit masyarakat. Leuit olot dikenal sebagai leuit pemimpin kasepuhan, yang artinya digunakan untuk kepentingan sang pemimpin. Sementara itu, leuit si jimat adalah leuit milik kasepuhan bersama yang padinya dapat dikeluarkan kala terdapat kekurangan pangan serta upacara tradisional berskala besar.

Terakhir, yaitu leuit masyarakat adalah leuit yang dimiliki oleh masing-masing warga kasepuhan atau keluarga. Setiap kepala keluarga umumnya memiliki satu sampai tiga leuit. Satu leuit masyarakat mampu menyimpan padi sebanyak 1.000 pocong atau ikat padi kering yang beratnya sekitar 2,5 hingga 3 ton. Kapasitas ini tergantung dari kepemilikan sawah warga. Ada beberapa aturan yang mengharuskan sebagian kecil hasil panen warga dihibahkan ke leuit si jimat, untuk kepentingan bersama.

[Baca Juga: Mengenal Gabus Pucung, Warisan Budaya Khas Betawi]

Hal penting yang perlu diketahui, padi di dalam leuit tidak bisa asal diambil. Proses memasukkan dan mengeluarkan padi dari leuit memerlukan beberapa tahap upacara yang tidak boleh terlewatkan seperti perhitungan waktu yang tepat.

Pada tahun 2018 lalu, mengutip Media Indonesia (20/5/2020), leuit diketahui dilestarikan kembali di Kabupaten Karawang, setelah sekian lama hilang. Para petani di Kelompok Tani Ciptamarga Kabupaten Karawang menyerahkan beberapa bagian dari hasil panen mereka ke leuit untuk selanjutnya dibagikan ke masyarakat yang tidak mampu.

Read More

Artikel Lainnya

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.


Comments


Please Login to leave a comment.