KEMANG_KAWASAN_MENGENAL MASJID BERSEJARAH DEKAT KEMANG VILLAGE_EMIL_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Mengenal Masjid Bersejarah Dekat Kemang Village

Berputar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mata Anda akan tertuju kepada pemandangan jejeran tempat makan, rumah-rumah mewah sampai megahnya mal Kemang Village. Namun jika kawasan ini dieksplorasi lebih jauh, Anda dapat menemukan masjid yang dapat dideskripsikan sebagai “harta karun terpendam”.

Mengapa disebut harta karun terpendam? Masjid ini memiliki unsur sejarah yang kuat bahkan terdapat makam yang dikeramatkan di dalamnya. Padahal secara lokasi, masjid ini berada di area Kemang yang terkenal dengan destinasi kulinernya.

Bila Anda merupakan salah satu orang yang masih asing dengan keberadaan masjid yang berlokasi di Jalan Kemang Utara No.51, Bangka, Mampang Prapatan ini, maka artikel ini akan membantu Anda. Pasalnya, pada Artikel ini akan mengulas mengenai perkembangan masjid bersejarah tersebut yang bernama Masjid Jami Al Barkah.

Sejarah Masjid Jami Al Barkah

Bila dilihat sekilas, Masjid Jami Al Barkah memiliki bentuk bangunan yang serupa dengan masjid yang ada di Demak. Hal ini terlihat dari model kubahnya yang menggunakan kubah joglo. Kabarnya, masyarakat sekitar masjid tersebut menyebut kubah itu dengan panggilan ‘menara kerucut’.

Bila membahas kapan berdirinya masjid ini, maka Anda perlu menarik benang merahnya hingga era Kolonialisasi Belanda. Sebagaimana dilansir dari buku Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia, Masjid Jami Al Barkah didirikan pada tahun 1818 oleh pria yang diyakini sebagai salah satu wali dari Banten bernama Guru Sinin. Sebelum membahas mengenai Masjid Jami Al Barkah, ada baiknya bila Anda mengenal terlebih dahulu mengenai sosok pendirinya.

Sekadar informasi mengenai Guru Sinin, pria bernama Husaini ini merupakan sosok yang dihormati oleh banyak orang semasa hidup. Bahkan sebagaimana diwartakan oleh Tribun News, Guru Sinin kerap didatangi orang-orang yang membutuhkan bantuan karena ia konon memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.

Dalam proses pembangunan Masjid Jami Al Barkah, Guru Sinin tidak langsung menghadapi “jalan yang mulus”. Medan yang menjadi lokasi berdirinya masjid tersebut berada di tanah rawa yang memiliki kedalaman semeter. Selain itu, izin pembangunan masjidnya pun terbilang sulit, selain harus disepakati oleh pemuka agama, Guru Sinin pun harus mendapatkan “lampu hijau” dari pihak Pemerintah Hindia Belanda. Setelah mendapatkan izin pun, pembangunan masjid ini masih jauh dari kata sempurna. Pasalnya, material yang digunakan sebagai pondasi utama dari Masjid Jami Al Barkah adalah pohon kelapa sedangkan atapnya memiliki bahan yang terbuat dari daun rumbia atau pohon sagu.

Seiring berjalannya waktu, seluruh Muslim yang bermukim di Jalan Bangka pun menjadi jamaah Masjid Jami Al Barkah. Melihat keadaan dari tempat ibadah mereka yang masih belum sempurna, masyarakat serta para tokoh agama di sana pun sepakat untuk melakukan pembenahan terhadap masjid tersebut.

Pembenahan itu pun terealisasi pada tahun 1932. Saat itu, para warga menggunakan material dari bahan untuk memugar Masjid Jami Al Barkah. Tidak hanya sekali, masjid tersebut beberapa kali mengalami pemugaran dari tahun 1935 sampai 1985 hingga akhirnya bentuk masjidnya pun serupa dengan keadaan Masjid Jami Al Barkah saat ini.

Saat ini, selain menjadi tempat untuk kegiatan agama, masjid yang berjarak 1,4 kilometer dari Kemang Village ini juga kerap dipilih sebagai lokasi wisata religi. Banyak di antara para pengunjung yang datang ke sini kerap menyempatkan diri untuk melakukan ziarah di pemakaman yang berlokasi di bagian barat Masjid Jami Al Barkah. Di sana merupakan makam yang jadi tempat bersemayamnya jenazah Guru Sinin yang wafat pada 1920.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.