PIK_KESEHATAN_MENGENAL-MASUK-ANGIN-YANG-KERAP-DI-ALAMI-MASYARAKAT-INDONESIA_1100-X-600-Px.jpg

Kesehatan

Mengenal Masuk Angin yang Sering Dialami Masyarakat

Salah satu penyakit yang mungkin kerap dialami oleh masyarakat Indonesia adalah ‘masuk angin’. Namun sebenarnya apa itu masuk angin dan apa penyebabnya? Artikel ini akan mengulasnya sekaligus melihat pandangan ahli dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk atau RS PIK mengenai pemicu masuk angin.

Rata-rata orang yang mengklaim terkena masuk angin memiliki gejala badan terasa dingin, demam, batuk-batuk, flu, pusing, perut terasa kembung, sendawa dan buang angin secara terus menerus. Sebagaimana dilansir dari health.kompas.com, Dr. Mulia Sp.PD selaku ahli penyakit dalam di RS PIK menjelaskan bahwa orang Indonesia yang mengalami masuk angin biasanya mengalami salah satu dari gejala tersebut. Tapi tidak jarang juga mereka mengalami beberapa gejala dalam satu waktu dan mendeskripsikannya sebagai penyakit masuk angin.

#R#

Umumnya, masuk angin ini menimpa Anda ketika terkena udara dingin yang berlebihan. Bisa saja karena orang tersebut terlalu lama di ruangan ber-AC, terkena tetesan air hujan dengan intensitas tinggi, berada di area pegunungan yang dingin, telat makan sampai kelelahan beraktivitas juga bisa memicu seseorang mengeluhkan terkena masuk angin.

Tapi bila ditarik faktanya secara medis, istilah masuk angin sebenarnya tidak ada. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang memandang istilah ini hanya sekedar mitos semata dan sebenarnya orang-orang yang terkena masuk angin tengah melanda influenza. Hal ini juga didukung dengan statement dari Mulia yang menegaskan bahwasanya istilah masuk angin tidak diketahui dalam dunia medis.

#R#

“Istilah masuk angin tidak ada dalam literatur kedokteran. Jadi, masuk angin itu hanya sebutan orang Indonesia bagi kumpulan gejala tadi,” jelas Mulia.

Tribunmanado.co.id mewartakan bahwa Mulia mengerucutkan dua gangguan kesehatan yang kerap diklaim sebagai masuk angin oleh orang Indonesia yakni flu atau influenza dan maag atau peradangan lambung. Di mana saat flu, Anda akan merasa sakit tenggorokan, hidung tersumbat, demam, nyeri otot sampai deman. Sedangkan saat mengalami maag, Anda akan merasa sering sendawa dan buang gas, dada terasa sesak, perut sakit atau mulai dan perut terasa kenyang padahal Anda belum makan.

Masyarakat Indonesia umumnya memilih menggunakan pengobatan tradisional seperti kerokan untuk menyembuhkan masuk angin. Namun Dr. Mulia tidak menyarankan hal tersebut dan menjelaskan ada baiknya Anda pergi ke dokter saat mengalami gejala masuk angin. “Harus dicari dulu penyebabnya baru diberi penanganan yang sesuai. Dan jika gejala masuk angin masih ada setelah beberapa hari, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter,” ucap ahli penyakit dalam di RS PIK tersebut.

[Baca Juga: 3 Tips Agar Badan Sehat dan Bugar Ala Ade Rai]

[Baca Juga: 4 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Pegawai Kantoran]


Read More

Artikel Lainnya

Tiramisusu.jpg

Kuliner

Tiramisusu, Oleh-Oleh Viral Khas Bandung

16 April 2021, 18:01

Salah satu oleh-oleh khas Bandung yang saat ini tengah viral adalah Tiramisusu. Tiramisusu merupakan produk terbaru dari Chocomory besutan Cimory. Tak kalah lezat dengan Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari

Terima Penghargaan dari Ganjar, Gibran Tegaskan Ini Berkat Wali Kota Sebelumnya .jpg

Berita Kawasan

Terima Penghargaan dari Ganjar, Gibran Tegaskan Ini Berkat Wali Kota Sebelumnya

16 April 2021, 16:07

Gibran menegaskan, penghargaan yang diraihnya dari Ganjar Pranowo ini merupakan hasil dari prestasi Wali Kota Solo sebelumnya.

danau-siombak.jpg

Hobi dan Hiburan

Menunggu Waktu Berbuka Sambil Menikmati Keindahan di Danau Siombak

16 April 2021, 15:32

Danau Siombak adalah danau buatan bekas penggalian tanah timbunan pada sekitar tahun 1980.

Ikut Salat Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Teng ah.jpg

Berita Kawasan

Ikut Tarawih Berjamaah, Ini Pesan Ganjar Pranowo untuk Warga Jawa Tengah

16 April 2021, 15:06

Walau saat ini salat Tarawih sudah diperbolehkan, Ganjar Pranowo meminta agar warga Jawa tengah tetap memperhatikan protokol kesehatan tanpa aja kesusu.


Comments


Please Login to leave a comment.