ads
KEBON-JERUK_KESEHATAN_MENGENAL-METODE-LAPAROSKOPI-DI-RS-MITRA-KELUARGA-KALIDERES_EMIL_REVISI-01.jpg

Kesehatan

Mengenal Metode Laparoskopi di RS Mitra Keluarga Kalideres

Tindakan medis seperti bedah atau operasi besar acap kali membuat khawatir pasien mengingat adanya kemungkinan komplikasi. Namun berkat majunya teknologi, para ahli di bidang medis pun dapat memperkecil kemungkinan tersebut. Salah satunya melalui metode laparoskopi yang ada di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Apa itu Laparoskopi?

Menurut sejarahnya, Laparoskopi diambil dari bahasa Yunani Kuno yaitu “lapara” yang bermakna sisi dan “skopeo” yang berarti melihat. Dalam realitanya, laparoskopi merupakan operasi yang dilakukan di area perut atau panggul melalui sayatan kecil yang berukuran 0,5-1,5 cm dengan bantuan kamera khusus. Teknik Laparoskopi ini dapat digunakan sebagai alat diagnostikdan terapeutik (pengobatan).

Dalam sejarah penggunaannya, metode laparoskopi ini sudah mulai dikembangkan semenjak 1900-an. Tepatnya ketika George Kelling yang berasal dari Jerman pada 1901 melakukan prosedur laparoskopi terhadap seekor anjing. Kemudian pada 1910, Hans Christian Jacobaeus menjadi pionir yang melakukan operasi ini terhadap manusia.

Prosedur medis ini memiliki sejumlah keuntungan untuk pasien dibandingkan melalui operasi besar yang konvensional. Salah satunya yang utama adalah nyeri serta pendarahan berkurang karena insisi yang dilakukan oleh dokter bedah lebih kecil sehingga waktu pemulihan pun cenderung lebih cepat.

[Baca Juga : Prolanis Jadi Program Unggulan di Klinik BPJS Kesehatan]

Kunci utama dalam metode laparoskopi adalah penggunaan laparoskop yaitu sistem kabel serat optik panjang serta fleksibel yang memungkinkan para dokter melihat area yang perlu dioperasi. Dengan ini dokter dipandu untuk menggunakan instrumen bedah yang kecil dan melakukan tindakan medis yang serupa dengan operasi konvensional.

Langkah-langkah di Laparoskopi

Awalnya dokter bedah akan membuat sayatan kecil yang biasa dekat area pusar Anda. Sayatan itu berukuran 0,5-1,5 cm. Kemudian selang medis dimasukkan melalui sayatan tersebut dan gas karbon dioksida pun disalurkan. Gas ini berguna untuk mengembangkan perut Anda untuk membantu dokter bedah melihat organ dan memberi ruang untuk laparoskop.

Setelah itu, laparoskop pun dimasukkan melalui selang tersebut dan mengirimkan gambar ke monitor yang ada di ruang operasi. Monitor ini berfungsi sebagai ‘mata’ dokter terhadap organ Anda selama proses laparoskopi. Jika memang dibutuhkan untuk memasukkan alat bedah, sayatan kecil lainnya akan dilakukan di perut Anda dan dokter bedah yang dipandu laparoskop pun dapat memulai proses tindakan operasi.

[Baca Juga : Jangan Takut Konsumsi Obat Demi Kesehatan Jiwa]

Setelah prosedur bedah selesai, gas karbon dioksida pun dikeluarkan dari perut Anda. Insisi yang ada di sana pun ditutup dengan jahitan. Selain prosedur bedah, laparoskopi juga dapat dilakukan untuk proses diagnosa yang diperkirakan akan menghabiskan waktu sekira 30-60 menit.

Masa Pemulihan

Terkait proses pemulihan dari prosedur laparoskopi, setiap pasien memiliki rentan waktu yang berbeda. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor dengan contoh seperti penyebab mengapa harus menjalani prosedur ini hingga bagaimana kondisi kesehatan yang umumnya juga mempengaruhi waktu pemulihan.

Untuk diagnosa semata, masa pemulihan laparoskopi membutuhkan waktu lima hari agar bisa kembali beraktivitas. Namun prosesnya akan lebih lama jika prosedur tersebut disertakan dengan operasi pengangkatan salah satu bagian di organ. Operasi ringan seperti pengangkatan usus buntu, masa pemulihan lapaskopinya adalah dalam kurun waktu dua pekan. Sedangkan operasi besar bisa membutuhkan waktu hingga 12 pekan.

Itulah mengenai prosedur laparoskopi di salah satu rumah sakit di DKI Jakarta seperti RS Mitra Keluarga Kalideres yang beralamat di Jalan Peta Selatan No.1, Kalideres, Jakarta Barat. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi (021) 2252 3700.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  7 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads