KEMAYORAN-PENDIDIKAN-MAHATMA GANDHI SCHOOL KEMAYORAN SALAH SATU TERTUA DI JAKARTA-IVAN-REVISI 02-01.jpg

Pendidikan

Sejarah dan Metode Pendidikan di Mahatma Gandhi School Kemayoran

Kemayoran Jakarta Pusat ternyata tidak hanya punya sejarah tentang bandara dan pekan raya. Perjalanan tentang sebuah lembaga pendidikan pun ada di sini. Sebab di wilayah yang merupakan sebuah kecamatan ini, ada satu sekolah yang sudah mulai mendidik generasi penerus sejak tahun 1950. Sekolah yang berusia lebih dari setengah abad itu adalah Mahatma Gandhi School Kemayoran.

Mahatma Gandhi School Kemayoran dahulu tidak sebesar yang kita lihat sekarang. Eksistensi dan perubahan ini membuktikan kalau lembaga pendidikan yang dijalankan oleh Yayasan Gandhi Semesta ini terus memberi yang terbaik sehingga berhasil meraih kepercayaan publik. Terlebih, yayasan itu juga berafiliasi dengan Gandhi Seva Loka (GSL), sebuah perhimpunan yang didirikan oleh para tetua komunitas Sindhi.

[Baca Juga : Keunikan Sekolah Karakter di Depok]

Salah satu visi perhimpunan ini adalah menghasilkan dan membina komunitas belajar anak-anak serta remaja muda yang dinamis, agar dapat menghadapi tantangan kehidupan di zaman globalisasi yang cepat ini. Jadi, mereka memang benar-benar fokus pada pendidikan.

Dilihat dari nama, yayasan dan afiliasinya, jelas bahwa sekolah yang ada di Jalan Tabing Blok B-16, Kemayoran, Jakarta Pusat ini berdiri atas ide dari masyarakat keturunan India. Visi dan misinya juga merupakan buah dari pemikiran Mahatma Gandhi, pemimpin India yang dikenal sebagai tokoh penuh kedamaian. Gandhi menerapkan ajaran agamanya untuk menginspirasi dunia agar meninggalkan kekerasan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan kemerdekaan.

Dalam sejarahnya, dahulu Mahatma Gandhi School Kemayoran juga tidak tidak menawarkan jenjang pendidikan selengkap sekarang. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya gedung belajar, yayasan menambah layanan pendidikan. Hingga akhirnya, selain kelas reguler yang dimulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Akhir (SMA), sekolah juga menghadirkan International General Certificate Of Secondary Education (IGCSE).

Tak main-main, dalam penyelenggaraan pendidikan dan ujian internasional ini, sekolah bekerjasama dengan University of Cambridge Lokal Examinations Syndicate (UCLES). Berbagai house seperti Kartini House, Tolstoy House, Tagore House, dan Lincoln House pun dibangun untuk menunjang kegiatan pendidikan di sana.

Mengutip laman resminya, www.mgsjkt.sch.id (8/8/2018), Mahatma Gandhi School juga melengkapi diri dengan berbagai sarana pendidikan guna menunjang kegiatan belajar-mengajar. Sarana itu mulai dari lapangan olahraga, stadium, perpusatakaan, kolam renang, auditorium, audio visual room, serta berbagai laboratorium.

Di laman yang sama, Jaideep Chatterjee selaku Kepala Sekolah Mahatma Gandhi School menuturkan bahwa berbagai fasilitas itu sengaja dihadirkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan para siswa. Tujuannya tidak lain agar mereka memiliki jiwa disiplin dan semangat belajar.

“Kami berkomitmen untuk memberikan suasana yang kondusif dan penuh perhatian kepada semua siswa kami, tepat bagi pikiran anak muda untuk dipupuk. Suasana di sekolah harus merupakan penggabungan tren modern dan tradisi yang tak ternilai dalam lingkungan yang benar-benar ramah anak. Kami bertujuan untuk menanamkan disiplin yang hebat, ketekunan yang kuat, serta semangat untuk unggul yang merupakan kualitas yang diperlukan untuk memenuhi tantangan masyarakat modern,” ungkapnya.

[Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Bilingual bagi Generasi Z]

Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa kini Mahatma Gandhi School Kemayoran jauh lebih modern dibanding pada saat awal berdirinya dulu. Semangat memupuk kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan global telah membawa mereka sampai ke titik di mana mereka berada sekarang.

Read More

Artikel Lainnya

Selama Pandemi, Ratusan Ribu Keluarga Surabaya Bebas Retribusi PDAM

Berita Kawasan

Selama Pandemi, Ratusan Ribu Keluarga Surabaya Bebas Retribusi PDAM

10 April 2020, 08:00

Pemkot Surabaya memahami bahwa wabah COVID-19 kian menambah beban masyarakat. Sebanyak 231.211 KK Masyarakat Berpenghasilan Rendah dibebaskan retribusi PDAM.

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

Pendidikan

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

09 April 2020, 20:00

Dukungan pulsa atau paket data ini rupanya bukan hanya diberikan ke mahasiswa untuk proses belajar, tapi juga tenaga pengajar.

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

09 April 2020, 19:00

Pemkot Depok kembali mengumumkan perpanjangan masa belajar di rumah dalam rangka menekan penyebaran wabah COVID-19 di wilayahnya.

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

Kesehatan

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

09 April 2020, 18:00

Kaldasa sendiri merupakan singkatan dari kaldu, sayur dan daging. Tiga komponen tersebut diyakini mampu membuat anak dengan autisme lebih tenang dan lebih fokus.


Comments


Please Login to leave a comment.