Mengenal Penyakit yang Disebabkan Virus Mirip COVID-19

Kesehatan

Mengenal Penyakit yang Disebabkan Virus Mirip COVID-19

Beberapa waktu lalu, tepatnya 11 Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memberikan status pandemi untuk COVID-19. Itu berarti penyakit ini sudah menyebar di banyak negara di seluruh dunia dengan jumlah kasus yang terus bertambah. Tak hanya menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat, penyakit ini pun memengaruhi berbagai sektor di suatu negara.

Menengok ke belakang, penyakit ini sebelumnya tanpa nama. Kasus pertama terjadi di Wuhan, China dan dilaporkan ke kantor WHO di Cina pada 31 Desember 2019. Diberitakan WHO dalam laman who.int (15/3/2020), pada 11 Februari 2020 organisasi kesehatan itu pada akhirnya mengumumkan nama penyakit ini COVID-19, yang berarti Coronavirus Disease 2019.

[Baca Juga: Beberapa Peneliti Bersiap Lakukan Uji Coba Antivirus Corona]

COVID-19 disebabkan salah satu jenis Virus Corona, tepatnya bernama SARS-CoV-2. Nama virusnya mengingatkan Anda dengan nama penyakit gangguan pernafasan yang lain? Iya benar, SARS merupakan penyakit yang virusnya berasal dari keluarga sama dengan COVID-19, yaitu SARS-CoV.

Selain itu, masih ada beberapa penyakit yang disebabkan virus sebelum adanya COVID-19. Berikut penjelasan yang dilansir dari Healthline (15/3/2020).

Pandemi Influenza 1918 Bukti Social Distancing Tekan Sebaran Virus

1) Flu Spanyol 1918

Penyakit ini ditemukan pada tahun 1918, masih dalam waktu perang dunia pertama berlangsung. Meski dinamakan “Flu Spanyol”, flu ini bukan berasal dari Spanyol. Hingga kini asal penyakit tersebut masih diperdebatkan, tetapi Asia Timur, Eropa, dan Kansas menjadi wilayah dugaan asal penyakit.

Menurut penelitian, virus yang menyebabkan pandemi ini ditemukan dari tubuh seseorang yang terkubur di lapisan es di Alaska dan juga di tentara Amerika yang sakit pada saat itu.

Walau menjadi pandemi yang berjumlah kasus kematian lebih dari 50 juta, banyak pelajaran dalam dunia medis diambil dari kejadian ini. Hal itu di antaranya cuci tangan adalah kiat penting dalam mencegah terinfeksi dari virus dan memahami cara mengisolasi serta mengurus pasien sakit dalam jumlah banyak

  • Gejala: demam, mual, diare
  • Waktu terdeteksi pertama kali: Maret 1918
  • Jumlah kasus di seluruh dunia: 500 juta
  • Jumlah kematian di seluruh dunia: Lebih dari 50 juta (tingkat kematian 2 persen)
  • Cara penyebaran: lewat cairan droplet.
  • Kelompok yang paling terkena dampak: Orang berusia 20-40 tahun
  • Antivirus: Belum ditemukan
  • Vaksin: Belum ada
  • Waktu berakhirnya pandemi: 1919, sebagian besar karena kematian dan tingkat kekebalan tubuh manusia yang lebih tinggi.

Mengenal Penyakit yang Disebabkan Virus Mirip COVID-19

2) Influenza atau Flu

Mungkin masih ada anggapan bahwa influenza atau flu dan pilek merupakan dua hal yang sama. Hidung tersumbat, bersin, pegal-pegal pada tubuh, dan lelah adalah gejala yang ditemukan di keduanya, tetapi sesungguhnya dua penyakit itu berbeda. Pilek jarang menyebabkan masalah kesehatan lain, sedangkan flu bisa menyebabkan sinus, infeksi pada telinga, pneumonia, dan sepsis. Untuk menentukan penyakit yang diidap adalah flu atau pilek, seseorang bisa berobat ke dokter dan menjalankan tes.

Flu biasa ini tidak seperti pandemi Flu Spanyol dan COVID-19 karena sudah ada vaksin untuk mencegahnya. Berikut keterangan lebih lanjut mengenai flu.

  • Gejala: demam, batuk, sakit tenggorokan, dan muncul rasa lelah.
  • Kasus di dunia per tahun: sekitar satu miliar atau sembilan persen dari populasi penduduk dunia.
  • Cara penyebaran: Lewat cairan droplet saat bersin dan batuk
  • Kelompok yang paling terkena dampak: Orang dewasa dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Antivirus: Tamiflu, Relenza,Rapivab, Xofluza untuk mengurangi waktu terkena penyakit ini dan keparahannya.
  • Vaksin yang tersedia: Sudah banyak yang tersedia seperti inactivated influenza vaccine [IIV], recombinant influenza vaccine [RIV], dan live attenuated influenza vaccine (LAIV)

Sebelum Virus Corona, Ini 2 Penyakit yang Viral Beberapa Tahun Terakhir SARS

3) Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 2002-2004

Mengutip who.int (15/3/2020), pada mulanya SARS disebabkan oleh virus yang berasal dari hewan. Hingga kini belum dapat dipastikan hewan apa tepatnya. Namun, diperkirakan virus itu dari kelelawar lalu menular ke luwak hingga akhirnya ke manusia. Kasus pertama terinfeksinya virus SARS CoV ini terjadi pada 2002 di Provinsi Guangdong, Cina Selatan.

  • Gejala: demam, batuk, pegal-pegal pada tubuh.
  • Waktu terdeteksi pertama kali: November 2002 di Provinsi Guangdong, Cina
  • Jumlah kasus: 8.098 di 29 negara
  • Jumlah kematian: 774
  • Cara penyebaran: Lewat cairan droplet saat bersin dan batuk
  • Kelompok yang paling terkena dampak: Orang berusia 60 tahun atau lebih punya risiko kematian 55 persen
  • Vaksin: Vaksin tersedia ketika epidemi ini berakhir
  • Waktu berakhir: Juli 2003

Mengenal Penyakit yang Disebabkan Virus Mirip COVID-19

4) Flu Babi

Flu babi disebabkan oleh virus H1N1. Seperti COVID-19, pada awalnya tidak ada vaksin untuk penyakit ini. Flu babi pertama kali ditemukan di Mexico, Amerika Serikat.

  • Gejala: demam, batuk, nyeri pada tubuh, dan panas dingin
  • Waktu terdeteksi pertama kali: Januari 2009
  • Jumlah kasus di seluruh dunia: 60,8 juta
  • Jumlah kematian: 284.000
  • Kelompok yang paling terkena dampak: kasus dengan angka terbanyak pada anak-anak.
  • Antivirus: Oseltamivir dan zanamivir
  • Vaksin: Sudah ada, penelitiannya dimulai pada April 2009 dan tersedia pada Desember 2009
  • Waktu berakhir: Agustus 2010

[Baca Juga: Cegah Virus Corona, LIPI Produksi Hand Sanitizer]

Empat penyakit di atas memiliki tingkat kematian dan penularan yang berbeda meskipun sama-sama disebabkan oleh virus. Mempelajari keempat penyakit ini dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang penyebaran penyakit, tingkat kematian dan efeknya kepada kelangsungan hidup manusia.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.