Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

Kesehatan

Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

Presiden Joko Widodo telah mendatangkan Avigan dan Klorokuin untuk pengobatan COVID-19 di Indonesia. Avigan sendiri merupakan obat yang dibuat Perusahaan Jepang Fujifilm Toyama Chemical dan disebut China ampuh mengatasi gejala COVID-19 seperti batuk dan demam. Sementara klorokuin dikenal sebagai obat malaria yang digunakan untuk perawatan pneumonia di China. Di samping dua obat tersebut, kini tengah diuji klinis dua obat lain untuk menangani COVID-19, yaitu remdesivir dan kevzara.

Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

1) Remdesivir

Remdesivir adalah obat buatan Perusahaan Bioteknologi Amerika Gilead Science yang didesain sebagai obat penyakit Ebola. Akan tetapi, obat ini dinilai tidak efektif untuk mengobati penyakit itu.

Saat ini remdesivir tengah diuji klinis oleh China, Jepang, dan Amerika Serikat untuk pengobatan COVID-19. Negara-negara ini ingin melihat apakah remdesivir mampu mengurangi komplikasi atau meringankan dampak pada pasien COVID-19. Hasilnya disebut akan keluar pada April mendatang. Selain tiga negara tersebut, Yonhap (27/03/2020) juga mengabarkan Korea Selatan ikut mengujinya.

Lalu, mengapa obat yang awalnya didesain untuk Ebola dapat dipertimbangkan untuk menangani COVID-19 yang penyebab virusnya tidak satu keluarga dengan virus Ebola?

[Baca Juga: Sebelum Virus Corona, Ini 2 Penyakit yang Viral Beberapa Tahun Terakhir]

Berdasarkan penjelasan dalam STAT (27/06/2020) obat ini diteliti mampu meredam infeksi Virus Corona, setelah terbukti menghambat replikasi MERS-CoV pada monyet. Virus penyebab MERS juga merupakan Virus Corona, satu keluarga dengan SARS-CoV-2. Remdesivir berdasarkan penelitian pun mampu menghambat pertumbuhan virus penyebab SARS.

Bagaimana obat ini menghambat replikasi virus corona? Virus Corona memiliki genom RNA. Untuk membuat salinan diri atau bereplikasi, mereka bergantung pada molekul yang disebut polimerase untuk merangkai genom mereka. Remdesivir, ketika masuk ke dalam tubuh akan menyerupai huruf penyusun RNA, yaitu adenosin dan mengelabui polimerase. Polimerase pada akhirnya akan mengira remdesivir adalah RNA virus sehingga memasukannya ke rangkaian genom virus yang sedang disusun. Akhirnya, virus gagal bereplikasi dan tidak bisa menginfeksi sel lain.

[Baca Juga: Menerka Sifat Virus Corona Baru di Masa Mendatang]

Selain mampu menghambat replikasi Virus Corona, remdesivir sendiri sebenarnya sudah pernah diberikan kepada pasien COVID-19 di Amerika Serikat. Pria berusia 35 tahun dirawat di Providence Regional Medical Center di Washington Amerika Serikat dengan gejala demam dan batuk. Namun, beberapa hari kemudian kondisinya memburuk, dia sesak napas dan mengalami pneumonia.

Pihak rumah sakit meminta persetujuan Food and Drug Administration (FDA) untuk memberi pasien tersebut remdesivir. Pada hari ke tujuh remdesivir diberikan dan pasien membaik keesokan harinya.

Akan tetapi, keberhasilan pada pasien tersebut belum dapat membuktikan keefektifan obat remdesivir. Butuh uji coba dengan skala yang lebih besar dengan plasebo, obat kosong untuk menguji efektivitas suatu obat.

Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memberikan kepastian waktu pemberian remdesivir pada pasien, apakah remdesivir diberikan ketika pasien baru saja terinfeksi virus atau dapat pula diberikan saat gejalanya sudah parah. Hal ini karena cara kerja remdesivir adalah menghambat virus saat memperbanyak diri, diperkirakan akan efektif ketika virus masih bereproduksi di saluran pernapasan atas.

Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

2) Kevzara

Kevzara adalah merek dagang dari sarilumab, obat yang menghambat produksi sitokin yang disebut Interleukin-6 (IL-6). Berdasarkan pemaparan spesialis paru Erlina Burhan, mengutip kompas.com (27/03/2020), sitokin dilepas apabila ada virus yang masuk ke paru-paru. Saat jumlah sitokin tidak terkontrol, maka pasien dapat mengalami sesak napas.

Mengutip news.sanofi.us (27/03/2020), perusahaan farmasi Sanofi dan Regeron telah memulai mengevaluasi kevzara pada pasien dengan gejala parah yang dirawat di rumah sakit. Uji dilakukan di New York, yang merupakan episentrum COVID-19 di Amerika Serikat. Kevzara merupakan obat produksi dua perusahaan farmasi tersebut.

Pertama-tama kedua perusahaan itu meninjau pasien dengan gejala COVID-19 yang parah, memberi mereka kevzara dan mengevaluasi gejala demam serta kebutuhan mereka akan oksigen tambahan.

[Baca Juga: Cytokine Storm: Reaksi Imun Ini Sebabkan Kematian pada COVID-19?]

Pada tahap selanjutnya kevzara dievaluasi pada perkembangan pasien dalam jangka panjang, termasuk mencegah kematian dan mengurangi kebutuhannya akan penggunaan ventilator mekanik, oksigen tambahan, atau perawatan di rumah sakit.

Mengenai hasil, dua perusahaan yang mengevaluasi obat tersebut belum mengemukakannya. Akan tetapi, kevzara disebut mereka memiliki efek samping, yaitu dapat menurunkan kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi. Penggunaan kevzara harus dengan pendampingan dokter.

Untuk diketahui, kevzara sebetulnya adalah obat untuk menangani penyakit artritis reumatoid. Pada tahun 2017, obat tersebut mendapat izin di Amerika untuk mengobati pasien artritis.

Seberapa Ampuh Klorokuin Untuk Atasi Virus Corona

Pengobatan COVID-19 di Indonesia

Hingga saat ini, apabila terdapat warga dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Test dan harus dirawat di rumah sakit, maka pasien tersebut mendapat beberapa obat sampai hasil pemeriksaan spesifik terbukti negatif. Adapun obat tersebut di antaranya antivirus, antibiotik Makrolid dan Fluoroquinolone, vitamin c dosis tinggi, klorokuin (pada pasien dengan kondisi berat), terapi simptomatik sesuai gejala, hepatoprotektor bila SGOT dan SGPT meningkat, dan obat-obat lain sesuai penyakit penyerta. Perawatan ini tertuang dalam Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,


Read More

Artikel Lainnya

Ini Cara Maybank Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah di Tanah Ai r.jpg

Bisnis

Ini Cara Maybank Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah di Tanah Air

05 October 2022, 16:09

Maybank turut mendukung upaya pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia dan ini dilakukan melalui salah satu unit usahanya yang bernama UUS.

Besok! Infinix Indonesia Siap Rilis Produk Flagship Terbarunya.jpg

Hobi dan Hiburan

Besok! Infinix Indonesia Siap Rilis Produk Flagship Terbarunya

05 October 2022, 14:10

Pihak Infinix Indonesia akan merilis produk di segmen premiumnya pada 6 Oktober 2022 dengan konten kreator serta para multitasker yang jadi target pasarnya.

2 Minggu Sekali! Warga Kota Bandung Dapat Layanan KB MKJP Gratis.jpg

Kesehatan

2 Minggu Sekali! Warga Kota Bandung Dapat Layanan KB MKJP Gratis

05 October 2022, 10:41

Bagi Anda warga Kota bandung yang sudah berkeluarga dan mempertimbangkan untuk mengikuti program KB maka bisa memanfaatkan program gratis ini.

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.


Comments


Please Login to leave a comment.