KEMAYORAN_KAWASAN_SURGA BELANJA DI PASAR BARU JAKARTA_EMIL_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Mengenal Sejarah Pasar Baru Jakarta

Kota Jakarta tidak pernah padam lokasi belanjanya. Begitu banyak pilihan yang ditawarkan dari yang modern hingga tradisional. Namun di antara pilihan-pilihan tersebut, ada sejumlah lokasi belanja yang bersejarah dan dekat di hati masyarakat Jakarta. Salah satunya adalah Pasar Baru Jakarta.

Secara demografi, Pasar Baru Jakarta berada di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat dengan kode pos 10710. Lokasi ini terkenal dengan arsitek bangunannya yang masih terasa kuat akan pengaruh sejarah masa lalu dan dipadu dengan banyaknya toko-toko yang memiliki nuansa modern. Satu hal yang menarik adalah Pasar Baru Jakarta memiliki bentuk layaknya “piring besar” yang menyatukan para pedagang masyarakat pribumi, keturunan etnis Tionghoa dan India.

Bercampurnya banyak kultur di Pasar Baru Jakarta, tidak terlepas dengan sejarah berdirinya lokasi ini dan untuk menarik benang merahnya, kita perlu menengok ke abad 19. Kala itu, Gubernur Jenderal Daendels tengah melakukan pengembangan terhadap lokasi Batavia di area Kota ke arah selatan di kawasan Weltevreden. Pengembangan ini ditujukan untuk perancangan pusat pemerintahan yang baru.

Mengingat ini akan menjadi lokasi pemerintahan yang baru, maka kawasan tersebut awalnya diperuntukkan untuk orang-orang dari ‘kelas atas’ yang tinggal di pemukiman Rijswik dan Norrdwijk. Karena tujuan tersebut, maka Anda dapat melihat gedung-gedung pemerintahan, gedung kesenian serta kantor pos berada di dekat area Pasar Baru Jakarta saat ini.

Usut punya usut, dari banyak literatur, sebelum Pasar Baru Jakarta resmi dibuka pada 1920, lokasi ini sudah difungsikan menjadi pasar tradisional. Saat itu, di sana menjadi tempat bertemunya para pedagang pribumi yang menjual hasil bumi dengan para pedagang kelontong yang berasal dari etnis Tionghoa.

Proyek pembangunan Pasar Baru Jakarta pun dimulai pada 1809, tepatnya saat Gubernur Jenderal Daendels membeli lahan di kawasan tersebut dan ingin mendirikan sebuah pusat jual-beli yang baru. Karena Yustinus Vinck sudah membangun Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang terlebih dahulu, Daendels pun menginginkan nama yang berbeda. Karena itulah, ia menamakan pasar tersebut dengan ‘Passer Baroe’.

Pada perkembangannya, Sungai Ciliwung yang tepat berada di area Pasar Baru Jakarta dikenal karena air yang mengalir di sana bersih. Bahkan, saking bersihnya, para warga etnis Tionghoa kerap mengadakan festival lomba perahu di sana yang dikenal dengan nama Peh Cun.

Nama festival ini diambil dari Bahasa Hokian yaitu Pe Liong Cun yang memiliki arti mendayung perahu naga. Festival ini digelar setiap tanggal 5 pada penanggalan Tionghoa. Para peserta festival tersebut menaiki perahu-perahu yang sudah dihias dan mereka berlomba di aliran Sungai Ciliwung untuk memperebutkan batang bambu yang diikat dengan sapu tangan.

Dengan semakin ramainya Pasar Baru Jakarta, warga keturunan India pun mulai mencoba membuka usahanya di kawasan perbelanjaan ini. Rata-rata mereka berfokus untuk berdagang garmen atau tekstil.

Saat dalam masa jayanya, Pasar Baru Jakarta pun terkenal sebagai sentra industri pakaian yang menjadi lokasi pilihan orang-orang dari luar Kota Jakarta untuk membeli secara grosir. Namun, lambat laun, nama Pasar Baru Jakarta pun tergerus karena banyak pembeli yang memilih Pasar Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang.

Walau begitu, hingga kini Pasar Baru Jakarta tetap masih banyak dikunjungi oleh warga asli DKI hingga para turis asing yang ingin menikmati suasana bersejarah di sana.

Read More

Artikel Lainnya

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

Pendidikan

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

09 April 2020, 20:00

Dukungan pulsa atau paket data ini rupanya bukan hanya diberikan ke mahasiswa untuk proses belajar, tapi juga tenaga pengajar.

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

09 April 2020, 19:00

Pemkot Depok kembali mengumumkan perpanjangan masa belajar di rumah dalam rangka menekan penyebaran wabah COVID-19 di wilayahnya.

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

Kesehatan

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

09 April 2020, 18:00

Kaldasa sendiri merupakan singkatan dari kaldu, sayur dan daging. Tiga komponen tersebut diyakini mampu membuat anak dengan autisme lebih tenang dan lebih fokus.

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

Kuliner

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

09 April 2020, 17:00

Food For The Heroes merupakan program Bakmitopia untuk mendukung mereka yang berada di garda depan penanganan pandemi COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.