Mengintip Kostum Finalis Puteri Indonesia 2019 di Malam Seni dan Budaya 1.jpg

Kecantikan dan Fashion

Mengintip Kostum Daerah Finalis Puteri Indonesia 2019

Dalam rangka membangkitkan rasa cinta pada produk dalam negeri maka Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu bekerjasama dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri Berbasis Budaya menyelenggarakan acara Malam Seni dan Budaya pada Senin, 4 Maret 2019 di Gandaria City dengan menampilkan gaun-gaun hasil karya disainer lokal daerah di Indonesia yang dipakai para finalis Puteri Indonesia 2019.

Ragam budaya Indonesia yang menjadi identitas bangsa ditampilkan para finalis Puteri Indonesia 2019 sebagai salah satu rangkaian karantina Puteri Indonesia 2019 di Malam Seni dan Budaya yang berhasil memukau para penonton. Para finalis Puteri Indonesia 2019 yang mewakili provinsi Indonesia dari Sabang sampai Marauke unjuk bakat serta berkolaborasi dengan promosi seni dan budaya dari daerahnya masing-masing dikutip dari puteri-indonesia.com (6/3/2019).

[Baca Juga: 10 Butik di Kemang Karya Desainer Lokal (1)]

Pada Malam Seni dan Budaya, para finalis Puteri Indonesia 2019 memperebutkan gelar Puteri Indonesia Atribut yaitu Puteri Indonesia 2019. Acara yang di pandu Puteri Indonesia Favorite Sumatera 2016 Farhanisa dan Puteri Indonesia Perdamaian 2017 Dea Rizkita ini akan melewati proses penjurian yang menghasilkan nominasi pemenang tiga besar Puteri Indonesia Berbakat. Selanjutnya, akan dipilih satu orang dari mereka sebagai Puteri Indonesia Berbakat 2019 yang akan diumumkan pada malam puncak Puteri Indonesia 2019 pada tanggal 8 Maret 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.

Berdasarkan unggahan pada akun instagram Official Puteri Indonesia @officialputeriindonesia (6/3/2019), yang terpilih menjadi Top 3 Best Traditional Costume adalah finalis Puteri Indonesia Sumatera Selatan Helvanda Herman, finalis Puteri Indonesia Riau Sabrina Anggraini dan finalis Puteri Indonesia Kalimantan Selatan Fatmathalia Ranti.

Kostum yang dipakai para finalis Puteri Indonesia 2019 dirancang para designer lokal masing-masing daerah dengan berbagai cerita menarik yang terkandung dalam rancangannya pada Malam Seni dan Budaya. Berikut kostum yang dipakai para finalis Puteri Indonesia 2019 yang menjadi Top 3 Best Traditional Costume beserta cerita di balik rancangannya berdasarkan unggahan dari akun instagram masing-masing finalis.

Kostum Daerah Finalis Puteri Indonesia 2019 Gaun The Legend of 7 Bidadari

  • Gaun The Legend of 7 Bidadari

Gaun yang dikenakan Helvanda Herman dari Sumatera Selatan dirancang oleh desainer lokal asal Palembang bernama Ferry Anthony dan Syafril Febry dan membuatnya bersama BFE Management.

Busana yang dikenakan Helvanda pada Malam Seni dan Budaya adalah gambaran nyata keanggunan 7 Bidadari yang turun ke bumi di kala purnama tiba. Helvanda menuliskan pada akun instagramnya @helvanda (6/3/2019), pada zaman dahulu dikisahkan 7 kakak beradik bidadari yang turun ke bumi untuk sekedar mandi dan menikmati keindahan alam di Bumi.
Kota Pagar Alam yang dijuluki kota 1000 Air Terjun menjadi tempat bagi mereka untuk turun ke bumi di kala Purnama tiba atau malam empat belas. Masyarakat sekitar gunung Dempo menyebut mereka Bidadari. Ketujuh bidadari tersebut memiliki paras yang sangat anggun nan rupawan. Wajah mereka bercahaya bak rembulan dengan rambut yang hitam berkilau. Tubuh mereka selalu ditutupi dengan selendang sehalus sutera yang menjuntai dengan 7 warna yang berbeda. Ketujuh kakak beradik bidadari selalu dipimpin oleh kakak tertua. Mereka selalu mengikuti kemana arah pergi sang kakak tertua. Dialah sang Alfa. Dialah pemimpin para Bidadari dari langit.

Kostum Daerah Finalis Puteri Indonesia 2019 Kostum Wonderful Perang Air Meranti

  • Kostum Wonderful Perang Air Meranti

Kostum yang ditampilkan Sabrina Anggraini asal Riau merupakan karya rancangan Fransiscus asal Sumatera yang berhasil merealisasikan inspirasi Sabrina dari keikutsertaannya dalam Festival Perang Air di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Festival Perang Air kini menjadi tradisi yang berawal dari kebiasaan masyarakat Selatpanjang, terutama anak-anak sering menyiram air kepada masyarakat yang naik becak. Tradisi ini berlangsung baik dalam menyambut idul fitri maupun perayaan Imlek dan kemudian berkembang menjadi Festival Perang Air.

Sabrina menuliskan pada akun instagramnya @sabrinaanggraini (6/3/2019), festival ini dirayakan setiap Imlek tetapi bukanlah perayaan untuk merayakan suatu keyakinan tertentu. Karena terlihat dari masyarakat di sana yang berbaur satu sama lain tanpa melihat perbedaan.

Mengintip Kostum Daerah Finalis Puteri Indonesia 2019 Wonderful Perang Air Meranti

  • Kostum Tiwadak, The Harmony Fruit of South Kalimantan

Kostum unik ini ditampilkan Fatmathalia Ranti finalis asal Kalimantan Selatan pada Malam Seni dan Budaya yang merupakan hasil karya desainer asal Kalimantan bernama Fendy Rafi’I dan Tinggel yang memiliki akun Instagram bernama @tinggelone.
Tiwadak atau yang lebih dikenal dengan cempedak merupakan salah satu buah asli Kalimantan Selatan. Sebagaimana tertulis di akun instagram Fatmathalia @thaliarant (6/3/2019), tiwadak menjadi salah satu penggambaran filosofi hidup manusia yang berguna dari manusia tersebut hidup hingga tiada.

Tiwadak adalah salah satu buah yang semua bagiannya berguna mulai dari daging buahnya yang enak dan manis, biji buah cempedak yang bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan kulit buah cempedak yang bisa dibuat sebagai makanan khas Kalimantan Selatan yaitu Mandai.

Selain itu, kayunya berkualitas baik, kuat dan awet sehingga sering digunakan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan perahu atau Jukung. Kulit kayunya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali dan getahnya untuk memotong burung. Dari kayunya juga dapat dihasilkan bahan pewarna kuning yang bisa digunakan sebagai pewarna kain Sasirangan.

[Baca Juga: Tiga Tempat Penyewaan Gaun & Kebaya di Kelapa Gading]

Para Finalis Puteri Indonesia 2019 lain juga menampilkan gaun atau kostum yang tidak kalah menarik dan unik dari para desainer lokal daerahnya masing-masing. Dan tentu semua desainer lokal yang menghasilkan karya busana di Malam Seni dan Budaya patut diberikan apresiasi oleh masyarakat dan sebagai contoh untuk tetap mencintai dan menggunakan produk-produk lokal yang ada di Indonesia.

Read More


Artikel Lainnya

Home Credit Gandeng Mitra Bisnis Kecil dan Menengah

Bisnis

Home Credit Gandeng Mitra Bisnis Kecil dan Menengah

26 May 2019, 13:00  |  7 Views

Sebagai perusahaan pembiayaan berbasis teknologi, Home Credit berkomitmen menjadi mitra pembiayaan yang dapat diandalkan bagi mitra bisnis atau konsumen.

Atlet Cheerleaders Indonesia Raih Prestasi di Asian Junior Cheerleding

Berita Kawasan

Atlet Cheerleaders Indonesia Raih Prestasi di Asian Junior Cheerleding

26 May 2019, 14:00  |  6 Views

Prestasi atlet pemandu sorak di ajang Asian Junior Cheerleading Championship menjadi modal menuju Cheerleading Wold Championship.

Cerita Wali Kota Bogor Setelah Menonton Film Ambu

Berita Kawasan

Cerita Wali Kota Bogor Setelah Menonton Film Ambu

26 May 2019, 12:00  |  5 Views

Usai menonton film Ambu garapan Skytree Pictures, Wali Kota Bogor mengaku sempat meneteskan air. Dia pun mengajak ibu dan anak di kawasan Bogor menonton film Ambu.

Ini Cara Jitu Pria Jaga Stamina di Bulan Ramadan Ala Zap Clinic

Kesehatan

Ini Cara Jitu Pria Jaga Stamina di Bulan Ramadan Ala Zap Clinic

26 May 2019, 15:00  |  5 Views

Menjaga stamina saat Ramadan perlu dilakukan agar segala aktivitas bisa dilakukan tanpa mengurangi intensitas. Khusus untuk pria, ini cara jitu jaga stamina di bulan Ramadan.


Comments


Please Login to leave a comment.