Mengintip-Sekolah-Ibu-di-Kota-Bogor-2.jpg

Pendidikan

Mengintip Program Sekolah Ibu di Kota Bogor

Sekolah Ibu akhir-akhir ini menjadi buah bibir usai Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menjelaskan bahwa ia ingin memperkenalkan program tersebut di wilayahnya. Ia menjadikan, Sekolah Ibu yang saat ini berjalan di Kota Bogor sebagai acuan utama dalam realisasi programnya. Hengky percaya program ini dapat mengurangi tingkat perceraian di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Di Kota Bogor, program Sekolah Ibu mulai melalui proses “penggodokan” dan dicoba direalisasikan pada 2017. Program ini dicetuskan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan atau TP-PKK Kota Bogor. Dan dipandang dapat mengatasi berbagai fenomena negatif seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penggunaan narkoba, perceraian dan lain-lain.

[Baca Juga: Belajar Sejarah di Museum Perjoangan Bogor]

Pada tahap awal realisasi Sekolah Ibu di Kota Bogor, terdapat sekira 68 kelurahan yang menerapkan program ini. Di mana kegiatan pembelajarannya diadakan dua kali dalam seminggu yakni pada hari Senin dan Kamis di aula kelurahan masing-masing. Para peserta Sekolah Ibu pun akan mendapatkan pelajaran dari modul yang terdiri dari tiga bab dan 18 materi.

Ketua TP-PKK Kota Bogor Yane Ardian menjelaskan sosok ibu merupakan sekolah pertama untuk para buah hatinya. Namun, ia merasa banyak ibu yang meninggalkan peran tersebut. Karena itulah Sekolah Ibu disebut berguna untuk memastikan ibu mendapatkan wawasan lebih baik untuk keluarganya.

Wisudawati Lulusan Sekolah Ibu

Kemudian pada 2018, Sekolah Ibu Kota Bogor pun diresmikan Walikota Bogor Bima Arya. Semenjak Juli 2018, program ini pun diadakan di seluruh kelurahan Kota Bogor dengan materi yang telah terangkum dalam 19 modul.

Yane menyatakan, belasan modul tersebut disusun langsung para pengurus TP-PKK Kota Bogor. Di tahap ini, para pengajar di Sekolah Ibu pun telah melalui proses seleksi yang di mana mereka harus memiliki kualifikasi minimal S1 dan sudah menikah serta memiliki anak dengan status pernikahan yang utuh.

[Baca Juga: Mengenal Program Kampung KB untuk Kesejahteraan Masyarakat]

“Para pengajar yang jumlahnya kurang lebih mencapai 68 memiliki latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Di antaranya seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, memahami kepribadian anggota keluarga, bahkan tentang bela negara dan cinta Tanah Air serta materi ketahanan keluarga lainnya,” ucap Yane pada 2018 silam ketika menjelaskan mengenai program Sekolah Ibu, sebagaimana dikutip dari kotabogor.go.id (4/1/2019)

Pada Jumat (28/12/2018), wisuda untuk para peserta Sekolah Ibu Kota Bogor pun diselenggarakan di Gedung Olahraga Pajajaran. Dari Kecamatan Bogor Utara, Barat dan Tanah Sareal terhitung ada 1.020 peserta Sekolah Ibu yang ikut kegiatan wisuda ini. Sedangkan pada Sabtu (29/12/2018) ada 1.020 peserta Sekolah Ibu dari kecamatan Bogor Tengah, Timur dan Selatan yang ikut prosesi wisuda tersebut.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.