MENGINTIP SALAH SATU KLENTENG TERTUA DI JAKARTA

Berita Kawasan

Mengintip Salah Satu Klenteng Tertua di Glodok Jakarta

Glodok yang terkenal sebagai kawasan pecinan di Jakarta menjadi area yang menyimpan berbagai tempat bersejarah. Salah satunya adalah tempat ibadah yang disinyalir sebagai klenteng tertua di Jakarta. Nama tempat itu adalah Vihara Dharma Bakti atau yang juga dikenal dengan nama klenteng Kim Tek Le.

Sekadar infomasi, klenteng ini berlokasi di Jalan Kemenangan III Petak Sembilan No. 19, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. Vihara Dharma Bakti memang bisa dikatakan sebagai tempat ikonik yang ada di Glodok. Mengingat tempat ibadah ini memang sudah berdiri di kawasan Glodok semenjak abad 17-an dan menjadi saksi bisu tragedi yang menimpa warga etnis Tionghoa di Batavia.

Sejarah Vihara Dharma Bakti

Bila membahas mengenai sejarah klenteng ini, maka kita perlu menarik benang merah ke tahun 1650. Saat itu klengteng tersebut dibangun atas perintah dari Kwee Hoen yang kala itu menjabat sebagai Kapitan Cina. Sekadar informasi, Kapitan China atau Kapitein der Chinezen merupakan pejabat di era Pemerintahan Kolonial Belanda yang bertanggung jawab untuk memimpin warga etnis Tionghoa saat itu.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Peradaban Tionghoa Selayang Pandang, klenteng ini awalnya dinamakan Kwan Im Teng atau Paviliun Guan Yin untuk menghormati Dewi Kwan Im. Usut punya usut, nama Kwan Im Teng itu sebenarnya menjadi sumber dari ‘klenteng’ yang diucapkan oleh warga pribumi pada saat itu. Lambat laun kata ini pun menjadi istilah serapan umum yang menggambarkan tempat ibadah warga etnis Tionghoa.

Klenteng ini juga menjadi saksi bisu ketika terjadi terjadinya tragedi “Geger Pecinan”. Diperkirakan akibat tragedi tersebut, setidaknya ada 10 ribu warga etnis Tionghoa tewas terbunuh. Sebagaimana dilansir dari buku Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta, seri gedung-gedung ibadah yang tua di Jakarta, Kwan Im Teng pun turut menjadi bangunan yang dibumihanguskan saat terjadinya tragedi itu.

Pasca-tragedi tersebut, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang kala itu dijabat oleh Gustaaf Willem van Imhoff pun mendirikan organisasi yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus dan mengawasi berbagai warga etnis yang ada di Batavia. Salah satunya adalah organisasi dengan nama Kong Koan yang mengurus kepentingan para warga etnis Tionghoa.

Buku The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society menjelaskan pada 1755, klenteng tersebut berhasil direstorasi oleh organisasi Kong Koan yang berada di bawah kepemimpinan Kapitan China, Oey Tji Lo. Nama klenteng itu pun diubah menjadi Kim Tek Le.

Selama era Kolonialisasi Belanda, perawatan Klenteng Kim Tek Le dilakukan oleh para anggota organisasi Kong Koan. Namun ketika Belanda meninggalkan Nusantara, organisasi itu pun dibubarkan dan pengaturan klenteng tersebut diambil alih oleh Dewan Wihara Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, pada masa awal Orde Baru, klenteng ini dilaporkan mendapatkan perlakuan buruk dari penguasa. Bahkan papan nama klenteng ini pun terpaksa diganti menggunakan huruf latin yang awalnya menggunakan bahasa Tionghoa akibat perlakuan tersebut.

Dewan Wihara Indonesia pun memilihkan nama baru untuk klenteng tersebut dan yang dipilih adalah Wihara Dharma Bhakti. Nama ini disebut berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna “Klenteng Keutamaan Emas”.

Kebakaran juga pernah menimpa vihara ini pada 2 Maret 2015. Insiden itu terjadi pada waktu dini hari dan sempat menyebabkan hangusnya bangunan utama serta ruang-ruang yang ada di Vihara Dharma Bhakti. Sumber api diduga disebabkan oleh terpal yang bergantung dekat lilin dan terkena api yang akhirnya merembet ke seluruh bangunan utama.

Vihara Dharma Bakti di Era Moderen

Di era moderen, Vihara Dharma Bakti menjadi sebagai pusat kegiatan rohani warga Tionghoa di kawasan Jakarta. Berbagai perayaan pun kerap diadakan di sini seperti Festival Cioko atau Sembahyang Arwah Umum yang diadakan pada pertengahan bulan ketujuh di penanggalan Tionghoa. Vihara ini juga paling ramai dikunjungi ketika perayaan Waisak.

Di awal 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, pernah mengunjungi klenteng tersebut. Ia ingin dilakukan pemugaran terhadap Vihara Dharma Bhakti sebagai langkah untuk melestarikan bangunan tersebut.

“Jadi vihara ini sempat terbakar. Hampir 400 tahun yang lalu dari tahun 1650. Vihara ini menjadi tertua di wilayah DKI. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Bambang dan Pak Tan (sebagai) yang pengelola di sini,” ujar Sandi saat mengunjungi Vihara Dharma Bakti di Glodok pada Februari 2018, sebagaimana dikutip dari metro.sindonews.com.

Dalam upaya menjaga toleransi, pada Ramadhan tahun ini, salah satu klenteng tertua di Jakarta ini juga menyediakan takjil untuk para umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. Pihak pengurus Vihara Dharma Bakti menyatakan ini merupakan kegiatan untuk mempererat tali silaturahim serta persaudaraan antarumat beragama.

Read More

Artikel Lainnya

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

Bisnis

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

20 September 2019, 13:00  |  8 Views

Untuk mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia, Kemenperin kembali menggelar kompetisi fesyen untuk IKM dimulai dengan gelaran road to MOFP di Bandung dan Semarang.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

Pendidikan

Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Digitalisasi Sekolah

20 September 2019, 12:00  |  7 Views

Kemendikbud memberikan bantuan berupa peralatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk mempersiapkan sekolah songsong Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

Berita Kawasan

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

20 September 2019, 11:00  |  7 Views

Mendekati musim penghujan, Pemkot Jakarta Selatan mulai melakukan beberapa langkah persiapan. Apa saja yang dilakukan?

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

Properti dan Solusi

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

20 September 2019, 10:00  |  13 Views

Ragam kaktus hias dapat membuat ruangan rumah menjadi menarik. Agar berusia panjang, ada sejumlah cara merawat kaktus hias dengan tepat.


Comments


Please Login to leave a comment.