Mengisi Perut Kala Malam di Nasi Uduk Bang Bule Bekasi

Kuliner

Mengisi Perut Kala Malam di Nasi Uduk Bang Bule Bekasi

Di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, terdapat sebuah warung nasi uduk yang selalu ramai setiap saat meskipun tengah malam. Bahkan pejabat di Kota Bekasi pun kerap terlihat ngobrol santai di warung ini.

Warung nasi uduk itu milik Mustofa alias Bang Bule. Posisinya berada di emperan pertokoan di Kawasan Pecinan Kota Bekasi, tepatnya sekitar 50 meter dari Pasar Proyek Kota Bekasi. Warung Bang Bule ini buka setiap hari sejak pukul 20.30 hingga pukul 02.00.

Mengisi Perut Kala Malam di Nasi Uduk Bang Bule Bekasi

Meskipun pejabat nongkrong di situ, jangan harap warungnya mewah. Bentuknya terbilang sangat sederhana, hanya beratapkan kanopi toko dan tanpa papan nama. Tiga meja panjang dijajarkan di emperan toko tersebut untuk menaruh makanan dan tempat untuk makan para pengunjung. Namun, biar pun sederhana yang mau menyantap nasi uduk sampai harus antre.

Ramainya orang yang antre ternyata menjadi daya tarik sendiri sehingga semakin banyak yang antre. Banyak orang yang melintas di Jalan Mayor Oking penasaran dan ingin tahu seberapa enaknya nasi uduk di warung tersebut.

[Baca Juga: Berburu Kenikmatan Nasi Uduk Kebon Kacang]

Belakangan diketahui bahwa menu makanan yang disajikan di warung tersebut cukup lengkap. Selain menu utama semur jengkol dengan bumbu kecap khusus, Mustofa juga memiliki menu andalan lainnya, seperti soun godog yang rasanya manis, semur tahu dan tempe, empal daging, hingga dendeng sapi.

Menurut Rahmat, anak ke dua Mustofa, nasi uduk serta lauk-pauk buatan ayahnya banyak digandrungi warga lantaran rasanya yang beragam. "Makanan buatan bapak saya banyak rasanya. Nasi uduknya gurih, semur jengkolnya asin karena disemur dengan kecap kusus sementara sayur sounnya manis. Belum lagi rasa pedas dari sambal cabe rawit hijau," ujar Rahmat seperti diberitakan wartakota.com (14/1/2021).

Usaha Turun-temurun

Di sela kesibukannya melayani pelanggan, Mustofa menuturkan bahwa usaha berdagang nasi uduk yang digelutinya saat ini adalah usaha turun-temurun yang diwariskan oleh ayahnya, Mamak. "Bapak saya sudah berdagang nasi uduk sejak tahun 60-an. Sementara saya mengikuti bapak berdagang sejak tahun 70-an," ujar Mustofa yang juga telah menurunkan ilmu memasak nasi uduk kepada Rahmat, anak ke duanya serta sejumlah keponakannya.

Dikisahkan Mustofa bahwa awalnya ayahnya membuka warung nasi uduk di areal pasar Sapi. Di tahun 60-an Pasar Sapi terletak di tepi Jalan Ir Juanda bersinggungan dengan Kali Bekasi. Saat ini areal pasar sapi dijadikan bangunan Pasar Proyek Bekasi.

Mengisi Perut Kala Malam di Nasi Uduk Bang Bule Bekasi

Setelah kurang lebih sepuluh tahun berdagang nasi uduk di Pasar Sapi, Mamak dan Mustofa pindah warung ke daerah Pasar Baru Bekasi yang terletak di dekat Terminal Bekasi hingga tahun 1999. "Karena di lokasi Pasar Baru kondisinya kotor dan becek, akhirnya warung kami sepi pembeli. Maka dari itu saya memutuskan untuk pindah lagi ke daerah Pasar Proyek itupun berdasarkan anjuran saudara saya yang memiliki toko ini," ujar Mustofa yang tinggal di Jalan Mawar RT 05/02, Bekasi Timur, tidak jauh dari tempatnya berdagang.

[Baca Juga: Kembangkan Wisata Kuliner, Dispar Bekasi Gelar Lomba Masak]

Lantaran menumpang di emperan toko maka Mustofa hanya bisa berdagang pada malam hari. Namun tidak disangka olehnya, malam hari itu justru membawa keberuntungan. "Awalnya kami memang enggak kepikiran cari pangsa pasar pembeli makanan di malam hari. Tapi dagang malam hari malah ramai. Banyak warga yang datang, tidak hanya itu saja, sejumlah pejabat di Kota Bekasi baik Walikota dan Wakil Walikota baik yang sekarang maupun yang terdahulu sering makan di sini," ujar Rahmat.

Mengisi Perut Kala Malam di Nasi Uduk Bang Bule Bekasi

Kekhasan makanan buatan Mustofa ada pada lauk-pauk. Semur jengkol dan sayur sounnya lain dari warung nasi uduk pada umumnya. Selain itu masakan di sini sepertinya cocok untuk lidah seluruh warga, buktinya yang datang bukan hanya warga Bekasi asli tapi ada juga warga etnis lain. Bahkan, pelanggannya bukan hanya dari wilayah Kota Bekasi melainkan dari wilayah Kerawang, Cikarang, hingga Jakarta Timur. Satu porsi nasi uduk lengkap dengan lauknya dijual dengan harga Rp11.000 hingga Rp12.000.

Meskipun warung nasi uduknya sudah dikenal hampir sebagian besar warga Bekasi, serta keuntungan yang dihasilkan sudah bisa untuk mendirikan warung yang lebih besar dan nyaman, Mustofa enggan pindah dari tempat berdagangnya saat ini. "Saya mau melestarikan suasana makan di warung nasi uduk yang pada umumnya ngemper di pinggir jalan," turup Mustofa.

Read More

Artikel Lainnya

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19t.jpg

Pendidikan

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19

01 March 2021, 19:25

UGM secara resmi melepaskan ribuan GeNose C19 ke distributor untuk mulai dijual ke berbagai layanan kesehatan, institusi pendidikan hingga perusahaan.

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Kesehatan

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

01 March 2021, 18:15

Pendanaan vaksinasi mandiri dibebankan kepada perusahaan sehingga semua penerima vaksinasi tidak dipungut biaya. Program ini diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas.

Wisata Kuliner Kota Malang Belum Lengkap Tanpa Sate Gebug 1920

Kuliner

Wisata Kuliner Kota Malang Belum Lengkap Tanpa Sate Gebug 1920

01 March 2021, 16:16

Saat memasuki warung sate legendaris ini, terdengar suara orang sedang menggebuk-gebuk sesuatu. Suara itu akan terdengar jelas saat Anda memasuki warung.

ASN, Pedagang Hingga Wartawan di Kota Bogor Siap Divaksin

Kesehatan

ASN, Pedagang Hingga Wartawan di Kota Bogor Siap Divaksin

01 March 2021, 15:17

Khusus untuk lansia kata Retno, masih diprioritaskan di ibu kota provinsi. Sementara, Kota Bogor belum mendapat alokasi vaksin.


Comments


Please Login to leave a comment.