PURI-KAWASAN-MENGUBAH SAMPAH RUMAH MENJADI PUNDI PUNDI RUPIAH-GALIH-1100 px X 600 px-02.jpg

Berita Kawasan

Mengubah Sampah Rumah Menjadi Pundi-pundi Rupiah

Hingga saat ini, sampah menjadi persoalan yang belum terselesaikan di beberapa kota besar di Indonesia. Tak terkecuali di Ibukota Jakarta. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengurangi masalah sampah. Salah satunya dengan cara menghadirkan program bank sampah.

Ya, program bank sampah ini menjadi alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Ibukota. Ini merupakan program yang bersifat social engineering yang memungkinkan masyarakat memilah, mengolah sampah secara bijak.

Pemerintah Kota Jakarta Barat pun tak tinggal diam untuk mengatasi masalah sampah di wilayahnya. Sejak Agustus 2017, mereka meluncurkan Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati. Rupanya, program ini mendapatkan antusias tinggi dari warga. Hal ini terlihat dari jumlah anggota BSI Satu Hati yang terus bertambah. Awalnya hanya ratusan, kini jumlahnya mencapai ribuan.

Nasabah BSI Satu Hati datang dari berbagai kalangan. Menariknya, selain masyarakat umum, nasabahnya juga datang dari kalangan pelajar. Berdasarkan data dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, tercatat ada 22.600 nasabah BSI Satu Hati yang berasal dari pelajar. Siasanya sebanyak 12 ribu nasabah datang dari kalangan masyarakat umum.

Ribuan nasabah tersebut bisa mengubah sampah menjadi uang dengan menabungkan sampahnya ke BSI Satu Hati. Caranya pun sangat simpel, nasabah cukup membawa sampah rumah yang sudah dipilah. Lalu sampah akan ditimbang dan dicatat berat serta nilai sampah tersebut. Hasil penjualan sampah tersebut akan langsung masuk ke rekening tabungan nasabah.

Tak diduga, dari jumlah nasabah dan transaksi penjualan selama satu tahun terakhir ini, BSI Satu Hati telah mampu meraup omzet penjualan sampah mencapai angka Rp4,1 miliar. "Sampai saat ini akhir Agustus 2018 selama satu tahun dari Agustus 2017, omzet kita sudah mencapai kurang lebih Rp4,1 miliar," tutur Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto seperti dikutip tribun.com, Rabu (12/9/2018).

Salah satu tujuan utama diluncurkannya program bank sampah ini adalah untuk mengurangi volume sampah di Jakarta Barat. Diharapkan, kehadiran program ini juga mampu mengubah mindset warga untuk berupaya membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah dengan memilah sampah dari sumbernya, dan menjualnya ke bank sampah. "Sesuai tujuan awal kami ingin mengubah mindset masyarakat Jakarta Barat untuk memilah sampah dari sumbernya, yaitu dari rumah," kata Edy.

Seperti diketahui, BSI Satu Hati merupakan salah satu bentuk kerja sama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat dengan perusahaan air mineral kemasan dan perbankan nasional. Bank sampah ini teletak di lingkungan warga RT 5/RW 5, Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Warga bisa mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah dengan menabung sampahnya sendiri di BSI Satu Hati.

Read More

Artikel Lainnya

Tumbuhkan Bibit eSport, Kemenpora Dukung Turnamen Free Fire Fall Season 2020.jpg

Hobi dan Hiburan

Tumbuhkan Bibit eSport, Kemenpora Dukung Turnamen Free Fire Fall Season 2020

07 August 2020, 19:00

Menpora sangat mendukung usaha Garena Indonesia dalam mencari bibit eSport Tanah Air melalui turnamen Free Fire Fall Season 2020.

Ini Cara TCS untuk Dukung Pemulihan Sektor Pendidikan Tanah Air.jpg

Pendidikan

Ini Cara TCS untuk Dukung Pemulihan Sektor Pendidikan Tanah Air

07 August 2020, 18:00

Dari mulai warga sampai Pemkot Jakarta Utara sudah mulai bergerak untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan nanti.

Ini Beragam Persiapan Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Jakarta Utara.jpg

Berita Kawasan

Ini Beragam Persiapan Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Jakarta Utara

07 August 2020, 17:00

Dari mulai warga sampai Pemkot Jakarta Utara sudah mulai bergerak untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan nanti.

Pemkot Surabaya Terus Rampungkan Persiapan Piala Dunia U-20 2021.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Surabaya Terus Rampungkan Persiapan Piala Dunia U-20 2021

07 August 2020, 16:00

Melihat kinerja Pemkot Surabaya dalam mempersiapkan perhelatan Piala Dunia U-20 2021, Kemenpora merasa optimis.


Comments


Please Login to leave a comment.