Menteng-Kawasan-Mengulas-Museum-Terbaik-di-Indonesia-Emil.jpg

Berita Kawasan

Mengulas Museum Terbaik di Indonesia

DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia menyimpan berbagai tempat yang dapat dijadikan lokasi berlibur yang edukatif. Salah satunya adalah dengan mengunjungi berbagai museum. Di antara museum-museum tersebut terdapat satu tempat yang dikenal sebagai museum terbaik di Indonesia dengan koleksinya yang menggambarkan budaya-budaya Indonesia. Nama tempat itu adalah Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah.

Museum Nasional Indonesia berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat. Tidak hanya dikenal oleh para penggemar sejarah Nusantara, museum ini juga menjadi salah satu lokasi yang digadang-gadang sebagai tempat yang harus dikunjungi oleh para pelancong dari luar negeri.

Saat ini Museum Nasional Indonesia memiliki koleksi yang berjumlah sekira 140.000 benda yang berasal dari wilayah Nusantara dan Asia. Koleksi yang ada di museum ini dipandang sebagai koleksi terbaik yang ada di Indonesia dan dibagi tujuh yaitu arkeologi, etnografi, geografi, keramik, numesmatik & heraldik, prasejarah dan sejarah.

Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah

Sejarah Museum Nasional Indonesia

Namun seperti pribahasa “tak kenal maka tak sayang”, untuk mengetahui lebih banyak mengenai Museum Nasional Indonesia maka Anda perlu mengetahui sejarahnya. Di mana benang merahnya bisa ditarik ke abad 18 tepatnya saat berdirinya Royal Batavian Society of Arts and Sciences atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh sekelompok cendekiawan asal Belanda.

Lembaga ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian di bidang seni dan ilmiah, khususnya terkait sejarah, arkeologi, etnografi, dan fisika. Kemudian mereka pun memublikasikannya dalam bentuk buku serta jurnal. Sebagaimana dilansir dari museumnasional.or.id, salah satu pendiri dari lembaga tersebut yakni JCM Radermarcher mendonasikan rumah tinggalnya yang berada di Jalan Kalibesar beserta koleksinya kepada Royal Batavian Society of Arts dan inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya museum serta perpustakaan milik lembaga ini.

[Baca Juga: Melirik SMA dengan Perpustakaan Terbaik di DKI Jakarta]

Saat Inggris menduduki Pulau Jawa, Jenderal Thomas Stamfor Raffles memutuskan untuk mendirikan sebuah gedung baru yang difungsikan sebagai ruang pertemuan serta museum. Pendirian bangunan di Jalan Majapahit No.3 yang diberi nama Literary Society itu juga dianggap penting karena rumah milik Radermarcher sudah penuh dengan koleksi sehingga membutuhkan “rumah baru”.

Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah

Secara resmi museum tersebut dibuka pada 1868 dan disebut sebagai Gedung Gajah atau Museum Gajah. Nama awal dari Museum Nasional Indonesia ini dikarenakan keberadaan patung gajah tembaga yang berada di halaman depannya. Patung tersebut merupakan pemberian dari Raja Chulalongkorn dari Siam kepada Batavia di tahun 1871.

Sebelum Indonesia merdeka, insiden kebakaran sempat menghanguskan paviliun pameran Hindia Belanda dan merusak banyak koleksi di museum tersebut. Namun dengan uang kompensasi asuransi, pihak museum pun memanfaatkannya untuk membangun sejumlah ruang pameran baru yang salah satunya adalah ruang keramik kuno.

[Baca Juga: Pameran Denim Terbesar di Asia Tenggara Wall of Fades]

Pada 26 Januari 1950, nama Royal Batavian Society of Arts and Sciences yang mengelola Museum Gajah diubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia dan didorong untuk memajukan pengetahuan mengenai kebudayaan Nusantara serta negeri-negeri di sekitarnya. Pada 1962, pengelolaan museum ini pun diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan dikenal sebagai Museum Pusat. Kemudian Pada 1979 sesuai keputusan Menteri Pendidikan dan Budaya Indonesia, tempat ini memiliki nama resmi Museum Nasional.

Apakah Anda sudah tertarik untuk mengunjungi tempat yang dikenal dengan nama Museum Gajah ini? Bila iya, untuk datang ke sini terbilang mudah sebab berlokasi dekat Monumen Nasional dan Monas. Bahkan ada bis wisata Jakarta yang biasanya berada di Monas yang dapat mengantar Anda ke museum ini. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin serta hari libur nasional dengan biaya tiket yaitu Rp5.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.