Mengulas Perpustakaan Nasional, Gudang Ilmu di Tanah Air

Pendidikan

Mengulas Perpustakaan Nasional, Gudang Ilmu di Tanah Air

Tahukah Anda bahwa Indonesia ternyata memiliki gedung yang dapat dibanggakan dan juga berfungsi sebagai gudang ilmu? Gedung itu adalah Perpustakaan Nasional yang saat ini sudah dimodernisasi dengan bangunan baru yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Sebelum membahas mengenai gedung Perpustakaan Nasional baru ini, ada baiknya kita mengenal gedung sejarah dalam perkembangan literasi di Indonesia.

Cikal Bakal Perpustakaan Nasional

Berdirinya Perpustakaan Nasional di Indonesia tidak bisa dilepas dari pembentukkan Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia (Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) pada 1781. Melalui kegiatan pendidikan di Hindia Belanda, organisasi ini berhasil menulis sejumlah publikasi ilmiah, mengumpulkan berbagai koleksi buku-buku dan mendirikan sebuah perpustakaan.

Namun dengan berjalannya waktu, koleksi Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia pun semakin meningkat. Karena itu mereka membutuhkan tempat baru untuk menyimpan koleksinya yang akhirnya memicu pemindahan perpustakaan organisasi tersebut pada 1868 ke Museum Nasional.

Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia sempat berniat memindahkan koleksi di perpustakaan tersebut. Pasalnya, dalam periode waktu 1846 hingga tahun 1920, koleksi yang mereka miliki mencapai lebih dari 100.000. Oleh karena itu, ada wacana untuk memindahkan sejumlah besar dari koleksi tersebut ke Institut Studi Karibia dan Asia Tenggara tapi akhirnya keputusan tersebut ditentang oleh para anggota Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia.

Ketika Perang Dunia II Pecah dan Indonesia diduduki Jepang, sempat ada kekhawatiran mengenai nasib ratusan ribu koleksi tersebut. Namun untungnya, Pasukan Negeri Sakura yang tengah mengokupasi Tanah Air merasa terkesan dengan banyaknya cendekiawan dan koleksi buku yang ada di Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia. Militer Jepang kemudian memutuskan untuk tidak mengintervensi urusan mereka dengan alasan perpustakaan itu menyimpan koleksi catatan masa perang.

Perubahan kembali terjadi terhadap perpustakaan tersebut saat Indonesia merdeka yaitu ketika Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia itu berubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Namun pada 1962, organisasi itu pun dibubarkan dan pengelolaan perpustakaannya pun jatuh ke tangan pihak Museum Nasional.

Pendirian Perpustakaan Nasional

Dengan banyaknya koleksi yang ada dan saat itu masih disimpan di Museum Nasional, Perpustakaan Nasional pun dibutuhkan. Pada 1973, seorang pegawai di Perpustakaan Museum Nasional membuat konsep untuk Perpustakaan Nasional. Tapi sayangnya, konsep tersebut tidak direalisasikan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya saat itu.

Perpustakaan Nasional Indonesia dibangun usai dicanangkan pendiriannya oleh Menteri Pendidikan dan Budaya saat itu, Daoed Joesoef pada 17 Mei 1980. Empat perpustakaan (Perpustakaan Museum Nasional, Perpustakaan Sejarah, Politik dan Sosial, Perpustakaan Wilayah DKI Jakarta, Bidang Bibliografi dan Deposit) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan pun diintegrasikan ke Perpustakaan Nasional.

Namun walau sudah pada 1980-an, Perpustakaan Nasional masih terpisah di tiga tempat. Barulah atas keputusan Tien Soeharto, Perpustakaan Nasional mendapat sumbangan tanah di Jalan Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat, dengan luas 16 ribu meter persegi serta gedung baru berlantai sembilan dan sebuah bangunan lama yang telah direnovasi. Lahan ini dulunya digunakan sebagai sekolah Hoogere Burgerschool (setingkat SMA saat ini) Koning Willem III. Kompleks tersebut resmi menjadi lokasi Perpustakaan Nasional pada 11 Maret 1989.

Saat ini Perpustakaan Nasional sudah memiliki gedung baru yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2017 silam. Bangunan yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Gambir, ini digadang-gadang sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia. Klaim ini berdasarkan fakta mengingat gedung Perpustakaan Nasional yang baru ini memiliki tinggi 126,3 meter dengan 24 lantai termasuk basement.

Lalu apa saja yang ada di lantai-lantai Perpustakaan Nasional tersebut? Berikut ini daftarnya:

  • Lantai 1 Lobi Utama
  • Lantai 2 Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Baca, Lantai 4 Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
  • Lantai 5 Ruang Pustakawan,
  • Lantai 6 Ruang Data Center
  • Lantai 7 Layanan Anak serta Lansia dan Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Audiovisual
  • Lantai 9 layanan Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Layanan Deposit
  • Lantai 11 Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Pemustaka
  • Lantai 13 Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Referensi
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan
  • Lantai 17-18 Kantor Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20 Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21-22 Layanan Monograf Terbuka
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Bangsa-Bangsa di Dunia dan Majalan terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Executive Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara

Itulah sejarah singkat mengenai Perpustakaan Nasional, bila Anda ingin ke sana bisa menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Bila menggunakan umum, Anda bisa naik bus Transjakarta tujuan ke Pulo Gadung kemudian berhenti di Halte Balai Kota dan dengan berjalan kaki sebentar maka Anda sampai di Perpustakaan Nasional.

Read More

Artikel Lainnya

Suntik Kromosom Untuk Kulit Lebih Ideal

Kecantikan dan Fashion

Suntik Kromosom Untuk Kulit Lebih Ideal

15 September 2019, 19:00  |  15 Views

Sekarang ini, kecantikan bukan hanya sebagai kebutuhan tambahan saja, tetapi menjadi sebuah keharusan yang dirawat secara rutin. Salah satunya adalah suntik kromosom.

Kurangi Polusi Udara di Jakarta dengan Memakai Bus Listrik

Berita Kawasan

Kurangi Polusi Udara di Jakarta dengan Memakai Bus Listrik

15 September 2019, 18:00  |  12 Views

Pelaksanaan workshop Shoot Free Urban Bus Fleet in Asia bertujuan untuk mencari solusi adanya pencemaran udara di kota-kota besar di Asia termasuk Jakarta.

Tulang Belakang Anda Suka Sakit Perhatikan Tips Ini

Kesehatan

Tulang Belakang Anda Suka Sakit? Perhatikan Tips Ini!

15 September 2019, 17:00  |  21 Views

Terlalu lama duduk saat di kantor atau dalam perjalanan panjang dapat menyebabkan sakit tulang punggung belakang.

Pilihan Tanaman Untuk Pekarangan Rumah Minimalis

Properti dan Solusi

Pilihan Tanaman untuk Pekarangan Rumah Minimalis

15 September 2019, 16:00  |  23 Views

Mendesain dan menata taman pada rumah minimalis tergolong tidak sulit, cukup berikan perhatian pada beberapa hal dan jangan lupa dirawat secara teratur.


Comments


Please Login to leave a comment.