Mengulik Sepak Terjang Komunitas Batik Rusun Pulogebang

Bisnis

Mengulik Sepak Terjang Komunitas Batik Rusun Pulogebang

Meskipun disibukkan dengan mengurus rumah dan anak, banyak ibu rumah tangga yang ikut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan atau membuat kerajinan tangan. Ada juga sekumpulan ibu-ibu rumah tangga yang bergabung dengan komunitas tertentu untuk menambah penghasilan. Contohnya, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Komunitas Batik Rusun Pulogebang (KBRP).

Dilansir dari beritajakarta.id (18/2/2020), melalui tangan kreatif para ibu-ibu ini menciptakan produk yang berkualitas sekaligus melestarikan budaya. Dengan aktivitas ini, mereka melestarikan kebudayaan batik tulis dan berpartisipasi memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga.

Mengulik Sepak Terjang Komunitas Batik Rusun Pulogebang

Dari sebuah tempat sederhana yang terletak di Blok H, Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, belasan anggota komunitas ini menerima banyak pesanan berbagai motif batik tulis dari masyarakat luas sejak empat tahun belakangan.

Ketua KBRP Adelina mengatakan, keberadaan komunitas ini bukan semata untuk melestarikan budaya dan mendulang pundi rupiah semata tapi membantu para ibu-ibu untuk bisa memanfaatkan waktu luang menjadi lebih maksimal.

[Baca Juga: Warga Rusun Marunda Raih Penghasilan dari Batik Marunda]

Lebih lanjut, Wakil Ketua KBRP Ayu menuturkan, komunitas ini seiring berjalan waktu terus berkembang. Yang mulanya hanya bermodalkan canting untuk membuat pola kini sudah mampu memproduksi batik bergambar Monumen Nasional (Monas), bajaj, hingga logo Kota Jakarta dengan panjang 2 x 1,5 meter. “Proses pengerjaannya sekitar seminggu,” ujarnya.

Bicara soal manfaat, Ayu menjelaskan bahwa para anggota komunitas ini telah mampu meraup penghasilan hingga Rp4 juta, jika pemesanan sedang melonjak. Ada pun pemesan terbanyak dan langganannya adalah Jakarta Creative Hub.

[Baca Juga: Ingin Belajar Mengenai Motif Batik Betawi? Di Tempat Ini Saja]

Fakta ini membuatnya dan rekan-rekan yang lain menjadi semakin percaya diri juga semangat untuk merangkul lebih banyak lagi ibu-ibu rumah tangga di kawasan rusun. “Kami setiap harinya memproduksi batik di workshop. Ke depan kami akan terus menambahkan anggota agar para ibu di rusun dapat penghasilan tambahan,” tuntasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Sekda DKI Marullah Matali Fokus Tangani COVID-19 pada Hari Pertama Bertugas

Berita Kawasan

Sekda DKI Marullah Matali Fokus Tangani COVID-19 pada Hari Pertama Bertugas

19 January 2021, 15:04

Pada hari pertamanya bertugas, Selasa, 19 Januari 2021 ini, Marullah akan mulai terjun dan fokus pada penanganan pandemi di Ibu Kota.

RS Lapangan Beroperasi Harapan Kota Bogor yang Kritis

Kesehatan

RS Lapangan GOR Pajajaran Beroperasi, Harapan Kota Bogor yang Kritis

19 January 2021, 14:03

Kondisi Kota Bogor masih kritis dan darurat. Kedisiplinan untuk taat pada protokol kesehatan harus ketat dilakukan jika tak ingin rumah sakit penuh.

Kegawatdaruratan Psikiatri di Rumah Sakit Duren Sawit

Kesehatan

Wisma Atlet Kemayoran Kini Khusus Rawat Pasien Bergejala

19 January 2021, 13:02

Pengaturan bentuk antisipasi yang disiapkan mengingat sejak sebelum libur Natal dan Tahun Baru pihaknya sudah diingatkan tentang risiko lonjakan kasus positif dua pekan pascalibur panjang.

Catat! Ini Jadwal MRT dan Transjakarta di PSBB Masa Transisi.jpg

Bisnis

HUT ke-17, Transjakarta Ingin Tingkatkan Penumpang & Patuhi Protokol Kesehatan

19 January 2021, 12:01

Ada pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan Transjakarta, yaitu mengembalikan lagi "mantan-mantan" penggunanya untuk mau menggunakan bus berjalur khusus tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.