Menikmati Nuansa Green Coworking Space Ala Komunitas Salihara

Bisnis

Menikmati Nuansa Green Coworking Space Ala Komunitas Salihara

Hawa teduh begitu terasa ketika memasuki pelataran Gedung Salihara. Pohon rindang yang tumbuh mengelilingi gedung tersebut membuat suasana disana nampak sangat asri.

Tak mengherankan bila setiap harinya ada saja pengunjung yang datang untuk menghabiskan waktu di kafe yang berada di arena gedung. Mulai dari sekadar berkumpul bersama kolega, mengerjakan tugas kuliah, hingga menyelesaikan pekerjaan kantor.

Belakangan, pemandangan anak muda yang mengerjakan tugas kantor di kafe atau tempat makan memang sedang lazim dijumpai di kota-kota besar. Kondisi ini seiring dengan tren pertumbuhan pekerja lepas yang tengah digandrungi kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Menikmati Nuansa Green Coworking Space Ala Komunitas Salihara

Dilansir dari Tempo.co (9/3/2020), berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) hingga mei 2019, dari total 136,18 juta orang dalam satu angkatan kerja, diperkirakan sebanyak 5,89 juta orang atau 4,55 persen di antaranya merupakan pekerja lepas.

Pertumbuhan tren pekerja lepas pun juga sejalan dengan tren perkembangan bisnis digital yang berkantor di ruang kerja bersama atau coworking space. Dilansir dari TechinAsia.com (9/3/2020), berdasarkan survei IDC tahun 2018 terhadap 1.000 perusahaan di Asia Pasifik, ditemukan ada sekitar 36 persen organisasi di Indonesia yang berkantor di coworking space. Oleh karenanya, bisnis ini banyak dilirik para pelaku usaha.

Potensi ini lah yang turut disadari pihak pengelola Gedung Salihara untuk kemudian membuka ruang kerja bersama atau coworking space. Manager untuk Divisi Usaha Komunitas Salihara Dita Artri menjelaskan kepada jurnalis PingPoint mengenai pendirian Ruang Kerja Salihara yang terletak di kawasan Jl. Salihara, Jakarta Selatan (3/3/2020) ini lebih lanjut.

[Baca Juga: Komunitas Salihara dan Connected Platform Gelar Media Art Globale 2019]

Dita mengatakan, pendirian Ruang Kerja Salihara ini ditujukan untuk pemanfaatan ruang bekas Art Store Salihara yang tidak lagi digunakan karena adanya perubahan sistem penjualan. Manajemen Komunitas Salihara memutuskan untuk menjual produk Art Store mereka secara daring.

“Tadinya ini gerai Art Store kemudian kita terpikir akan di-online-kan. Lalu kemudian ada area yang bisa digunakan. Terus kita berpikir mau dijadiin apa. Kemudian membaca kebutuhan sekitar dan melihat orang yang suka datang ke Salihara sepertinya ruang kerja dibutuhkan,” kata Dita.

Green Coworking Space

Bila selama ini coworking space berada dalam gedung-gedung perkantoran, Ruang Kerja Salihara justru menawarkan konsep yang berbeda. Suasana rimbun pepohonan yang tumbuh di halaman Gedung Salihara, menjadi daya jual tersendiri yang ditawarkan Ruang Kerja Salihara.

Tak hanya itu, Gedung Salihara yang sejatinya merupakan wadah tempat berkumpulnya para pelaku insan pekerja industri seni dan kreatif juga dapat menjadi pilihan bagi para pekerja lepas atau pelaku bisnis dengan bidang yang serupa. Dita mengatakan, hal tersebut dapat menjadi wadah baru bagi pengguna Ruang Kerja Salihara untuk berinteraksi dengan para pelaku seni yang tergabung di Komunitas Salihara.

Menikmati Nuansa Green Coworking Space Ala Komunitas Salihara

“Karena nuansa salihara ini nuansa kreatif dan terus banyak pepohonan, jadi ruang kerja nya konsepnya agak green. Beda sama coworking space yang lain biasanya di dalam gedung. Kalau kita ini ada di area kreatif. Jadi dari situlah kita berbekal memanfaatkan area yang ada. Terus akhirnya kita membangun ruang kerja ini,” jelasnya.

Dita mengatakan, harga yang ditawarkan pun juga terjangkau mengingat segmentasi dari coworking space ini merupakan anak muda dan pelaku industri kreatif. Apalagi di masa soft launch yang berlangsung sampai 20 Maret ini.

[Baca Juga: Pilihan Kelas Kreatif di Komunitas Salihara]

Ruang Kerja Salihara sendiri memiliki dua jenis layanan. Layanan standar mencakup single table dan komunal atau meja bersama. Sedangkan untuk layanan private, pengguna akan memiliki ruang khusus sendiri.

Meski harga terjangkau, Ruang Kerja Salihara juga menawarkan berbagai layanan yang gratis digunakan pengguna. Disana pengguna akan mendapatkan minuman gratis, print, photocopy, dan akses wifi. “Ada ruang khusus untuk video call karena zaman sekarang ada yang meeting lewat video call agar lebih private,” katanya.

Menikmati Nuansa Green Coworking Space Ala Komunitas Salihara

Dita mengatakan, sejauh ini pengguna memberi respon yang positif. Di masa soft launch seperti sekarang ini misalnya, setiap harinya setidaknya jumlah pengguna sudah mencapai 8-10 orang. Belum lagi ada perusahaan yang sudah bermitra untuk menyewa di Ruang Kerja Salihara.

Dita berharap, ke depannya keberadaan Ruang Kerja Salihara ini tak hanya sekadar menjadi tempat bekerja saja. Pengguna Ruang Kerja Salihara dapat juga membentuk komunitas sendiri sehingga nantinya dapat menjadi bagian dari Komunitas Salihara.


Read More

Artikel Lainnya

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

Kecantikan dan Fashion

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

02 July 2022, 12:51

Maybelline Sky High Waterproof Mascara ini mengandung ekstrak bambu dan fiber yang dapat membantu memanjangkan dan menebalkan bulu mata.

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!.jpg

Hobi dan Hiburan

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!

01 July 2022, 15:58

Dengan kehadiran formasi lengkap, empat vokalis dan dua drummer di satu panggung, pemesanan tiket konser 30 Tahun Dewa 19 di Candi Pramabanan jenis pre-sale satu serta dua telah habis dengan tiket harga normal yang saat ini tersedia.

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashles s.jpg

Bisnis

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashless

01 July 2022, 14:44

Demi mengikuti tren digitalisasi serta iklim cashless yang bersifat kekinian, Astra Life juga memiliki produk asuransi kesehatan yang bersifat non-tunai.

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri.jpg

Berita Kawasan

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri

01 July 2022, 10:42

Baru-baru ini gapura Chinatown di kawasan Glodok Jakarta kembali diresmikan usai proyek restorasinya pasca-puluhan tahun yang lalu dihancurkan tentara Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.