ads
PURI KEMBANGAN_KAWASAN_MENIKMATI UDARA SEGAR DI HUTAN KOTA SRENGSENG_EMIL_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Menikmati Udara Segar di Hutan Kota Srengseng

Minimnya ruang terbuka hijau di area pusat Jakarta terkadang membuat para warga memilih pergi ke luar daerah untuk menikmati udara segar. Namun sebenarnya Anda tidak perlu pergi jauh. Sebab masih ada tempat yang cocok digunakan Anda untuk bersantai. Nama tempat itu adalah Hutan Kota Srengseng yang berada di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Sebelum menjadi lokasi wisata hutan kota, awalnya Hutan Kota Srengseng merupakan tempat pembuangan sampah dengan sistem sanitary land fill. Sanitary land fill merupakan sistem pengelolaan sampah dengan cara menumpuk sampah di area cekung kemudian ditimbun dengan tanah. Sistem ini kerap dipilih guna menghindari bau menyengat serta tersebarnya bibit penyakit.

Untungnya pihak Pemerintah Provinsi Jakarta pun memiliki visi untuk membuat lahan hijau dari area tempat pembuangan sampah tersebut. Sebagaimana dilansir dari lingkunganhidup.jakarta.go.id, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.202 Tahun 1995, kawasan hutan ini berfungsi sebagai kawasan lindung baik flora dan fauna, juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi, wahana penelitian plasma nutfah dan pelatihan bagi petugas pengelola hutan kota di seluruh DKI Jakarta dan sekitarnya.

Semenjak itulah, Hutan Kota Srengseng pun menjadi pilihan warga yang tinggal dekat Universitas Mercubuana, Joglo, Meruya dan area Jakarta Barat lainnya sebagai lokasi untuk melepas lelah. Selain memiliki hawa yang sejuk, udara segar pun sangat terasa dari nuansa hutan yang ditimbulkan dari Hutan Kota Srengseng.

Fasilitas Hutan Kota Srengseng

Media Tempo mewartakan bahwasanya Pemerintah Kota Jakarta Barat akan menjadikan Hutan Kota Srengseng sebagai wisata unggulan pada tahun ini dengan konsep Jungle City. Hal ini dilakukan guna untuk menarik perhatian para wisatawan untuk datang ke sana.

Dengan keputusan ini maka wilayah Jakarta Barat saat ini tercatat memiliki tiga destinasi wisata favorit yaitu Hutan Kota Srengseng, Museum Keramik dan Kawasan Kota Tua. Di hutan kota ini, orang-orang bisa melakukan berbagai aktivitas.

Berolahraga

Hutan Kota Srengseng memiliki luas sekira 15 hektare dan Anda bisa memanfaatkannya untuk kebugaran. Area ini memiliki jalan setapak yang dapat Anda gunakan sebagai jogging track. Selain itu di sini juga terdapat area wall climbing bagi Anda pecinta olahraga ekstrem ini. Anda hanya perlu membawa peralatannya saja sedangkan sarana wall climbing-nya sudah tersedia dan dapat digunakan secara gratis di Hutan Kota Srengseng.

Berpiknik

Berkumpul bersama keluarga bisa dilakukan secara sederhana serta tanpa mengeluarkan biaya besar dan ini diterapkan dengan cara berpiknik. Anda tidak perlu jauh-jauh mencari lokasi piknik karena kegiatan ini dapat dilakukan di Hutan Kota Srengseng. Pasalnya, cukup dengan membayar Rp2.000 untuk masuk, Anda sudah bisa menikmati rimbunnya 4.800 pepohonan yang di sana. Dengan membawa tikar serta makanan maka Anda dan keluarga pun dapat berpiknik di sana.

Memancing

Hutan Kota Srengseng juga memiliki danau besar yang kerap digunakan oleh orang-orang pegiat hobi memancing. Walau menangkap ikan di sini terbilang sulit, namun tetap aktivitas ini tetap digiati oleh sejumlah orang yang biasanya menunggu hasil tangkapannya sembari mengobrol dan menikmati kopi dengan pemancing lainnya. Namun sebagaimana dikutip dari Kumparan.com, jika beruntung para pemancing dapat membawa pulang ikan mujair, lele atau gabung yang memiliki bobot hingga dua kilogram.

Sarana Tempat Bermain Anak

Kawasan hijau ini juga memiliki sarana bermain anak yang menyenangkan. Jadi anak Anda dapat bermain sembari menikmati suasana alam di Hutan Kota Srengseng. Tapi saat ke sini jangan lupa Anda memberikan lotion anti-serangga kepada buah hati Anda demi menghindari gigitan nyamuk.

Untuk mencapai kawasan hijau ini sangatlah mudah, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Bila menggunakan angkutan umum Anda bisa naik bus Transjakarta yang berhenti di Halte Jalan Panjang.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  3 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  3 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads