PURI_PENDIDIKAN_MENILAI-PENDIDIKAN-ANAK-MELALUI-JAM-WAJIB-BELAJAR_ICHWAN.jpg

Pendidikan

Menilai Pendidikan Anak Melalui Jam Wajib Belajar

Pemerintah Jakarta Barat akan mencanangkan sistem pendidikan anak belajar di rumah dengan menerapkan jam wajib belajar mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi saat menerima tim verifikasi lapangan Kota Layak Anak di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Barat, Kembangan, Rabu (18/7/2018). Salah satu alasan yang diungkapkan adalah untuk meningkatkan tumbuh dan kembang anak di lingkungan masyarakat.

Seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Jakarta Barat, bila kegiatan jam wajib belajar ini berhasil dilakukan maka akan dicanangkan menjadi program wajib belajar yang berlaku di semua wilayah di Jakarta Barat. “Dulu ada jam wajib belajar dari pukul 18.00-20.00 WIB. Saya ingin program ini dihidupkan kembali, bukan atas instruksi, melainkan tumbuh dan berkembang di masyarakat,” kata Rustam saat dikonfirmasi PingPoint, Rabu (5/9/2018).

Untuk itu, dirinya meminta seluruh elemen mulai dari RT, RW, lurah, camat, organisasi masyarakat, anggota PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mendukung program ini. “Ini harus segera dilakukan pendekatan oleh camat dan lurah. Sehingga masyarakat paham dan mengerti serta bermanfaat kelak kemudian hari,” tambah Wali Kota Jakarta Barat ini.

Mengenai waktu belajar yang ideal, Psikolog dari Sentra Tumbuh Kembang Anak Kancil Alzena Masykoouri, seperti dikutip dari kumparan.com menilai, sebaiknya dibuat kebiasaan atau rutinitas belajar anak di rumah. Rutinitas ini juga harus dimulai bukan hanya pada anak, tetapi juga seluruh penghuni rumah harus menerapkannya.

Artinya, baik orang tua atau anak melakukan aktivitas belajar di rumah. Bagi orangtua pun jangan mengartikan salah mengenai belajar ini. Belajar tidak hanya berkaitan dengan materi pelajaran di sekolah, tetapi juga mempelajari hal-hal baru. Situasi ini akan terbangun bila anak dan orang tua saling mendukung.

Lantas, kapan waktu yang baik untuk belajar? Alzena menerangkan waktu yang paling baik adalah ketika anak secara fisik dan mental siap untuk belajar. Orangtua pun perlu memastikan sebelum belajar anak harus sudah makan, kondisi badannya segar, rileks, dan suasana yang mendukung untuk belajar.

Alzena memberi contoh, bila keluarga biasa makan malam sekitar pukul 18.30 WIB atau 19.00 WIB, maka waktu belajar yang baik dimulai pukul 19.30 WIB. Orangtua harus komit, bila sudah masuk waktu belajar maka orangtua dan anak harus berada di ruang belajar atau keluarga untuk mengerjakan tugas atau diskusi.

Untuk durasi belajarnya, Alzena menjelaskan orangtua sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa waktu belajar yang diterapkan sudah menjadi rutinitas. Bila itu sudah berjalan, maka barulah memikirkan durasi atau batasan waktu belajar.

Untuk anak usia 6-8 tahun tahun, batasan waktu yang bisa ditetapkan setiap harinya selama 30 menit yang terbagi dalam beberapa sesi. Satu sesinya bisa sekitar 10 menit, jeda maksimal 3 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua, jeda dan sei ketiga. Sementara untuk anak usia di atas 8 tahun bisa diberi rentang waktu belajar yang lebih lama dan mendalam. Durasinya bisa sekitar 15 menit per sesi dengan lama waktu belajar sekitar 1 jam.

Sementara untuk anak usia di atas 8 tahun yang rentang perhatiannya sudah lebih lama dan matang, bisa sekitar 15 menit per sesi, dengan waktu belajar maksimal 1 jam. Alzena mengingatkan agar orangtua sangat memperhatikan tentang atensi dan konsentrasi anak. Pasalnya atensi dan konsentrasi anak berbeda dengan orang dewasa. “Cobalah bagi materi atau tugas belajar anak menjadi beberapa bagian akan lebih efektif dibandingkan memaksa anak untuk belajar berjam-jam,” terangnya.

Sebagai orangtua memang harus memperhatikan pendidikan anak seperti jam wajib belajar agar menjadi rutinitas. Namun untuk menjadikan rutinitas, orangtua tetap perlu mengatur waktu dan batasan lama belajar anak. Dengan begitu diharapkan apa yang dipelajari menjadi berguna dan bermanfaat bagi anak.


Read More

Artikel Lainnya

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM.jpg

Bisnis

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

05 December 2022, 16:14

Inisiatif East Ventures melalui IDPB MTPM saat ini telah mencapai tahap coaching serta hackaton dengan total ada 120 tim yang mengikutinya.

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar.jpg

Berita Kawasan

Tingkatkan Kepedulian Sungai di Jakarta, Festival Dayung Ciliwung 2022 Digelar

05 December 2022, 14:15

Festival Dayung Ciliwung 2022 berhasil digelar pada akhir pekan kemarin yang disebut digelar untuk meningkatkan kepedulian publik Ibu Kota untuk menjaga lingkungan sungai.

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakart a Barista League 2022 Sukses Digelar.jpg

Berita Kawasan

Dorong Kualitas Industri Kopi, Jakarta Barista League 2022 Sukses Digelar

05 December 2022, 10:14

Pada akhir pekan kemarin, Pemprov DKI Jakarta sukses menggelar event Jakarta Barista League 2022 yang menjadi wadah kompetisi bagi para barista dari berbagai wilayah Tanah Air.

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.