Menilik Asal Usul Nama Kembangan Jakarta Barat.jpg

Berita Kawasan

Mengenal Lebih Jauh Wilayah Kembangan Jakarta Barat

Kota Adminitrasi Jakarta Barat merupakan salah satu dari lima kota adminitrasi di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Secara adminitratif, Jakarta Barat terbagi menjadi delapan kecamatan dengan 56 kelurahan.

Wilayah Kembangan menjadi pusat pemerintahan sekaligus kecamatan di Kota Adminitrasi Jakarta Barat. Kecamatan Kembangan sendiri memiliki enam kelurahan, di antaranya Kelurahan Joglo, Srengseng, Meruya Selatan, Meruya Utra, Kembangan Utara, dan Kembangan Selatan.

Hingga saat ini, kawasan Kembangan terus mengalami perkembangan. Hal itu terlihat dari banyaknya pembangunan, mulai dari komplek perumahan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga sekolah dan lain sebagainya yang terjadi di wilayah seluas 2.419 hektare ini.

Menurut data statistik 2004, peruntukan luas tanah tersebut terdiri dari perumahan 1.290,91 hektare, industri 8,73 hektare, perkantoran 116,08 hektare, taman 36,75 hektare, pertanian 114,39 hektare, lahan tidur 643,43 hektare, dan lain-lain 208, 71 hektare.

[Baca Juga: Bisnis Coworking Space Merambah Kawasan Puri Kembangan]

Dibalik pesatnya geliat perkembangan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, tidak banyak yang tahu asal-usul sejarah penamaan Kembangan. Melansir dari jakarta.bisnis.com (19/7/2016), Kembangan adalah kawasan perkampungan yang mempunyai sejarah panjang yang tidak lepas dari kota Jakarta tempo doeloe.

Berkiblat pada Zaenuddin HM dalam bukunya 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, menjelaskan mengenai asal-usul nama Kembangan. Dalam buku tersebut terdapat dua versi dalam penamaan Kembangan.

Kembang atau Pencak Silat ?

Pada versi pertama, dikatakan berasal dari keadaan alamnya yang pada masa lampau merupakan perkebunan kembang atau bunga, seperti kembang mawar, kembang pihong, kembang melati, dan kembang anggrek.

Membayangkan pada masa itu, penduduk utamanya adalah orang-orang Betawi yang umumnya bertani sebagai mata pencaharian. Banyaknya lahan pohon kembang menjadi latar belakang tersendiri bagi masyarakat untuk menyebut wilayah tersebut dengan kata Kembangan, yang terbiasa dalam penyebutan dari kata Kembang-an.

Sedangkan versi kedua, menyebutkan bahwa Kembangan berasal dari jenis atau gaya seni pencak silat Betawi yang menjadi tradisi di wilayah tersebut. Kembangan pencak namanya, yakni latihan tata gerakan silat berhadapan dengan seorang lawan atau sajian pentas berupa peragaan gerak terdiri atas jurus pukul, langkah, kembangan atau ornamen dalam kesenian pencak silat.

[Baca Juga: Dari Kantor Walikota Hingga Hutan Kota, 10 RTH di Kembangan]

Dalam kembangan pencak juga terdapat beberapa tari-tarian sebagai seni gerak yang biasanya diiringi permainan rebana, seperti rebana biang dan blengo. Dari situ, seni pencak silat di Kembangan berkembangan dengan pesat. Hingga akhirnya, masyarakat di sana memberikan nama daerah di Jakarta Barat ini dengan nama Kembangan.

Demikian asa-usul penamaan Kembangan yang berasal dari buku setebal 377 halaman berjudul 212 Asa-Usul Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenuddin HM. Sesuai dengan namanya, Kembangaan terus berkembang. Namun diharapkan, dengan terjadinya perkembangan tidak membuat masyarakatnya melupakan sejarah dan selalu melestarikan serta menjadi nama baik wilayah Kembangan.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.