Depok-Kawasan-Menilik-Komunitas-FISIP-UI-Peduli-Hewan-Emil.jpg

Berita Kawasan

Menilik Komunitas FISIP UI Peduli Hewan

Saat Anda menginjakkan kaki ke kompleks bangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia kampus Depok maka ada satu pemandangan yang unik. Sebab Anda dapat melihat kucing-kucing yang berkeliaran namun mereka memiliki tubuh yang sehat. Namun tahukah Anda ada sekelompok orang bergerak secara sukarela memastikan keadaan kucing-kucing liar di UI Depok tersebut sehat?

Nama komunitas itu adalah FISIP UI Peduli Hewan yang sudah mulai beraktivitas semenjak Juli 2017. Komunitas ini terdiri dari dosen, mahasiswa, karyawan dan alumni FISIP UI Depok yang memang memiliki passion untuk membantu hewan-hewan yang terlantar, khususnya yang berada di lingkungan kampus.

Komunitas FISIP UI Peduli Hewan

“Jumlah anggota kurang dari lebih 10 orang dengan tingkat keterlibatan yang berbeda. Akan tetapi kami melihat potensi perluasan partisipasi melihat banyaknya mahasiwa dan dosen yang sayang hewan, terutama kucing,” jelas anggota FISIP UI Peduli Hewan sekaligus Dosen Sosiologi FISIP UI Meuthia Ganie Rochman kepada PingPoint.co.id (28/11/2018).

Kucing yang Dirawat Komunitas FISIP UI Peduli Hewan

Keberadaan komunitas ini sebenarnya bisa ditarik benang merahnya dengan kabar yang sempat viral beberapa tahun lalu. Tepatnya ketika Garda Satwa Indonesia yang menuliskan posting-an mengenai Rektor Universitas Indonesia terkait pembersihan kucing dan anjing tanpa pemilik yang berada di UI Depok. Kebijakan ini pun menuai kecaman keras dari para netizen, khususnya para pecinta hewan.

[Baca Juga: Pejaten Shelter, “Surga” Kecil untuk Hewan Peliharaan yang Terlantar]

Komunitas ini juga mendorong agar kucing-kucing yang berada di sekitar area kampus tidak diusir oleh pihak FISIP UI. “Pihak fakultas punya concern terhadap keberadaan hewan yang dapat menganggu aspek kesehatan dan kebersihan. Namun (mereka) terbuka untuk dialog dan inisiatif dari komunitas.

Komunitas FISIP UI Peduli Hewan

Karena itulah selain memberi makan kucing-kucing yang ada di area FISIP UI Depok, komunitas ini juga melakukan sterilisasi dan membuka program adopsi. Langkah ini dilakukan guna untuk mencegah terjadinya over-population kucing-kucing yang ada di sana. Para anggota komunitas ini juga kerap mengobati kucing-kucing sakit atau yang terluka.

[Baca Juga: Tertarik Punya Bisnis Pet Shop? Ini Tips untuk Memulainya]

Untuk pendanaan, komunitas di UI Depok ini biasanya menggunakan sumbangan sukarela dari para anggota yang digunakan untuk membeli makanan serta berobat kucing-kucing. Selain itu, FISIP UI Peduli Hewan acap kali mengadakan kegiatan untuk penggalangan dana demi membantu “sahabat berkaki empat” mereka.

“Kita membuka kampanye di situs Kita Bisa, saat itu kita juga keliling minta sumbangan dana ketika acara FISIP Homecoming Day, lalu juga ada sumbangan dari para donatur. (Mereka) biasanya follower di Instagram, mahasiswa atau teman/keluarga dari para anggota komunitas kita,” tambahnya.

Read More

Artikel Lainnya

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.


Comments


Please Login to leave a comment.