Menilik Pertanian Terpadu di Pulau Payung.jpg

Berita Kawasan

Menilik Pertanian Terpadu di Pulau Payung

Kelurahan Pulau Tidung melakukan pengembangan pertanian di atas lahan pertanian terpadu seluas satu hektare di Pulau Payung, Kepulauan Seribu Selatan. Lurah Pulau Tidung, Cecep Suryadi mengatakan, pertanian Pulau Payung oleh Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan disiapkan sebagai salah satu ketahanan pangan dan penghijauan bagi Kepulauan Seribu.

Pengembangan pertanian tersebut dilakukan oleh pihaknya bekerjasama dengan kelompok tani (Poktan) yang ada di Pulau Payung. "Jenis sayuran yang dikembangkan seperti kangkung, pakcoy, timun, terong, cabai, dan sayur bayam," tuturnya seperti dikutip dari beritajakarta.id (24/2/2019).

[Baca Juga: Gang Hijau, Komunitas Pionir Urban Farming di Jakarta]

Sedangkan jenis buah-buhannya meliputi melon, semangka serta tanaman produktif seperti sukun, tanaman indigofera (tarum). Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan terhadap pakan ternak kambing.

Menurutnya, hasil pertanian selain untuk dikonsumsi sendiri oleh warga setempat, sayuran kangkung hasil lahan pertanian kini sudah mulai dijual keluar Pulau Payung seperti Pulau Tidung dan Pulau Pramuka dengan harga Rp2.000 per ikat.

Panen 38 Kg Kangkung

Kelompok pertanian warga Pulau Payung, Kelurahan Pulau Tidung Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan hari ini melakukan panen kangkung. Kangkung tersebut dipanen dari lahan seluas kurang lebih tiga hektar yang dibagi menjadi 25 bedeng atau blok.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Sutrisno mengatakan, kangkung-kangkung itu merupakan hasil pemanfaatan lahan pertanian binaan Sudin KPKP bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta. "Hasil panen 38 Kg kangkung tersebut dipetik dari dua bedeng, hasil tanam tiga minggu lalu," ujarnya dalam kesempatan berbeda.

Dijelaskan Sutrisno, selain kangkung pihaknya juga menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti bayam, sawi, pokcoi, bayem merah, buah melon dan semangka. "Semua tanaman ini untuk memenuhi kebutuhan sayuran warga setempat secara mandiri," jelasnya.

[Baca Juga: Poktan Kebayoran Lama Selatan Panen Sayur Sebanyak 149 kg]

Ia menambahkan, untuk tanaman keras, kabupaten juga mengembangkan pohon sukun melalui gerakan seribu sukun yang nantinya dapat dipetik hasilnya oleh warga.

Pertanian di Pulau Payung ini merupakan kegiatan sampingan yang dilakukan setelah pulang dari melaut atau pada saat sedang tidak melaut, namun saat para nelayan sedang melaut, kegiatan bertani dilakukan oleh para isteri nelayan. "Selain bertani, kaum ibu juga mengolah sukun menjadi keripik, sehingga dapat menambah penghasilan rumah tangga," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.