JELAJAH ANTARIKSA DI PLANETARIUM JAKARTA

Berita Kawasan

Menjelajah Antariksa di Planetarium Jakarta

Wisata edukatif sering menjadi alternatif pilihan para orangtua untuk para buah hatinya di akhir pekan atau pada masa libur sekolah. Berbicara mengenai wisata edukatif, masyarakat Ibu Kota pasti sudah tidak asing lagi dengan Planetarium Jakarta.

Selain karena biaya masuk yang terjangkau, Planetarium juga dikenal sebagai saksi sejarah dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Lokasi wisata yang memiliki nama lengkap Planetarium dan Observatorium Jakarta tersebut, merupakan satu dari tiga lokasi wahana simulasi langit yang berada di Tanah Air. Dua lokasi lainnya berada di Kutai, Kalimantan Timur dan Surabaya, Jawa Timur.

Planetarium yang berada di Taman Ismail Marzuki merupakan Planetarium yang tertua. Pembangunan Planetarium Jakarta awalnya digagas oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno atau yang lebih dikenal dengan panggilan “Bung Karno”. Saat itu, beliau memandang bahwa bangsa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam bidang IPTEK, khususnya terkait astronomi.

Hal ini tidak terlepas dengan keadaan masyarakat Indonesia pada saat itu yang beberapa di antaranya masih mempercayai hal yang berbau klenik atau takhayul, terkait fenomena yang memiliki hubungan dengan benda langit serta luar angkasa. Selain menjadi saksi dalam perkembangan IPTEK di Indonesia, tujuan awal pembangunan Planetarium Jakarta juga memiliki unsur religi.

Pasalnya, Bung Karno juga menginginkan masyarakat untuk mempelajari alam semesta secara dekat agar dapat mengagumi kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Sebenarnya, pada 1968 pembangunan dan penyediaan berbagai alat peraga di Planetarium Jakarta sudah rampung dan diresmikan oleh Gubernur DKI saat itu yaitu Ali Sadikin.

Namun, wahana utama yang melibatkan proyektor universal buatan perusahaan Carl Zeiss di Planetarium tersebut, baru mulai dibuka untuk umum pada 1 Maret 1969. Itulah awal mula tanggal 1 Maret diperingati sebagai hari ulang tahun dari Planetarium Jakarta.

Di Planetarium Jakarta, para pengunjung disuguhi ruang pameran yang memperlihatkan berbagai benda langit hingga keterangan mengenai tokoh-tokoh penting yang berperan dalam bangkitnya teori-teori terkait antariksa. Selain itu, juga ada alat-alat pengamat bintang yang dipamerkan di Planetarium dan kerap digunakan oleh anak-anak untuk pembelajaran dalam mengamati benda-benda langit.

Pengunjung juga bisa mengabadikan kunjungan mereka di Planetarium Jakarta dengan berfoto bersama atau selfie di deretan pameran baju astronot contohnya. Pertunjukan Teater Bintang merupakan salah satu yang paling ditunggu oleh para pengunjung Planetarium Jakarta. Pada pertunjukan tersebut, pengunjung diperlihatkan gambar-gambar berbagai benda langit yang menghiasi antariksa dengan cahaya-cahaya yang memukau.

Jika penasaran, silakan berkunjung wisata edukatif ini yang buka hampir setiap hari kecuali hari Senin. Menurut pengelola Planetarium, penutupan pada hari Senin dilakukan guna mengistirahatkan dan merawat mesin serta beberapa peralatan operasional yang ada di sana.

Selain itu, ada baiknya Anda melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap jadwal Teater Bintang. Sebab dalam sehari pihak Planetarium hanya mengadakan tiga kali pertunjukan di Teater Bintang dan pertunjukan tersebut bisa digelar dengan syarat minimal 50 orang pengunjung yang hadir.

Anda tidak perlu khawatir mengenai harga tiket masuk Planetarium. Pasalnya, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp12.000 (dewasa) dan Rp7.000 (anak-anak) saja untuk bisa menikmati wisata edukatif yang berlokasi di Jalan Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi Planetarium Jakarta juga terbilang mudah diakses, baik untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi atau umum.

Read More

Artikel Lainnya

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

Pendidikan

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

09 April 2020, 20:00

Dukungan pulsa atau paket data ini rupanya bukan hanya diberikan ke mahasiswa untuk proses belajar, tapi juga tenaga pengajar.

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

09 April 2020, 19:00

Pemkot Depok kembali mengumumkan perpanjangan masa belajar di rumah dalam rangka menekan penyebaran wabah COVID-19 di wilayahnya.

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

Kesehatan

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

09 April 2020, 18:00

Kaldasa sendiri merupakan singkatan dari kaldu, sayur dan daging. Tiga komponen tersebut diyakini mampu membuat anak dengan autisme lebih tenang dan lebih fokus.

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

Kuliner

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

09 April 2020, 17:00

Food For The Heroes merupakan program Bakmitopia untuk mendukung mereka yang berada di garda depan penanganan pandemi COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.