Menkes Himbau Waspadai Virus MERS-Cov

Kesehatan

Menkes Himbau Waspadai Virus MERS-Cov

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menghimbau kepada masyarakat Indonesia yang melakukan ibadah haji atau umrah untuk tidak mendekati unta. Ini demi menghindari virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-Cov) yang ditularkan dari unta.

Menkes mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan virus MERS-Cov. Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengerti dan berupaya mencegah penyebaran virus ke negara lain. “Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya,” katanya di Gedung Kemenkes seperti dikutip dari depkes.go.id (13/6/2019).

[Baca Juga: Antisipasi Meningitis dengan Vaksin di RS Haji Pondok Gede]

Selain melakukan komunikasi dengan Kemenkes Arab Saudi, Menkses Nila juga menghimbau kepada jemaah haji dan umrah agar tidak dekat dengan unta. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi penularan virus MERS-Cov dari unta ke jamaah Indonesia.

Keberadaan virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona Virus (Novel Corona Virus), namun berbeda dengan virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada tahun 2003.

Jika terserang virus MERS-Cov, pengidap akan mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas, bersifat akut, dan biasanya pasien memiliki penyakit penyerta dan memiliki inkubasi 2-14 hari.

[Baca Juga: Waspada Monkeypox atau Cacar Monyet, Kenali Gajalanya!]

Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia di komunitas yang berkelanjutan. Penularan virus ini dapat terjadi secara langsung melalu percikan dahak (droplet) pada saat pasien batuk atau bersin, dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi dengan virus tersebut.

Sampai saat ini belum ada vaksin ataupun pengobatan yang bersifat spesifik. Pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien. “Belum ada vaksinnya, virus ini tidak gampang bikin vaksinnya, karena virus itu cepat berubah, percuma kita bikin vaksin namun sudah berubah,” katanya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), selalu mencuci tangan memakai sabun atau antiseptik, menghindari kontak erat dengan penderita atau hewan tertular, menggunakan masker dan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang dimasak dengan baik.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.