Menkes Terawan Resmikan Stunting Center of Excellence.jpg

Kesehatan

Menkes Terawan Resmikan Stunting Center of Excellence

Seperti yang diwartakan sebelumnya, perusahaan farmasi asal Swiss, Roche, bermitra dengan yayasan 1000 Days Fund untuk mendirikan pusat pelatihan serta inovasi bernama Stunting Center of Excellence di wilayah Timur Indonesia. Di mana pusat pelatihan ini ditujukan untuk menurunkan angka stunting yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pada 23 November 2020 Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putra meresmikan Stunting Center of Excellence secara virtual.

Sekadar informasi, stunting merupakan kondisi malnutrisi yang kronis dan terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan dalam periode pertumbuhan anak. Kondisi ini menyebabkan dampak terhadap tumbuh kembang si anak dari sisi fisik, imunologi, hingga neuro-kognitif, dan Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Tanah Air. Oleh karena itulah Stunting Center of Excellence atau CoE didirikan di wilayah ini.

Menkes Terawan Resmikan Stunting Center of Excellen ce.jpg

Pemilihan wilayah ini oleh Roche dan yayasan 1.000 Days Fund didukung Menkes yang disebut sejalan dengan strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2021-2024 dengan indikatornya adalah menurunkan angka prevalensi stunting. “Sangatlah tepat Stunting CoE didirikan di provinsi NTT, khususnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013 dan 2018 proporsi balita pendek tertinggi di Indonesia berada di propinsi NTT dengan 51.3 persen di tahun 2013 dan 42.6 persen di tahun 2018,” ujar Menkes Terawan dalam sambutannya secara virtual di peresmian Stunting Center of Excellence, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima PingPoint.co.id (23/11/2020).

[Baca Juga: Ini Cara Menteri Terawan Tingkatkan Imunitas Tubuh]

Selain pemilihan lokasi, Terawan juga memberikan apresiasinya kepada Roche Indonesia yang mau membantu pemerintah dalam usaha menurunkan angka stunting di Tanah Air. Di mana ia berharap pusat pelatihan yang berada di Labuan Bajo ini memang dapat membantu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan setempat. Pasalnya, target keberadaan Stunting Center of Excellence inii adalah menjangkau 21 puskesmas dengan 700 tenaga kesehatan serta 1.825 kader posyandu di sana.

Dalam praktiknya, Stunting Center of Excellence menjadi pusat pelatihan untuk para tenaga kesehatan yang nantinya mereka mendapatkan bekal terkait edukasi stunting sekaligus cara mencegahnya serta alat peraga yang dapat digunakan untuk memberikan pelatihan kepada rekan kerjanya di rumah sakit atau puskesmas tempatnya berdinas. Peraga yang digunakan disebut sudah berbasis bukti ilmiah dan memiliki informasi yang lengkap untuk membantu mencegah stunting. Dengan alat peraganya itu sendiri terdiri dari poster pintar, selimut cerdas, peraga kartu pintar, dan kartu konvergensi desa.

Read More

Artikel Lainnya

Sekda DKI Marullah Matali Fokus Tangani COVID-19 pada Hari Pertama Bertugas

Berita Kawasan

Sekda DKI Marullah Matali Fokus Tangani COVID-19 pada Hari Pertama Bertugas

19 January 2021, 15:04

Pada hari pertamanya bertugas, Selasa, 19 Januari 2021 ini, Marullah akan mulai terjun dan fokus pada penanganan pandemi di Ibu Kota.

RS Lapangan Beroperasi Harapan Kota Bogor yang Kritis

Kesehatan

RS Lapangan GOR Pajajaran Beroperasi, Harapan Kota Bogor yang Kritis

19 January 2021, 14:03

Kondisi Kota Bogor masih kritis dan darurat. Kedisiplinan untuk taat pada protokol kesehatan harus ketat dilakukan jika tak ingin rumah sakit penuh.

Kegawatdaruratan Psikiatri di Rumah Sakit Duren Sawit

Kesehatan

Wisma Atlet Kemayoran Kini Khusus Rawat Pasien Bergejala

19 January 2021, 13:02

Pengaturan bentuk antisipasi yang disiapkan mengingat sejak sebelum libur Natal dan Tahun Baru pihaknya sudah diingatkan tentang risiko lonjakan kasus positif dua pekan pascalibur panjang.

Catat! Ini Jadwal MRT dan Transjakarta di PSBB Masa Transisi.jpg

Bisnis

HUT ke-17, Transjakarta Ingin Tingkatkan Penumpang & Patuhi Protokol Kesehatan

19 January 2021, 12:01

Ada pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan Transjakarta, yaitu mengembalikan lagi "mantan-mantan" penggunanya untuk mau menggunakan bus berjalur khusus tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.