MENTENG_PROPERTI_MENTENG JAKARTA PUSAT MASIH MENJADI INCARAN EKSPATRIAT_ICHWAN_1100 px X 600 px-01.jpg

Properti dan Solusi

Menteng Jakarta Pusat Masih Menjadi Incaran Ekspatriat

Pasar hunian untuk kalangan tenaga kerja asing atau ekspatriat pada tahun ini masih belum bergerak positif dibanding tahun 2017. Berbeda dengan lima tahun sebelumnya, di mana wilayah seperti Kemang dan Cipete Jakarta Selatan serta Menteng Jakarta Pusat menjadi wilayah hunian bagi kalangan ekspatriat.

Menurut Senior Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, ada beberapa alasan pasar hunian ekspatriat mengalami stagnasi. “Pasar expatriate housing tidak ada perubahan dibanding tahun sebelumnya,” kata Ferry saat pemaparan Jakarta Property Review Quarter II pada awal Juli 2018 lalu.

Beberapa alasan itu seperti berakhirnya kontrak kerja dan sedikitnya proyek besar berskala nasional di Jakarta menjadi alasan tingkat permintaan expatriate housing tidak bergerak. Kondisi itu semakin bertambah dengan tidak ada aktivitas ekspansi dari perusahaan-perusahaan terutama level multinasional yang mempekerjakan ekspatriat.

[Baca Juga : Sejarah Berdirinya Kawasan Menteng]

Dalam dua tahun terakhir ini, situasi properti ekspatriat mulai berubah. Kondisi itu terjadi pada hunian sistem tunggal yang tidak berada dalam komplek yang mengalami penurunan okupansinya. Sementara hunian dalam komplek menunjukkan peningkatan. Hal itu terkait faktor keamanan yang diberikan oleh hunian dalam komplek. “Di samping itu permintaan untuk rumah dalam kompleks tetap tinggi. Sebaliknya, permintaan rumah tunggal di luar komplek cenderung turun,” tambah Ferry.

Mengenai harga sewa, ada perbedaan di mana harga untuk properti yang minatnya tinggi seperti hunian dalam komplek, cenderung naik. Sedangkan untuk rumah sewa tunggal yang kurang peminatnya, para pemiliknya cenderung memberikan potongan harga tarif sewa sebesar USD500 hingga USD1.000. Hal itu dilakukan untuk menarik para ekspatriat.

Untuk housing rental rate di kawasan Menteng, harga sewa hunian dengan luas 500-1.200 meter persegi yang terdiri dari 4-5 kamar tidur dipasarkan mulai harga USD4.000 sampai USD12.000 per bulan. Sedangkan pada apartment rental rate untuk luas 90-142 meter persegi dengan dua kamar tidur, harga sewa untuk non-serviced apartment antara Rp35 juta-Rp51 juta per bulan, dan serviced apartment biaya sewanya mulai dari Rp54 juta-Rp56 juta per bulan.

Untuk hunian dengan tipe tiga kamar tidur yang luasannya mencapai 124-213 meter persegi dengan tiga kamar tidur, harga sewa untuk apartemen non-serviced antara Rp39 juta-Rp65 juta per bulan, dan serviced apartment biaya sewanya berkisar Rp70 juta per bulan. Sementara dengan ukuran yang lebih besar sekitar 319 meter persegi dan ada empat kamar tidur, biaya sewa serviced apartment mencapai Rp176 juta.

Ferry menerangkan banyaknya ekspatriat Asia seperti dari India, Singapura, dan Tiongkok yang masuk ke Indonesia cukup signifikan. Namun dalam penyerapan hunian, ternyata tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap permintaan apartemen servis ataupun rumah ekspatriat. Hambatannya ada pada anggaran atau budget yang terbatas yang kisarannya mulai dari USD1.000 sampai USD1.500 per bulan. Selain itu ada faktor efisiensi merupakan para ekspatriat memilih apartemen menengah bawah dan kos-kosan yang berada di sekitar Kuningan.

[Baca Juga : Apartemen Jadi Hunian Sehat dengan Bantuan Tanaman]

Masih bertahannya para pekerja ekspatriat ini karena beberapa industri yang mempekerjakannya terbilang masih berjalan. Sektor industri seperti jasa, manufaktur, kantor perwakilan negara asing dan institusi keuangan masih menjadi penggerak utama permintaan hunian ekspatriat.

Sedangkan terkait dengan lokasi, kawasan Jakarta Selatan dan Menteng area masih menjadi incaran para ekspatriat. Pilihan dua kawasan ini didasarkan pada fasilitas dan aksesibilitas yang tersedia. Kawasan ini bagi kalangan asing terbilang strategis dan lengkap dengan sarana pendukung untuk aktifitas keluarga mereka, seperti sekolah, mal, rumah sakit, dan pusat hiburan lainnya.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.