Menurut Dermatolog, Retinol Merupakan Bahan Antiaging Terbaik

Kecantikan dan Fashion

Menurut Dermatolog, Retinol Merupakan Bahan Antiaging Terbaik

Selalu saja ada bahan baru dalam tren skincare. Namun, ada satu bahan yang terus direkomendasikan para dermatolog, yaitu retinol. Ini adalah salah satu bahan super yang mampu melakukan banyak hal untuk kulit dan tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Namun, ini bukan hanya tren dan sensasi. Ada banyak penelitian yang mendukung kemanjurannya.

Bila Anda ingin melengkapi rutinitas perawatan kulit setelah pembersih, pelembap, dan SPF, coba mempertimbangkan untuk menambahkan retinol, kata Melanie Palm, M.D., dermatolog bersertifikat dan profesor klinis di Scripps Encinitas Memorial Hospital di California, AS seperti dimuat dalam prevention.com (26/2/2021).

Menurut Dermatolog, Retinol Merupakan Bahan Antiaging Terbaik

Di samping tabir surya, retinol bisa dibilang topikal paling kuat yang kita miliki tidak hanya mencegah tanda-tanda awal penuaan dan kerusakan akibat sinar UV, tetapi juga membalikkan garis-garis halus, kerutan, dan perubahan warna kulit begitu muncul. Bahan ini juga menjadi pahlawan dalam perang melawan jerawat.

Retinoid adalah turunan vitamin A yang digunakan pada kulit untuk mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat hingga keriput. Bahan ini dikenal dengan beberapa nama yang berbeda dan dalam berbagai tingkat kekuatan. Jenis yang paling ampuh dalam produk OTC (over the counter atau tanpa resep) biasanya disebut sebagai retinoid, sedangkan jenis turunan vitamin A yang kurang manjur dan dijual bebas antara lain retinaldehyde dan retinyl ester seperti retinyl proprionate.

Menurut Dermatolog, Retinol Merupakan Bahan Antiaging Terbaik

Ada pula retinoid yang tidak dijual bebas dan harus menggunakan resep, seperti tretinoin dan tazaroten (yang sudah dalam bentuk aktif disebut asam retinoat). Jenis ini lebih kuat dan tidak butuh waktu lama untuk memperbaiki penampilan kulit. Namun, ada sisi negatifnya, bahan yang lebih kuat cenderung lebih mudah menyebabkan iritasi.

Di sisi lain, retinol biasa tidak aktif sampai dioleskan ke kulit, kata Joshua Zeichner, M.D., direktur kosmetik dan penelitian klinis di bidang dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York City. Setelah dioleskan, sel kulitmu akan mengubah retinol menjadi asam retinoat, dan proses konversi inilah yang menyebabkan butuh waktu lebih lama untuk melihat hasilnya.

[Baca Juga: 4 Produk Retinol untuk Atasi Tanda Penuaan Pada Kulit]

Bukan berarti retinol OTC tidak seefektif retinoid resep, kata Dr. Palm. Artinya butuh waktu lebih lama (dan rajin) pakai untuk melihat hasilnya. "Karena retinyl ester perlu menjalani dua langkah untuk diubah, mereka umumnya ditoleransi dengan lebih baik dan dianggap sebagai salah satu bentuk vitamin A yang lebih ringan," tambah Dr. Zeichner.

Manfaat Retinol

Retinol paling terkenal dengan manfaat anti-penuaannya. “Karena retinol mengikat reseptor retinoid pada kulit, ia meningkatkan pergantian sel dan merangsang produksi kolagen,” kata Dr. Zeichner. Bahan ini mengentalkan lapisan kulit yang lebih dalam dan meningkatkan kemampuan kulit untuk menahan air, memperbaiki garis-garis halus dan kerutan dalam prosesnya.

4 Skin Care Retinol Lokal untuk Atasi Masalah Penuaan Dini

Bahan ini juga menipiskan lapisan paling atas kulit (dikenal sebagai stratum corneum), kata Dr. Palm. Perpaduan kedua manfaat ini membuat penggunaan retinol secara teratur dapat membantu meminimalkan perubahan warna kulit (seperti bintik-bintik penuaan yang mengganggu), meratakan warna dan tekstur, dan meningkatkan penyerapan obat topikal lain pada kulit.

“Selain pergantian kulit, retinol dapat membantu menormalkan fungsi kelenjar minyak dan folikel rambut, sehingga dapat membantu mengatasi jerawat,” kata Dr. Palm.

Efek Samping Retinol

Masalah utama retinol adalah dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi kulit yang signifikan. “Terlalu banyak turunan vitamin A ini dapat mengiritasi kulit dengan menyebabkan pergantian sel menjadi terlalu cepat dan fungsi pelindung kulit terganggu,” kata Dr. Palm.

Untuk mengatasi iritasi, ada baiknya memberi waktu pada kulit untuk menyesuaikan diri. Mulailah dengan menggunakan retinol biasa dua kali seminggu, saran Erum Ilyas, M.D., seorang dokter kulit di Montgomery Dermatology di Pennsylvania.

Tidak perlu menggunakan banyak produk. “Jumlah seukuran kacang sudah lebih dari cukup untuk merawat seluruh wajah,” kata Dr. Palm. Setelah itu, biarkan kulit yang menentukan. Jika, setelah dua minggu, kulit bisa menyesuaikan diri dengan baik, cobalah meningkatkan penggunaan retinol dua hari sekali. Pada hari-hari lain, gunakan pelembap untuk mengatasi kekeringan, kata Dr. .Ilyas.

[Baca Juga: 4 Skin Care Retinol Lokal untuk Atasi Masalah Penuaan Dini]

Dalam melakukan semua proses ini, retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, jadi pastikan untuk mengoleskan tabir surya setiap pagi. “Jika seseorang benar-benar tidak toleran terhadap retinol, pertimbangkan untuk menggunakan produk yang mengandung bakuchiol. Ini adalah turunan tumbuhan yang bertindak sebagai retinol, tapi tanpa kemerahan dan iritasi,” kata Dr. Palm.

Dua hal penting yang perlu kamu ingat tentang penggunaan retinol adalah dibutuhkan waktu yang panjang untuk melihat hasilnya. Sekitar 6-12 bulan, tergantung kulitmu. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa retinoid dapat menyebabkan cacat lahir pada janin. Jadi jika Anda sedang hamil atau mencoba untuk hamil, sebaiknya hindari produk perawatan kulit berbasis retinol sampai pascapersalinan.

Read More

Artikel Lainnya

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.

macet.jpg

Berita Kawasan

Jelang Ramadhan, Beberapa Ruas Jalan di Ciputat Alami Kemacetan

11 April 2021, 08:07

ramadhan tahun ini masyarakat harus bersabar karena kondisi yang tidak memungkinkan karena pandemi.


Comments


Please Login to leave a comment.