Tidak Bisa Berenti Makan Kenali Gejala Sindrom Binge Eating Disorder

Kesehatan

Merasa Bersalah Makan Banyak? Kenali Gejala Binge Eating Disorder

Apakah Anda pernah merasa bersalah ketika melahap makanan terlalu banyak? Jika iya, bisa jadi Anda menderita sindrom binge eating disorder atau disingkat BED. Berbeda dengan bulimia yang penderitanya langsung ingin memuntahkan makanan setelah melahap banyak makanan, penderita gangguan makan binge eating disorder malah terus ingin makan ketika dirinya merasa bersalah. Biasanya dengan makan, penderita binge eating disorder merasa nyaman dan tenang.

Meski bisa melanda siapa saja, tapi gangguan makan ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Jika dibiarkan tentunya akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Penderitanya bisa mengalami kelebihan berat badan dan obesitas yang mana merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan hipertensi.

[Baca Juga: Tanpa Potong Gaji, Anies Liburkan PNS dengan Gejala Mirip COVID-19]

Selain itu, binge eating disorder juga dapat menyebabkan masalah fisik, mental, dan sosial. Orang dengan kelainan ini cenderung lebih mudah stress, depresi, cemas, insomnia, dan keinginan buruh diri dibandingkan orang dengan pola makan normal.

Adapun beberapa gejalanya dapat dilihat dari sulitnya mengontrol nafsu makan, cara makannya yang jauh lebih cepat dari biasanya, serta menyendiri saat makan agar orang lain tidak tahu seberapa banyak makanan yang Ia konsumsi.

Tidak Bisa Berenti Makan Kenali Gejala Sindrom Binge Eating Disorder

Seseorang dikatakan terkena gangguan makan binge eating disorder jika gejala-gejala di atas muncul setidaknya 1 kali per minggu dalam 3 bulan. Pada binge eating disorder ringan, gejalanya hanya muncul sebanyak 1 sampai 3 kali per minggu. Pada BED berat, gejalanya dapat muncul sebanyak 8 sampai 13 kali per minggu. Sedangkan pada BED yang sangat parah, gejala yang dialami lebih dari 14 kali per minggu.

Untuk menangani sindrom binge eating disorder, penderita bisa melakukan terapi, ataupun berkonsultasi dengan psikolog. Sebab secara umum, tujuan penanganan binge eating disorder difokuskan untuk memperbaiki perilaku makan pasien, meningkatkan rasa percaya diri pasien, membantu pasien memperoleh berat badan ideal, dan mengatasi masalah kesehatan lain yang muncul terkait BED.

[Baca Juga: Epilepsi Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya]

Selain psikoterapi, penanganan juga dapat dilakukan dengan pemberian obat. Lisdexamfetamin dimesylate, obat antiepilepsi topiramat, dan golongan obat antidepresan adalah obat-obatan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala binge eating disorder.

Namun sebelum mengonsumsi obat tersebut, pastikan dulu Anda telah mengubungi dokter untuk penanganan sindrom ini. Nantinya, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Jika terbukti menderita binge eating disorder, dokter akan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien.

Read More

Artikel Lainnya

Hibur Fans Isolasi Diri, J.K Rowling Luncurkan Harry Potter At Home

Pendidikan

Hibur Fans Isolasi Diri, J.K Rowling Luncurkan Harry Potter At Home

03 April 2020, 20:00

J.K Rowling, penulis kisah Harry Potter merilis situs untuk menemani para penggemar saat isolasi diri. Pengunjung dapat membaca banyak artikel, mengerjakan kuis, dan mendengar audiobook Harry Potter.

Rekomendasi Ayam Andalan Dallas Chicken Temani #dirumahaja

Kuliner

Rekomendasi Ayam Andalan Dallas Chicken Temani #dirumahaja

03 April 2020, 19:00

Sajian kreasi ayam spesial Dallas Kitchen yang patut untuk Anda cicipi selama #dirumahaja akibat pandemi COVID-19. Meskipun tengah social distancing, makan enak tetap penting.

Cara Merawat Gigi Agar Tak Perlu ke Dokter di Tengah Pandemi COVID-19

Kesehatan

Cara Merawat Gigi Agar Tak Perlu ke Dokter di Tengah Pandemi COVID-19

03 April 2020, 14:00

Pergi ke dokter gigi di tengah Pandemi COVID-19 sebisa mungkin perlu dihindari. Berikut cara merawat gigi agar selalu sehat dan kuat.

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

Kesehatan

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

03 April 2020, 13:00

Zoonosis menjadi salah satu kata yang kini sering ditemui. Apa arti kata itu dan apa hubungannya dengan pandemi COVID-19 yang diakibatkan oleh Virus Corona SARS-CoV-2?


Comments


Please Login to leave a comment.