meski menghitam, penanganan pandemi di surabaya tetap dipuji5.jpg

Berita Kawasan

Meski Menghitam, Penanganan Pandemi di Surabaya Tetap Dipuji

Terpaan pandemi COVID-19 di tanah air tak kunjung mereda. Sebagaimana dipublikasikan situs covid19.go.id, hingga Rabu (3/6/2020) kemarin, data yang berhasil dihimpun pemerintah mencatat 28.233 masyarakat Indonesia terinfeksi virus SARS-CoV-2, dengan rincian 8.406 pasien sembuh dan 1.698 pasien meninggal dunia.

Situs lawancovid-19.surabaya.go.id melansir, sebanyak 2.803 arek Surabaya positif COVID-19. Total terdapat 540 orang dinyatakan sembuh dan 256 lainnya meninggal dunia. Kota Surabaya masih menjadi penyumbang kasus terbanyak sekaligus berkontribusi mengantarkan Jawa Timur bertengger di urutan kedua setelah DKI Jakarta sebagai provinsi dengan angka kasus positif COVID-19 terparah.

Peta sebaran yang terpampang di situs infocovid19.jatimprov.go.id, menunjukan wilayah Kota Pahlawan telah berubah menjadi zona hitam, hal ini terlihat sejak Selasa (2/6/2020) malam. Lantas apa itu zona hitam dan mengapa hal tersebut bisa terjadi di kota yang baru saja merayakan HUT ke-727 ini?

meski menghitam, penanganan pandemi di surabaya tetap dipuji3.jpg

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun memberikan klarifikasi. Dia menjelaskan, bahwa warna yang terlihat di peta sebaran COVID-19 sejatinya bukan warna hitam melainkan merah tua. Menurut Khofifah, hal tersebut disebabkan angka pasien positif COVID-19 telah menembus angka 2.000 kasus.

"Kemudian ada yang tanya, itu di peta kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian, Surabaya merah tua," ujar Khofifah, dikutip cnnindonesia.com, kemarin.

[Baca Juga: Tiada Hingar-bingar Pawai di Perayaan HUT Surabaya Tahun Ini]

Pernyataan Khofifah pun diamini Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. Pria yang akrab disapa Dicky ini menegaskan, perubahan warna itu merupakan sinyal bagi Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya untuk lebih serius lagi dalam merespons penanganan pandemi.

meski menghitam, penanganan pandemi di surabaya tetap dipuji1.jpg

Dia pun khawatir, hal ini bisa menyebabkan situasi dan kondisi yang serba tidak pasti di Kota Surabaya. Untuk itu, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus terlibat aktif menekan angka pertumbuhan COVID-19.

“Karena bila tidak, bukan mustahil dalam waktu 2-3 minggu ke depan situasi Surabaya akan menjadi chaos. Saran saya, tempat-tempat ramai ditutup dulu selama dua pekan sehingga akan mengurangi kecepatan penularan. Selain itu masyarakat juga harus terus diedukasi soal new normal dalam artian untuk pencegahan,” cetusnya sebagaimana diberitakan kompas.com.

Upaya Penanganan Dipuji

Sehari sebelumnya, Selasa sore (2/6/2020) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berkunjung ke Surabaya. Didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, beserta Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Wali Kota Risma Triharini menyambut kunjungan.

Dilansir situs surabaya.go.id, Dihadapan kedua tamunya, Risma memaparkan berbagai cara yang telah dilakukan dia dan jajarannya dalam memutus mata rantai penyebaran. Salah satunya melakukan penelusuran dan pemetaan secara masif.

meski menghitam, penanganan pandemi di surabaya tetap dipuji4.jpg

"Ketika pertama saat menerima data seseorang itu positif di awal dulu kami selanjutnya melakukanntracing hingga terbentuk beberapa cluster. “Jadi kita lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang pula di masjid dan sebagainya. Sampai hari ini kurang lebih sebanyak 27.000 orang,” katanya.

Kalau pun ada jika harus membutuhkan tindakan isolasi, maka warga dengan kondisi berat dibawa ke rumah sakit, jika kondisinya tidak berat, maka dibawa ke Hotel Asrama Haji. Namun Risma membeberkan ada beberapa warga yang menolak dan memilih isolasi mandiri di rumah, meski begitu Risma menjamin selama masa isolasi segala kebutuhan warga terpenuhi. “Setiap hari kelurahan mengirim makan 3 kali sehari. Siangnya kita berikan telur dan jamu. Itu mereka isolasi mandiri. Kadang-kadang ada vitamin,” klaim Risma.

meski menghitam, penanganan pandemi di surabaya tetap dipuji2.jpg

Menanggapi, Doni pun menyampaikan rasa kagum juga apresiasi atas segala upaya penanganan pandemi yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya. Dia melanjutkan, pemerintahan pusat senantiasa memantau Pemkot, karena itu Presiden Joko Widodo menginstruksikan langsung dirinya dan Menkes untuk menyambangi kota pahlawan. “Kami mengikuti terus perkembangan Kota Surabaya. Jadi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Kota Surabaya saya rasa ini sudah sangat baik,” kata Doni.

[Baca Juga: 20 RS Rujukan COVID-19 di Surabaya Tak Bisa Lagi Tampung Tambahan Pasien]

Terkait adanya peningkatan kasus terkonfimasi positif di Surabaya, disebabkan oleh kerja keras Pemkot untuk mengambil sampel-sampel dari berbagai kawasan. “Tentunya ini tidak mudah juga untuk mendapatkan informasi daerah yang kawasannya itu ada yang positif. Dan ini suatu langkah strategi yang cukup cerdas,” pungkasnya.

Menimpali, Menkes Terawan berharap semangat Risma dan jajarannya dalam menekan laju pandemi tidak pernah luntur. Dia pun turut menanyakan kepada Risma soal bantuan apa yang dibutuhkan untuk mendukung upaya Pemkot Surabaya, sembari menyatakan siap selalu untuk mendukung penuh. “Jika ada yang kurang ibu tidak usah khawatir tinggal telepon saya dan Pak Doni, kami akan mengupayakan yang terbaik untuk kota ini. Bu Risma tinggal matur (bilang—red) saja,” tegasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta.jpg

Kuliner

Kedai Ini Hadirkan Sajian Kopi Butter di Pasar Kranggan Yogyakarta

05 July 2022, 17:48

Kedai Terang Bintang di Pasar Kranggan Yogyakarta memiliki menu yang bisa dikatakan masih jarang ditemukan di kedai kopi lainnya di Kota Gudeg, yakni kopi butter.

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone yang Ramah di Kantung.jpg

Bisnis

Tak Sampai 1,5 Juta, realme Kembali Hadirkan Smartphone Ramah Kantong

05 July 2022, 13:47

Perusahaan realme terus menggandeng para konsumennya yang menginginkan ponsel pintar dengan harga terjangkau dan kali ini hal itu direalisasikan melalui produk realme C30.

Tiga Mahasiswi ITB Menangi L’Oréal Brandstorm 2022 Global Tech Track

Pendidikan

3 Mahasiswi ITB Ini Berhasil Sabet Juara L’Oreal Brandstorm 2022 'Tech Track'

05 July 2022, 11:44

Para mahasiswi ITB berhasil membanggakan almamaternya usai meraih gelar juara di salah satu kategori kompetisi tingkat global L’Oreal Brandstorm 2022.

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri.jpg

Berita Kawasan

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri

04 July 2022, 15:35

Pada pekan kemarin warga Kota Medan melihat langsung berbagai rangkaian perayaan HUT ke-432 Kota Melayu Deli yang berisi hiburan, termasuk menyaksikan langsung wali kotanya manggung!


Comments


Please Login to leave a comment.