28.jpg

Kesehatan

Minimal Invasive Surgery, Solusi Penanganan Gangguan Jantung

Gaya hidup yang tidak sehat dan pertambahan usia dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan. Pola makan tidak sehat, kurang berolahraga, stres, dan terbatasnya waktu beristirahat menjadi pemicunya. Masalah kesehatan yang bisa terjadi seperti gangguan pada jantung, pembuluh darah ataupun urologi. Untuk menanganinya, perlu ada tindakan yang komprehensif dengan dukungan teknologi kesehatan terkini seperti minimal invasive surgery.

Hal itu terungkap dalam sebuah seminar bertema “Solusi Minimal Invasive” yang diselenggarakan oleh RS Pondok Indah Group di Suasana Restaurant, Aston Kuningan at Kuningan Suites, Rabu (29/8/218). Chief Executive Officer (CEO) RS Pondok Indah Group, dr. Yanwar Hadiyanto, MARS mengatakan, penanganan masalah kesehatan itu harus didukung dengan teknologi terkini mulai dari diagnosa hingga menentukan tindakan yang tepat bagi kesehatan.

“Salah satu kelebihan minimal invasive surgery adalah luka yang dibuat atas tindakan bedah operasi menjadi lebih kecil atau minimal. Setelah tindakan pun pasien akan merasakan nyeri yang lebih sedikit, risiko komplikasi yang lebih rendah, dan masa pemulihan yang lebih cepat, bila dibandingkan dengan bedan konvensional,” kata dr. Yanwar dalam press release yang diterima PingPoint.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Wishnu Aditya, Sp.JP (K), FIHA menjelaskan tindakan minimal invasive yang dilakukan untuk menangani masalah jantung adalah kateterisasi jantung atau pemasangan stent pada jantung.

Ada dua aspek dari pelaksanaan kateterisasi jantung, yaitu diagnostik dan intervensi. Pada saat diagnostik, pemeriksaan memanfaatkan modalitas teknologi seperti X-Ray atau C-Arm untuk menemukan lokasi terjadinya gangguan.

"Selanjutnya, kateterisasi juga bisa dilakukan untuk membuka jalan pemasangan stent atau ring jantung pada pembuluh darah yang tersumbat, sehingga aliran darah ke jantung pun dapat kembali normal. Tindakan minimal invasive lain yang biasa dilakukan untuk menangani masalah jantung adalah pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker, serta penutupan kebocoran sekat jantung akibat kelainan jantung bawaan,” terang dr. Wishnu.

Tidak hanya penanganan gangguan jantung, masalah pada pembuluh darah juga dapat ditangani dengan teknik minimal invasive surgery seperti varises. Varises merupakan kasus kelainan pembuluh darah yang dapat berisiko menimbulkan serangan jantung. Hal ini terjadi apabila gumpalan darah yang terbentuk akibat varises terlepas kemudian mengikuti aliran darah kembali ke jantung.

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular dr. Achmad Faisal, Sp.BTKV menerangkan, varises ringan dapat ditangani dengan penggunaan perban elastis atau stocking khusus untuk mengurangi risiko varises menjadi lebih parah. Namun, untuk kondisi varises yang sudah parah tindakan minimal invasive seperti Endo Venous Laser Ablation (EVLA) dapat dilakukan.

“Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukan kamera dan laser fiber yang akan bekerja untuk melengketkan varises dari dalam kulit. Dengan EVLA, pasien hanya memerlukan anestesi lokal pada daerah varises yang akan ditangani dan hanya memerlukan satu hari perawatan di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara untuk berbagai kasus urologi, minimal invasive surgery juga memiliki peran yang sangat penting. Dokter Hery Tiera, Sp.U, dokter spesialis bedah urologi yang berpraktik di RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Bintaro Jaya ini mengatakan, pada kasus batu di saluran kemih, pemilihan tindakan yang dilakukan ditentukan berdasarkan lokasi, ukuran dan jenis batu yang terbentuk. Beberapa tindakan yang biasa dilakukan seperti Extracorporeal Shockwave Lithrotripsy (ESWL).

ESWL adalah tindakan non-invasif yang memanfaatkan gelombang kejut untuk menghancurkan batu dan tidak ada sayatan sama sekali pada tubuh. Namun, apabila ukuran batunya lebih besar dan lokasinya lebih sulit, maka diperlukan tindakan yang berbeda, seperti Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Uretheroscopy (URS), atau Litotripsi. Pemeriksaan awal dengan CT-urologi sangat dibutuhkan untuk diagnosa dan menentukan tindakan penanganan yang tepat.

Selain batu ginjal dan saluran kemih, pembesaran prostat merupakan masalah yang sering dialami pria khususnya yang berusia di atas 50 tahun. Pemeriksaan awal untuk gangguan pembesaran prostat dilakukan dengan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan laboratorium untuk melihat fungsi ginjal, dan pemeriksaan pencitraan prostat dan saluran kemih menggunakan ultrasonografi (USG).

Penanganan pada gangguan pembesaran prostat ringan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Tetapi untuk kasus lanjutan, tindakan minimal invasive seperti Transurethral Resection of Prostate (TURP) dapat dilakukan. Tindakan ini dilakukan dengan teknik endoskopi tanpa sayatan, menggunakan kamera yang masuk melalui lubang berkemih.

Kemudian, jaringan prostat di reseksi atau di evaporasi dari dalam menggunakan elektroda ataupun laser fiber dengan visualisasi langsung (direct vision). Pilihan tindakan penanganan untuk kasus gangguan urologi bersifat individual dan menyesuaikan kondisi masing-masing pasien.

Untuk itu, layanan minimal invasive surgery di RS Pondok Indah memberi dukungan fasilitas kamar operasi dengan peralatan canggih Endo Alpha. Fasilitas ini memberikan kenyamanan dan solusi terbaik dalam tindakan berbagai macam operasi invasif minimal seperti gangguan jantung, pembuluh darah, dan urologi.

Read More


Artikel Lainnya

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

Bisnis

MMA Ajak Startup Indonesia Ikut Penghargaan Smarties

20 June 2019, 10:00  |  11 Views

MMA sebentar lagi menggelar penghargaan Smarties, asosiasi ini mengajak pengusaha lokal di Indonesia untuk ikut dalam perhelatan tersebut.

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

Kesehatan

Mengenal Kanker Otak Seperti yang Diderita Agung Hercules

20 June 2019, 11:00  |  13 Views

Kanker masih jadi penyakit yang menyeramkan di Indonesia. Kenali kanke rotak lebih dalam agar bisa ditangani dengan tepat.

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

Berita Kawasan

Ayo Persiapkan Diri di Kelas Berlari MILO

20 June 2019, 09:00  |  10 Views

Kelas Berlari MILO merupakan wadah bagi para peserta khususnya pelari pemula untuk mempersiapkan diri mengikuti MILO Jakarta International 10K.

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Bekerjasama Memajukan Wilayah Jakarta Timur

Berita Kawasan

Pemkot Jaktim dan PT JIEP Kerjasama Majukan Wilayah Jakarta Timur

20 June 2019, 12:00  |  4 Views

Pemkot Jaktim menerima audiensi PT. JIEP pada 17 Juni 2019. Kedua pihak membahas penataan kota demi bersama memajukan wilayah kota Jakarta Timur.


Comments


Please Login to leave a comment.